Close Menu
Ewarta.idEwarta.id

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 2026

    Verifikasi Dapodik Rampung, Kemendikdasmen Bidik Guru S1/D4 yang Belum Ikut PPG Guru Tertentu

    8 April 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Ewarta.idEwarta.id
    • Beranda
    • Berita
      • Daerah
      • Nasional
      • Global
      • Figur
      • Info Haji
      • Obituari
    • Utama
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Lingkungan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Tokoh
    • Politik
    • Ekonomi
    • Indonesia
    Subscribe
    Ewarta.idEwarta.id
    Beranda » Demokrasi Indonesia di Ujung Tanduk: Seruan Darurat dari Ketua Umum HIKMAHBUDHI

    Demokrasi Indonesia di Ujung Tanduk: Seruan Darurat dari Ketua Umum HIKMAHBUDHI

    Richard Mundzir23 Agustus 2024 Nasional
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI), Pramudia Gilang Mahesa
    Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI), Pramudia Gilang Mahesa
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Sangatta – Dalam suasana yang penuh ketegangan, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI), Pramudia Gilang Mahesa, menyampaikan peringatan darurat terkait kondisi demokrasi di Indonesia. Dalam orasi yang menggugah, Pramudia menegaskan bahwa demokrasi di Indonesia sedang menghadapi ancaman serius. Ia menyebut bahwa serangkaian tindakan rezim yang semakin tidak terkendali telah mengabaikan konstitusi demi memenuhi ambisi oligarki.

    “Kita sedang menyaksikan tindakan yang melanggar konstitusi dengan alasan memenuhi kepentingan rezim,” ujar Pramudia dengan suara lantang. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran yang mendalam terhadap perkembangan politik di negeri ini, yang ia anggap semakin jauh dari prinsip-prinsip demokrasi.

    Keputusan Kontroversial Mahkamah Konstitusi

    Pramudia secara khusus menyoroti keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang baru-baru ini menolak perubahan syarat usia calon gubernur dan perubahan ambang batas pencalonan. Keputusan ini, menurutnya, direspons dengan cara yang tidak konstitusional oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang segera menggelar rapat pleno untuk mengesahkan revisi Undang-Undang Pilkada pada Kamis, 22 Agustus 2024. Pramudia menekankan bahwa tindakan DPR tersebut merupakan pelanggaran terhadap Pasal 24C UUD 1945, yang menyatakan bahwa keputusan MK bersifat final dan mengikat.

    Ia juga mengingatkan akan kasus serupa pada tahun sebelumnya, ketika Keputusan MK No. 90/PUU-XXI/2023 diabaikan demi kepentingan rezim. “Mirisnya, banyak rakyat yang menjadi apatis atau bahkan menormalisasikan keputusan tersebut,” lanjutnya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat telah mulai terbiasa dengan tindakan-tindakan yang mengabaikan konstitusi, sebuah tren yang dianggap Pramudia sangat berbahaya bagi kelangsungan demokrasi di Indonesia.

    HIKMAHBUDHI Menyuarakan Penolakan

    Dalam situasi yang ia sebut sebagai “darurat demokrasi” ini, HIKMAHBUDHI mengambil sikap tegas dengan menolak revisi UU Pilkada dan mendukung penuh Putusan MK No. 60/PUU-XXII/2024. Keputusan MK ini membuka peluang bagi partai politik untuk mengajukan calon di Pilkada berdasarkan persentase suara, bukan ambang batas perolehan kursi di DPRD. Menurut Pramudia, langkah ini penting untuk menjaga demokrasi dari cengkeraman rezim yang semakin menunjukkan kediktatorannya.

    Lebih lanjut, HIKMAHBUDHI mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tidak bersikap apatis dan proaktif dalam melawan ketidakadilan yang dilakukan oleh DPR. “Kita harus melawan kedzaliman yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat, yang sudah bukan lagi wakil rakyat, melainkan ‘Wakil Rezim’,” seru Pramudia dengan tegas.

    Aksi dan Harapan

    Sebagai bentuk perlawanan, HIKMAHBUDHI mengajak rakyat untuk menyebarkan “Peringatan Darurat” di media sosial sebagai simbol perlawanan terhadap rezim. Ia mengutip kata-kata sang proklamator, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri,” sebagai pengingat bahwa perjuangan melawan tirani dalam negeri adalah tugas yang berat.

    Dalam orasinya, Pramudia juga mengutip puisi Wiji Thukul yang menjadi simbol perlawanan, “Apabila usul ditolak, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, maka hanya ada satu kata: LAWAN!” Sebuah seruan yang kuat untuk melawan segala bentuk ketidakadilan. Ia pun menutup orasinya dengan doa dari Ettavata Parrita, “Semoga pemerintah bertindak benar,” sebuah harapan bahwa keadilan dan kebenaran akan menang di tengah kondisi demokrasi yang tengah berada di ujung tanduk ini.

    Dengan penuh semangat, Pramudia dan HIKMAHBUDHI terus berjuang demi tegaknya demokrasi dan keadilan di Indonesia, berharap bahwa suara rakyat tidak akan pernah lagi dibungkam oleh kekuasaan yang semena-mena.

    Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) Pramudia Gilang Mahesa
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKangkangi Konstitusi, HIKMAHBUDHI: DPR Kini Wakil Rezim
    Next Article Berkah di Balik Kecelakaan: MHA Kini Punya Identitas

    Related Posts

    Nasional

    Judul:Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

    9 Februari 2026
    Nasional

    Rakernas PJS Tetapkan Tiga Pedoman Strategis Organisasi

    29 Desember 2025
    Nasional

    Kodim 0909 Kutim Torehkan Prestasi Nasional Kampung Pancasila

    19 Desember 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Demo
    Top Posts

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 20262

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Maret 20262

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 20261
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 20262

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Maret 20262

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 20261
    Our Picks

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 2026

    Verifikasi Dapodik Rampung, Kemendikdasmen Bidik Guru S1/D4 yang Belum Ikut PPG Guru Tertentu

    8 April 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Ewarta.id
    Facebook Instagram WhatsApp YouTube
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Privasi
    • Disclaimer
    © 2026 Ewarta.id by Dexpert, Inc.
    Dikelola oleh PT Era Warta Idola

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.