Tasikmalaya – Politeknik Triguna Tasikmalaya ikut memperkuat kolaborasi literasi digital dalam workshop “Smart Netizen” di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi, Senin (4/5/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan Universitas Siliwangi, Politeknik Triguna Tasikmalaya, kuatbaca.com, serta sejumlah lembaga pendidikan lain. Selain workshop, agenda ini juga dirangkai dengan penandatanganan kerja sama yang melibatkan Kaprodi D4 Perbankan dan Keuangan Yuyun Yuniasih, S.E., M.Si, Dekan FEB Unsil Dr. Ade Komaludin, S.E., MSc, Kepala Dinas H. Amaran Saefullah, S.E., M.M, serta perwakilan kuatbaca.com Jajang Y. Habib, S.E., M.Si. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat kecakapan digital mahasiswa, membangun etika bermedia, serta mendekatkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri media digital.
“Acara ini sebetulnya untuk menjalankan Buistu limakarimal akhlaq, sehingga mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dalam bermedia sosial,” ujar Dr. Ade Komaludin pada Senin (4/5/2026).
Ade menilai, penguasaan teknologi tidak cukup bila tidak disertai pendidikan karakter. Di tengah derasnya arus informasi, mahasiswa perlu memiliki kemampuan memilah kabar, memahami etika komunikasi, dan menghindari perilaku digital yang merugikan orang lain, termasuk penyebaran hoaks serta cyberbullying.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital mahasiswa agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan kebutuhan industri saat ini,” ungkap Yuyun Yuniasih.
Pernyataan itu menegaskan bahwa kerja sama lintas institusi tidak hanya bersifat seremonial. Politeknik Triguna Tasikmalaya, dengan pendekatan pendidikan vokasi, dinilai memiliki ruang besar untuk mendorong pembelajaran berbasis praktik. Mahasiswa dapat dikenalkan pada pengelolaan konten digital, pemahaman ekosistem media, hingga cara menggunakan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.
Dalam workshop “Smart Netizen”, peserta mendapat pembekalan mengenai cara mengenali informasi palsu, etika bermedia sosial, serta strategi menghadapi tekanan dan kekerasan di ruang digital. Materi tersebut dinilai relevan karena mahasiswa kini hidup dalam lingkungan yang sangat dekat dengan gawai, media sosial, dan arus informasi cepat.
Keterlibatan Politeknik Triguna Tasikmalaya dalam agenda ini menjadi bagian dari upaya memperluas peran kampus vokasi di bidang literasi digital. Kolaborasi tersebut diharapkan berlanjut dalam program nyata yang memberi dampak langsung bagi mahasiswa, terutama dalam membentuk generasi muda yang cakap teknologi, kritis terhadap informasi, dan berakhlak dalam bermedia.

