Close Menu
Ewarta.idEwarta.id

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sleepmaxxing Viral, Tren Tidur Berkualitas

    4 Juni 2026

    Sulit Fokus? Waspadai Fenomena Brain Rot

    3 Juni 2026

    Dapur Minimalis Rapi Kini Jadi Favorit Banyak Orang

    2 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Ewarta.idEwarta.id
    • Beranda
    • Berita
      • Daerah
      • Nasional
      • Global
      • Figur
      • Info Haji
      • Obituari
    • Utama
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Lingkungan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Tokoh
    • Politik
    • Ekonomi
    • Indonesia
    Kamis, 4 Juni 2026 Subscribe
    Ewarta.idEwarta.id
    Beranda ยป Sulit Fokus? Waspadai Fenomena Brain Rot

    Sulit Fokus? Waspadai Fenomena Brain Rot

    Pikiran yang tenang tumbuh dari kebiasaan yang terjaga.
    Siti Aisyah3 Juni 2026 Opini
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Sulit Fokus? Waspadai Fenomena Brain Rot
    Gambar Ilustrasi by AI
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Fokus menurun kini menjadi keluhan banyak orang di tengah derasnya arus digital. Tidak sedikit yang merasa mudah terdistraksi, cepat bosan, hingga sulit menyelesaikan pekerjaan sederhana. Dalam beberapa waktu terakhir, istilah brain rot semakin ramai diperbincangkan di media sosial. Istilah ini menggambarkan kondisi saat seseorang merasa kemampuan fokus dan berpikir mendalam menurun akibat terlalu banyak mengonsumsi konten cepat secara terus-menerus.

    Fenomena ini menjadi sorotan karena kebiasaan digital masyarakat berubah drastis. Video pendek berdurasi beberapa detik kini mendominasi perhatian banyak pengguna internet. Konten singkat yang terus berganti tanpa jeda membuat otak terbiasa menerima stimulasi instan. Akibatnya, aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lebih lama terasa membosankan. Membaca artikel panjang, menyelesaikan laporan, hingga belajar sering terasa lebih berat dibanding sebelumnya.

    Istilah brain rot memang bukan diagnosis medis resmi. Namun, banyak ahli perilaku digital menilai pola konsumsi informasi yang terlalu cepat dapat memengaruhi fokus seseorang. Saat otak terus menerima hiburan instan, kemampuan mempertahankan perhatian dalam waktu lama berpotensi menurun. Kondisi ini semakin terasa pada generasi muda yang sangat dekat dengan gawai sejak usia dini.

    Dampaknya tidak selalu terlihat secara langsung. Banyak orang mulai merasa sulit mengingat informasi sederhana. Ada pula yang sering membuka aplikasi tanpa tujuan jelas, lalu kehilangan waktu berjam-jam tanpa disadari. Bahkan, sebagian orang merasa lelah secara mental meski tidak melakukan aktivitas berat. Hal ini terjadi karena otak terus menerima rangsangan tanpa jeda yang cukup untuk beristirahat.

    Kebiasaan berpindah dari satu video ke video lain juga dapat memicu rasa gelisah. Saat tidak memegang ponsel, sebagian orang merasa cepat bosan atau tidak nyaman. Situasi ini perlahan memengaruhi produktivitas kerja, kualitas belajar, hingga pola tidur. Tidak sedikit yang akhirnya sulit fokus saat rapat, belajar, atau mengerjakan tugas penting.

    Meski terdengar mengkhawatirkan, kondisi ini tetap bisa diatasi dengan langkah sederhana. Mengurangi waktu layar secara bertahap menjadi awal yang baik. Banyak orang mulai mencoba membatasi penggunaan media sosial pada jam tertentu. Memberi jeda tanpa layar selama beberapa menit setiap hari juga membantu otak kembali rileks.

    Selain itu, membiasakan membaca buku, berjalan santai, atau melakukan aktivitas tanpa gawai dapat melatih fokus kembali. Tidur cukup dan mengurangi paparan layar sebelum tidur juga menjadi langkah penting. Kebiasaan kecil yang dilakukan rutin sering memberi perubahan besar pada kemampuan konsentrasi.

    Di tengah kemajuan teknologi, menjaga keseimbangan digital menjadi kebutuhan penting. Gawai memang mempermudah banyak hal, tetapi otak juga membutuhkan ruang untuk beristirahat. Saat perhatian mulai mudah terpecah, mungkin sudah waktunya memberi jeda sejenak dari layar dan kembali melatih fokus secara perlahan.

    Brain Rot Informasi Health Kesehatan Mental Media sosial Sulit Fokus
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleDapur Minimalis Rapi Kini Jadi Favorit Banyak Orang
    Next Article Sleepmaxxing Viral, Tren Tidur Berkualitas

    Related Posts

    Opini

    Sleepmaxxing Viral, Tren Tidur Berkualitas

    4 Juni 2026
    Opini

    Relawan Bukan Juru Selamat

    18 Mei 2026
    Opini

    Angka Tumbuh yang Dipertanyakan

    13 Mei 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Gempur Rokok Ilegal
    Top Story

    Inflasi Tasikmalaya Maret 2026 Tembus 0,44 Persen

    1 April 202639

    Yuliyani Handraeni, Ketekunan yang Menjadi Kekuatan

    21 April 202630

    Diresmikan: Kantor Bersama Biro, Diharapkan Media Bersinergi dan Jaga Kondusifitas

    8 September 202427
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    Inflasi Tasikmalaya Maret 2026 Tembus 0,44 Persen

    1 April 202639

    Yuliyani Handraeni, Ketekunan yang Menjadi Kekuatan

    21 April 202630

    Diresmikan: Kantor Bersama Biro, Diharapkan Media Bersinergi dan Jaga Kondusifitas

    8 September 202427
    Our Picks

    Sleepmaxxing Viral, Tren Tidur Berkualitas

    4 Juni 2026

    Sulit Fokus? Waspadai Fenomena Brain Rot

    3 Juni 2026

    Dapur Minimalis Rapi Kini Jadi Favorit Banyak Orang

    2 Juni 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Ewarta.id
    Facebook Instagram WhatsApp YouTube
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Privasi
    • Disclaimer
    © 2026 Ewarta.id by Dexpert, Inc.
    Dikelola oleh PT Era Warta Idola

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.