Singapura – Ruang belajar Indonesia dan Tailand akan semakin terhubung. Kedua negara sepakat memperbarui kerja sama pendidikan yang membuka peluang pertukaran guru dan murid serta pengembangan keterampilan kecerdasan artifisial.
Kesepakatan dibahas dalam pertemuan bilateral Mendikdasmen Abdul Mu’ti dengan Menteri Pendidikan Tailan Prasert Jantararuangtong di sela Sidang Menteri Pendidikan ASEAN ke-14 di Singapura. Program yang dibicarakan mencakup pertukaran siswa, guru, publikasi akademis, dan pelatihan AI.
Kerja sama sebelumnya tetap menjalankan sejumlah kegiatan meskipun masa berlaku perjanjiannya telah berakhir. Kedua pihak merencanakan pembaruan nota kesepahaman.
“Disepakati … memperkuat program pertukaran guru, pertukaran murid juga tentang pembelajaran AI,” ujar Abdul Mu’ti usai pertemuan bilateral di Singapura (22/7/26), sebagaimana dipublikasikan 24 Juli.
Pertukaran pendidikan memiliki nilai lebih dari perjalanan internasional. Guru dapat melihat praktik kelas di negara lain, membandingkan pendekatan, lalu menyesuaikan pengalaman tersebut dengan lingkungan sekolah di Indonesia.
Murid memperoleh kesempatan berhadapan langsung dengan bahasa, budaya, dan cara belajar yang berbeda. Pengalaman seperti itu dapat melatih kemampuan beradaptasi serta memahami masyarakat kawasan Asia Tenggara secara lebih nyata.
Pelatihan AI menjadi unsur yang semakin relevan. Sekolah menghadapi kebutuhan bukan hanya mengajari cara menggunakan teknologi, tetapi juga membangun pemahaman tentang batas, risiko, etika, dan penggunaan yang bertanggung jawab.
Kerja sama regional dapat membantu negara ASEAN mengembangkan kapasitas tanpa seluruhnya bergantung pada pengalaman dari kawasan yang memiliki situasi sosial berbeda. Indonesia dan Tailan sama-sama menghadapi keragaman wilayah serta kebutuhan pemerataan pendidikan.
Tantangannya adalah memastikan kesempatan tidak hanya dinikmati sekolah yang sudah memiliki jejaring internasional kuat. Mekanisme seleksi dan distribusi program perlu memberi ruang bagi peserta dari berbagai daerah.
Pengalaman peserta juga perlu dibagikan setelah mereka kembali. Pertukaran akan memiliki dampak lebih luas ketika guru membuat pelatihan bagi rekan kerja atau murid berbagi pengalaman dengan komunitas sekolah.
Kerja sama pendidikan Indonesia-Tailand pada akhirnya memperlihatkan bahwa pembelajaran semakin melampaui batas negara. Manfaat sebenarnya akan terlihat ketika pengalaman internasional tersebut kembali ke kelas dan memperkaya pendidikan sehari-hari.

