Close Menu
Ewarta.idEwarta.id

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Prambanan Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia dan India

    9 Juli 2026

    D-8 Halal Expo 2026 Perkuat Langkah Indonesia Jadi Pusat Halal

    9 Juli 2026

    Indonesia-India Sepakati Restorasi Prambanan dan Diplomasi Budaya

    7 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Ewarta.idEwarta.id
    • Beranda
    • Berita
      • Daerah
      • Nasional
      • Global
      • Figur
      • Info Haji
      • Obituari
    • Utama
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Lingkungan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Tokoh
    • Politik
    • Ekonomi
    • Indonesia
    Sabtu, 11 Juli 2026 Subscribe
    Ewarta.idEwarta.id
    Beranda » Duh! Likuiditas Dolar di Indonesia Lagi Krisis Nih, Beneran?

    Duh! Likuiditas Dolar di Indonesia Lagi Krisis Nih, Beneran?

    Pengaruh Suku Bunga dan Cadangan Devisa
    Adi Rizki Ramadhan13 Juli 2023 Ekonomi
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    dolar
    Ilustrasi. Krisis Likuiditas Dolar di Indonesia (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Pelaku pasar mengakui bahwa saat ini terjadi keterbatasan likuiditas valas atau dolar Amerika Serikat (AS) di pasar keuangan Indonesia. Dalam hal ini, beberapa pihak mengakui kesulitan dalam memperoleh dolar AS untuk memenuhi kebutuhan operasional mereka, yang menunjukkan bahwa likuiditas dolar sedang mengering.

    Menurut Satria Sambijantoro, seorang ekonom dari Bahana Sekuritas, membenarkan bahwa likuiditas dolar AS di pasar keuangan Indonesia saat ini sedang mengalami kekeringan. Dia menjelaskan bahwa fenomena ini disebabkan oleh perbedaan yang masih tinggi antara suku bunga Bank Indonesia (BI) dengan suku bunga bank sentral negara-negara maju.

    Pengaruh Suku Bunga dan Cadangan Devisa

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) saat ini masih mempertahankan suku bunga acuan, yaitu BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR), pada level 5,75%. Meskipun sedikit lebih tinggi daripada suku bunga bank sentral di negara maju seperti Inggris (5%), Eropa (3,5%), dan Amerika Serikat (5% – 5,25%).

    “Jadi memang suatu hal yang normal secara teori ekonomi mata uang melemah, karena adanya gap suku bunga domestik dan global. Ini juga terlihat dari berkurangnya cadangan devisa Bank Indonesia (BI) secara drastis,” jelas Satria.

    “Jadi, memang yang dilakukan BI dalam 2-3 hari terakhir adalah menyediakan valas langsung kepada pembeli besar dari cadangan devisa,” kata Satria lagi.

    Penurunan Cadangan Devisa Indonesia

    Pada bulan Juni 2023, terjadi penurunan posisi cadangan devisa Indonesia yang mencapai US$ 7,66 miliar dibandingkan dengan Maret 2023. Cadangan devisa Indonesia saat ini tercatat sebesar US$ 137,54 miliar, sedangkan pada bulan Maret 2023 jumlahnya mencapai US$ 145,2 miliar.

    “Itu terjadi dengan biaya devisa yang dikeluarkan oleh BI sebesar US$ 7 miliar dalam dua bulan terakhir atau sekitar Rp 90 triliun. Kira-kira seperti itu,” jelas Satria.

    Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengungkapkan, ketatnya likuiditas dolar di pasar domestik karena masih kuatnya ekspektasi The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan.

    “Jangka pendek dan kebutuhan dolar kita tinggi banget. So far saya lebih short term. Karena di sini ada pengaruh bayar dividen atau kebutuhan Pertamina tinggi, kalau ini sudah diatasi dengan strategi, dia bisa mengurangi volatilitas.

    Stabilitas Likuiditas Dolar AS

    Di sisi lain, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, dari sisi surplus transaksi perdagangan memang mulai terlihat menurun, namun tidak terjadi aliran modal keluar yang signifikan dari pasar keuangan domestik.

    “Kami memperkirakan likuiditas dolar AS di pasar keuangan domestik masih cenderung solid, meskipun dengan tren penguatan dolar AS saat ini,” jelas Josua.

    David Sumual, Kepala Ekonom, menyampaikan bahwa repatriasi dividen, government bond, dan trade surplus mengalami penurunan sejak bulan Mei 2023, sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Josua.

    “Kalau lihat instrumen valas bank di BI sebetulnya penurunannya terbatas ya,” jelas David.

    David Sumual Dolar Permata Josua Pardede Satria Sambijantoro
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePutin Melemah Pasukan Memberontak Sekutu yang ‘Berkhianat’
    Next Article Skandal PPDB: Disdikbud Harus Prioritaskan 3 Jalur!

    Related Posts

    Ekonomi

    D-8 Halal Expo 2026 Perkuat Langkah Indonesia Jadi Pusat Halal

    9 Juli 2026
    Ekonomi

    5.000 UMK Terima Sertifikat Halal, BPJPH Dorong Daya Saing

    30 Juni 2026
    Ekonomi

    IIE 2026 Perkuat Posisi Indonesia di Wisata Halal Dunia

    29 Juni 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Gempur Rokok Ilegal
    Top Story

    KPU Kaltim Resmi Tetapkan Rudy Mas’ud-Seno Aji sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih

    6 Februari 2025463

    Tak Ada Berita Seharga Nyawa, Tapi Fakta Harus Tiba

    24 Juni 202669

    Inflasi Tasikmalaya Maret 2026 Tembus 0,44 Persen

    1 April 202646
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    KPU Kaltim Resmi Tetapkan Rudy Mas’ud-Seno Aji sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih

    6 Februari 2025463

    Tak Ada Berita Seharga Nyawa, Tapi Fakta Harus Tiba

    24 Juni 202669

    Inflasi Tasikmalaya Maret 2026 Tembus 0,44 Persen

    1 April 202646
    Our Picks

    Prambanan Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia dan India

    9 Juli 2026

    D-8 Halal Expo 2026 Perkuat Langkah Indonesia Jadi Pusat Halal

    9 Juli 2026

    Indonesia-India Sepakati Restorasi Prambanan dan Diplomasi Budaya

    7 Juli 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Ewarta.id
    Facebook Instagram WhatsApp YouTube
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Privasi
    • Disclaimer
    © 2026 Ewarta.id by Dexpert, Inc.
    Dikelola oleh PT Era Warta Idola

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.