Close Menu
Ewarta.idEwarta.id

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Menag Dorong RI Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

    25 Mei 2026

    Tips Jaga Berat Badan Tetap Ideal Usai Lebaran

    23 Mei 2026

    BPOM Alarm Bahaya Vape, Indonesia Darurat Perokok Muda

    22 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Ewarta.idEwarta.id
    • Beranda
    • Berita
      • Daerah
      • Nasional
      • Global
      • Figur
      • Info Haji
      • Obituari
    • Utama
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Lingkungan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Tokoh
    • Politik
    • Ekonomi
    • Indonesia
    Selasa, 26 Mei 2026 Subscribe
    Ewarta.idEwarta.id
    Beranda ยป Sawit RI dalam Ancaman Serius dari Eropa

    Sawit RI dalam Ancaman Serius dari Eropa

    Uni Eropa telah mengambil berbagai langkah untuk menekan produk kelapa sawit Indonesia
    Adi Rizki Ramadhan26 Juni 2023 Ekonomi
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Ilustrasi. Sawit RI dalam Ancaman Serius dari Eropa
    Ilustrasi. Sawit RI dalam Ancaman Serius dari Eropa
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Uni Eropa telah mengambil berbagai langkah untuk menekan produk kelapa sawit Indonesia, termasuk memberlakukan Undang-Undang Deforestasi pada 16 Mei 2023. Selain itu, mereka juga melakukan kampanye negatif terhadap produk kelapa sawit, khususnya minyak sawit, dengan mengaitkannya dengan isu lingkungan dan kesehatan.

    Eddy Abdurrachman, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), menyatakan bahwa tindakan Uni Eropa tersebut adalah persaingan dagang. Mereka tidak puas dengan kompetitivitas minyak sawit Indonesia yang dianggap lebih baik.

    “Melihat tingkat produktivitas kelapa sawit yang tinggi, kelapa sawit sangat kompetitif dalam perdagangan internasional untuk minyak nabati, dibandingkan dengan minyak nabati lainnya seperti minyak bunga matahari dan kedelai. Inilah yang menjadi tantangan bagi negara penghasil minyak nabati selain kelapa sawit,” ungkap Eddy dalam acara Special Dialogue ‘Menggapai Sawit Tetap Jadi Andalan Indonesia saat Dunia Penuh Ketidakpastian’.

    Perjuangan Melawan Kampanye Negatif

    Eddy menambahkan, “Saya melihat ini sebagai kompetisi bisnis di mana mereka mengambil langkah-langkah untuk melakukan kampanye negatif yang bertujuan untuk merugikan industri kelapa sawit. Mereka menyampaikan berbagai isu terkait kesehatan, hak asasi manusia, dan deforestasi.”

    Indonesia sedang berjuang bersama Malaysia untuk menggugat Uni Eropa. Tujuannya adalah agar kebijakan Uni Eropa ini tidak merugikan Indonesia dan Malaysia, yang merupakan dua produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

    Pendekatan Persuasif

    Namun, Indonesia dan Malaysia belum akan mengajukan gugatan ke Badan Perdagangan Dunia (WTO). Kedua negara akan mengadopsi pendekatan persuasif terlebih dahulu, dengan harapan Uni Eropa akan lebih lunak dalam kebijakannya.

    “Efek langkah-langkah yang kita ambil dalam berdialog dengan masyarakat Uni Eropa ini memberikan respons positif. Kita akan terus berjuang untuk melindungi kepentingan industri kelapa sawit,” ujar Eddy.

    Minyak Sawit Berada di Peringkat Terendah

    Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Sahat Sinaga, mengatakan bahwa minyak sawit berada di peringkat terendah di antara minyak nabati lainnya di Uni Eropa, meskipun memiliki berbagai keunggulan. Ia menyebut bahwa minyak sawit kaya akan nutrisi dan omega, serta memberikan manfaat bagi kulit dan kesehatan.

    “Sawit kita dianggap rendah, padahal memiliki nutrisi tinggi, termasuk omega. Oleh karena itu, kita harus mengubah pandangan masyarakat terhadap minyak sawit, menjadikannya sebagai emas dan bukan loyang,” kata Sahat.

    Indonesia dan Malaysia akan terus berupaya melindungi industri kelapa sawit dan memperjuangkan kepentingan mereka di hadapan Uni Eropa, dengan harapan dapat mencapai solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.

    Eddy Abdurachman Industri Sawit Uni Eropa
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleTerkuak! Adian Napitupulu Ungkap Capres 2024
    Next Article Kejutan Lukashenko dan Gagalnya Kudeta Wagner di Rusia

    Related Posts

    Ekonomi

    Menag Dorong RI Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

    25 Mei 2026
    Ekonomi

    PJPH Perluas Kerja Sama Halal dengan Lima Negara

    21 Mei 2026
    Ekonomi

    Indonesia-Rusia Perkuat Dagang dan Investasi

    15 Mei 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Gempur Rokok Ilegal
    Top Story

    Inflasi Tasikmalaya Maret 2026 Tembus 0,44 Persen

    1 April 202638

    Yuliyani Handraeni, Ketekunan yang Menjadi Kekuatan

    21 April 202628

    Diresmikan: Kantor Bersama Biro, Diharapkan Media Bersinergi dan Jaga Kondusifitas

    8 September 202426
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    Inflasi Tasikmalaya Maret 2026 Tembus 0,44 Persen

    1 April 202638

    Yuliyani Handraeni, Ketekunan yang Menjadi Kekuatan

    21 April 202628

    Diresmikan: Kantor Bersama Biro, Diharapkan Media Bersinergi dan Jaga Kondusifitas

    8 September 202426
    Our Picks

    Menag Dorong RI Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

    25 Mei 2026

    Tips Jaga Berat Badan Tetap Ideal Usai Lebaran

    23 Mei 2026

    BPOM Alarm Bahaya Vape, Indonesia Darurat Perokok Muda

    22 Mei 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Ewarta.id
    Facebook Instagram WhatsApp YouTube
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Privasi
    • Disclaimer
    © 2026 Ewarta.id by Dexpert, Inc.
    Dikelola oleh PT Era Warta Idola

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.