SIDOARJO – Memasuki triwulan terakhir tahun 2024, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kabupaten Sidoarjo masih menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari realisasi penerimaan dan belanja yang terus tumbuh hingga akhir Agustus 2024. Pertumbuhan yang stabil ini terlihat dari berbagai sektor penerimaan, termasuk pajak penghasilan, cukai, pajak perdagangan internasional, hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sidoarjo, Didi Prihadi, dalam rilis APBN yang digelar pada Jumat (27/9/2024), menekankan bahwa penerimaan perpajakan di Kabupaten Sidoarjo hingga Agustus 2024 tumbuh sebesar 5,49% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023.
“Penerimaan dari pajak penghasilan mencapai Rp3.995,48 miliar, naik 13,32% secara year-on-year (yoy). Selain itu, penerimaan dari cukai tumbuh 6,91% mencapai Rp4.017 miliar, sementara pajak lainnya tumbuh 11,23% mencapai Rp37,42 miliar,” ujar Didi dalam paparannya.

Penerimaan Negara Meningkat, Tantangan PPN Meski mayoritas sektor pajak mengalami peningkatan, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) justru mengalami kontraksi sebesar -4,72%. Ini menjadi catatan bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong sektor-sektor yang terkena dampak kontraksi tersebut. Sementara itu, penerimaan PNBP hingga akhir Agustus 2024 menunjukkan dua tren berbeda. Penerimaan PNBP lainnya terkontraksi sebesar -16,15%, namun penerimaan dari Badan Layanan Umum (BLU) justru tumbuh sebesar 11,56%, menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan di Sisi Belanja Negara Di sisi belanja negara, kinerja APBN Kabupaten Sidoarjo juga menunjukkan pencapaian yang signifikan. Hingga akhir Agustus 2024, belanja negara telah mencapai Rp3.724,41 miliar atau sekitar 58,96% dari total anggaran, yang mencerminkan pertumbuhan 24,26% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Belanja pegawai mencapai Rp2.271,36 miliar, tumbuh 19,97%, sementara belanja modal mengalami pertumbuhan luar biasa hingga 124,19% mencapai Rp762,19 miliar,” jelas Didi.
Namun, ada beberapa sektor yang mengalami kontraksi, seperti belanja barang yang turun -9,56% dan belanja sosial yang terkontraksi -6,25%.
Transfer Ke Daerah: Pendorong Pembangunan Daerah Selain dari belanja langsung, transfer ke daerah juga menjadi sorotan utama. Hingga akhir Agustus 2024, penyaluran dana transfer ke daerah mencapai Rp1.754,12 miliar, dengan pertumbuhan sebesar 12,37%. Dana Alokasi Umum (DAU) mencatatkan pertumbuhan 18,20%, sedangkan Dana Alokasi Khusus Fisik mengalami lonjakan signifikan sebesar 73,61%.
“Dengan surplus yang telah diraih hingga Agustus 2024, APBN di Kabupaten Sidoarjo siap mendukung pembangunan hingga akhir tahun,” tutup Didi.
Optimisme ini memberikan sinyal positif bahwa meskipun ada tantangan, terutama pada sektor-sektor tertentu, APBN di Sidoarjo masih berada pada jalur yang baik. Dukungan dari pemerintah pusat melalui transfer dana, serta pengelolaan yang tepat di tingkat daerah, diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Sidoarjo hingga akhir tahun 2024.

