Bone – Semangat membangun generasi muda melalui pendidikan kepramukaan kembali menguat di Kabupaten Bone. Sebanyak 173 peserta resmi mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Golongan Penggalang yang digelar di Aula Kampus PGSD Bone Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (FIP UNM), Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dewan Racana Pandega Arung Palakka dan Besse Kajuara Gerakan Pramuka Gugus Depan 21.085 dan 21.086 yang berpangkalan di PGSD Bone FIP UNM bekerja sama dengan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Bone melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Tingkat Cabang (Pusdiklatcab) La Mellong. Pelaksanaan KMD berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juli 2026, dengan sasaran utama mahasiswa PGSD Bone FIP UNM serta peserta umum.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Ketua Harian Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Bone, Kak Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si, yang hadir mewakili Ketua Kwartir Cabang Bone, Kak H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. Ketua Kwartir Cabang Bone berhalangan hadir karena harus memenuhi agenda lain yang telah dijadwalkan.
Sejumlah unsur pengurus Gerakan Pramuka turut menghadiri pembukaan tersebut. Di antaranya Sekretaris Kwartir Cabang Bone Kak Agus Purwanto, Kepala Pusdiklatcab Bone Kak Muhammad Yunus, S.Pd.I., M.M., tim pelatih Pusdiklatcab Bone, Ketua Kwartir Ranting Tanete Riattang, pengurus Majelis Pembimbing Ranting, pengurus Gugus Depan 21.085 dan 21.086 PGSD Bone FIP UNM, serta jajaran Dewan Racana Pandega Arung Palakka dan Besse Kajuara.
Ketua Panitia Pelaksana, Kak Andi Amaliani, menjelaskan bahwa KMD tahun ini mengangkat tema “Mengembangkan karakter, keterampilan dan jiwa kepemimpinan untuk mewujudkan pendidikan kepramukaan yang berkualitas, berdaya saing, adaptif terhadap perkembangan zaman.” Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap kebutuhan pembina Pramuka yang tidak hanya memahami dasar-dasar kepramukaan, tetapi juga mampu menyesuaikan metode pembinaan dengan perkembangan zaman.
“Tema yang kami usung adalah ‘Mengembangkan karakter, keterampilan dan jiwa kepemimpinan untuk mewujudkan pendidikan kepramukaan yang berkualitas, berdaya saing, adaptif terhadap perkembangan zaman’. Kegiatan ini diikuti 173 peserta yang berasal dari mahasiswa PGSD Bone FIP UNM dan peserta umum, serta dilaksanakan selama 24 hingga 26 Juli 2026,” ujar Kak Andi Amaliani saat memberikan keterangan di Kampus PGSD Bone FIP UNM, Kabupaten Bone, Jumat (24/7/26).
Dalam sambutannya, Kak Edy Saputra Syam menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Kwartir Cabang Bone yang tidak dapat hadir secara langsung. Ia kemudian menegaskan bahwa KMD merupakan salah satu tahapan penting dalam menyiapkan pembina Pramuka yang memiliki kompetensi sesuai standar Gerakan Pramuka, khususnya untuk membina anggota Golongan Penggalang.
“Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Golongan Penggalang ini bertujuan agar para peserta mampu menjadi pembina Pramuka Penggalang dengan menggunakan metode kepramukaan dalam proses latihan sehingga menghasilkan Pramuka Penggalang yang berkarakter, berkebangsaan, memiliki kecakapan hidup, dan peduli lingkungan sesuai jenjangnya,” kata Kak Edy Saputra Syam.
Menurutnya, pembina Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, peserta diharapkan memanfaatkan seluruh materi dan proses pelatihan sebagai bekal ketika nantinya menjalankan tugas pembinaan di gugus depan masing-masing.
“Menjadi seorang Pembina Pramuka adalah sebuah panggilan hati dan panggilan jiwa. Selain itu, ada tanggung jawab yang besar menyertainya. Untuk itu, ikuti seluruh rangkaian pelaksanaan kegiatan KMD sehingga dapat menghasilkan Pembina Pramuka Penggalang yang tangguh, berkarakter serta bertanggung jawab,” ujar Kak Edy Saputra Syam.
Pelaksanaan KMD menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Gerakan Pramuka. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai metode pendidikan kepramukaan, teknik membina peserta didik Golongan Penggalang, kepemimpinan, hingga penyelenggaraan latihan yang sesuai dengan prinsip dasar dan metode kepramukaan.
Keikutsertaan mahasiswa PGSD Bone FIP UNM dalam jumlah besar juga memperlihatkan sinergi antara pendidikan tinggi dan Gerakan Pramuka dalam menyiapkan calon pendidik yang memiliki kompetensi pembentukan karakter. Bekal yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan tidak hanya di lingkungan Pramuka, tetapi juga dalam dunia pendidikan formal ketika para peserta menjadi tenaga pendidik di masa depan.
Bagi masyarakat, keberadaan pembina Pramuka yang kompeten memiliki arti penting karena mereka menjadi ujung tombak pendidikan karakter di tingkat sekolah maupun gugus depan. Melalui pembinaan yang berkualitas, peserta didik diharapkan tumbuh sebagai generasi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
Kegiatan KMD Golongan Penggalang di PGSD Bone FIP UNM menjadi salah satu langkah nyata memperkuat kualitas pendidikan kepramukaan di Kabupaten Bone. Selain menghasilkan calon pembina yang memenuhi standar kompetensi, pelatihan ini juga mempertegas peran Pramuka sebagai wahana pendidikan nonformal yang terus relevan dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan perkembangan zaman.

