Jakarta – Identitas visual peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia resmi memiliki wajah baru. Pemerintah menetapkan karya desainer asal Padang, Sumatera Barat, Fajar Novaryo dari Aman Design Biro, sebagai logo resmi HUT ke-81 RI setelah memperoleh dukungan terbanyak dalam pemungutan suara yang melibatkan masyarakat dari berbagai daerah hingga diaspora Indonesia di luar negeri.
Pengumuman dilakukan dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/6/2026). Pemilihan logo dilakukan melalui mekanisme polling daring yang dibuka pada 24 Juni hingga 28 Juni 2026 melalui laman resmi logohutri.istanapresiden.go.id. Dari lima desain finalis, karya Fajar Novaryo meraih suara tertinggi dan ditetapkan sebagai identitas resmi peringatan kemerdekaan tahun ini.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa mekanisme pemilihan logo tahun ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan partisipasi masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi upaya menghadirkan peringatan kemerdekaan yang tidak hanya disiapkan pemerintah, tetapi juga melibatkan aspirasi publik.
“Hari ini panitia mengumumkan logo yang telah dipilih oleh masyarakat dan ditetapkan sebagai logo resmi peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Juri Ardiantoro dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta (29/6/26).
Partisipasi masyarakat tercatat cukup tinggi. Dalam waktu kurang dari lima hari, sebanyak 68.569 suara masuk dari berbagai wilayah Indonesia serta komunitas diaspora di luar negeri. Angka tersebut menunjukkan antusiasme publik dalam menentukan identitas visual peringatan kemerdekaan yang akan digunakan secara nasional oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
“Berdasarkan hasil penghitungan, karya nomor dua milik Saudara Fajar Novaryo dari Aman Design Biro Padang memperoleh suara terbanyak sebesar 44,73 persen,” kata Juri Ardiantoro.
Ia sekaligus menyampaikan ucapan selamat kepada Fajar atas terpilihnya desain tersebut sebagai logo resmi HUT ke-81 Republik Indonesia.
Selain mengumumkan pemenang, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada para desainer lain yang berhasil masuk dalam lima besar, yakni David Wirawan, Kanda Putra Rizkiawan, dan Tiffany Johan. Seluruh karya dinilai mampu menerjemahkan tema besar HUT ke-81 RI, yaitu “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, melalui pendekatan visual yang berbeda namun tetap merepresentasikan semangat kebangsaan.
Menurut Juri, setiap desain membawa gagasan mengenai persatuan, optimisme, dan cita-cita pembangunan nasional. Karena itu, proses seleksi tidak hanya mempertimbangkan aspek estetika, tetapi juga kekuatan pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat melalui simbol resmi peringatan kemerdekaan.
Pemilihan logo melalui mekanisme terbuka menjadi langkah yang berbeda dibanding sejumlah tahun sebelumnya. Keterlibatan publik memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut menentukan simbol nasional yang akan digunakan secara luas selama rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Cara ini juga memperkuat rasa memiliki terhadap identitas visual yang nantinya menghiasi berbagai kegiatan resmi, kampanye publik, hingga perayaan di daerah.
Logo HUT RI bukan sekadar elemen grafis. Setiap tahun, logo menjadi identitas visual yang merepresentasikan tema nasional sekaligus mencerminkan semangat zaman. Karena digunakan secara seragam oleh instansi pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, organisasi masyarakat, dan komunitas, keberadaannya memiliki fungsi sebagai alat komunikasi publik yang menyatukan pesan peringatan kemerdekaan.
Bagi dunia desain kreatif Indonesia, terpilihnya karya desainer dari Padang menunjukkan bahwa talenta daerah memiliki kesempatan yang sama untuk tampil di tingkat nasional. Proses seleksi berbasis kompetisi terbuka dan pemungutan suara publik memberi ruang apresiasi terhadap karya kreatif yang lahir dari berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintah berharap logo resmi HUT ke-81 RI dapat menjadi simbol yang menyatukan semangat masyarakat dalam memperingati kemerdekaan sekaligus menghidupkan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” dalam berbagai kegiatan sepanjang bulan kemerdekaan. Dengan keterlibatan publik sejak tahap pemilihan, logo tersebut diharapkan tidak hanya menjadi identitas visual, tetapi juga menjadi representasi partisipasi masyarakat dalam merayakan perjalanan bangsa menuju masa depan.

