CINEAM – Menurunnya kualitas kepemimpinan dan kemampuan menyelesaikan masalah di kalangan anggota Pramuka menjadi perhatian Dewan Kerja Ranting (DKR) Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Kondisi tersebut mendorong DKR Cineam menggelar seminar kepemimpinan dan problem solving bagi Pramuka Penggalang dan Penegak, Sabtu (17/10/2026).
Seminar tingkat Kecamatan Cineam yang dipelopori DKR Cineam ini merupakan bagian dari program kerja untuk memperkuat karakter generasi muda melalui pembekalan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, dan keterampilan memecahkan masalah. Kegiatan tersebut menyasar anggota Pramuka Penggalang dan Penegak yang menghadapi berbagai tantangan dalam aktivitas keorganisasian di gugus depan maupun lingkungan sekolah.
Ketua DKR Cineam, Faiz Alfarizi, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari pengamatan langsung terhadap perkembangan kepramukaan di sejumlah gugus depan. Menurutnya, masih ditemukan persoalan mendasar yang memengaruhi kualitas anggota, terutama dalam keberanian memimpin dan kemampuan mengambil keputusan.
Pada tingkat Penggalang, persoalan yang kerap muncul berkaitan dengan rendahnya rasa percaya diri. Sebagian anggota masih merasa canggung ketika harus berbicara di depan umum atau mendapatkan tanggung jawab sebagai pemimpin regu.
Kesulitan juga terlihat ketika seorang pemimpin regu harus membagi tugas, memberikan arahan, dan membangun komunikasi dengan anggotanya. Kurangnya pengalaman berorganisasi terkadang memicu kesalahpahaman yang menghambat kerja sama dalam regu.
Sementara itu, Pramuka Penegak menghadapi tantangan yang lebih kompleks, terutama dalam dinamika organisasi ambalan. Perbedaan pendapat saat berdiskusi tidak jarang berkembang menjadi persoalan emosional, sehingga keputusan diambil secara terburu-buru tanpa mempertimbangkan berbagai alternatif penyelesaian.
Kesulitan serupa muncul ketika anggota Penegak merancang kegiatan atau menghadapi kendala teknis di lapangan. Sebagian anggota belum terbiasa mengidentifikasi akar persoalan, menyusun pilihan tindakan, dan menentukan solusi secara sistematis.
“Acara ini digelar dalam rangka program kerja DKR Cineam untuk menjawab kebutuhan adik-adik Pramuka di sekolah. Kami menyaksikan langsung di lapangan bahwa adik-adik Penggalang membutuhkan dorongan kepemimpinan atau leadership, sedangkan rekan-rekan Penegak membutuhkan kemampuan menyelesaikan masalah atau problem solving. Seminar ini hadir sebagai wadah pembekalan karakter agar mereka lebih siap berorganisasi dan terjun di masyarakat,” ujar Ketua DKR Cineam, Faiz Alfarizi, saat menjelaskan latar belakang kegiatan seminar di Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (17/10/26).
Salah satu materi dalam seminar disampaikan oleh Indra Setiawan dengan tema “Pemimpin Muda, Berkarakter dan Bertanggung Jawab”. Materi tersebut menekankan bahwa kepemimpinan bukan semata-mata berkaitan dengan jabatan atau kemampuan mengarahkan orang lain.
Indra menjelaskan bahwa setiap individu pada dasarnya memiliki tanggung jawab untuk memimpin dirinya sendiri. Kemampuan mengatur sikap, menentukan pilihan, dan menerima konsekuensi menjadi fondasi sebelum seseorang dipercaya memimpin sebuah kelompok.
Pemahaman tersebut penting ditanamkan sejak usia Penggalang. Pada tahap ini, anggota Pramuka mulai belajar menjalankan tanggung jawab dalam kelompok kecil, termasuk melalui peran pemimpin regu atau pinru.
Seorang pemimpin regu tidak cukup hanya memberikan instruksi kepada anggota. Ia juga perlu memahami kemampuan setiap anggota, membagi pekerjaan secara adil, mendengarkan pendapat, dan memastikan kegiatan berjalan melalui kerja sama.
Dalam pemaparannya, Indra menguraikan sejumlah karakter yang perlu dimiliki pemimpin muda, yakni kejujuran, kedisiplinan, keberanian mengambil keputusan, tanggung jawab, serta kemampuan menghargai orang lain.
Karakter tersebut harus tercermin dalam tindakan sehari-hari. Seorang pemimpin dituntut menjadi teladan, bukan sekadar menyampaikan arahan atau menuntut anggota menjalankan kewajiban.
Aspek tanggung jawab juga mendapat perhatian khusus. Menurut materi yang disampaikan, keberanian memimpin harus disertai kesiapan mengakui kesalahan, menerima konsekuensi keputusan, dan melakukan perbaikan ketika menghadapi kegagalan.
“Jangan berpikir bahwa pemimpin hanya mereka yang memimpin sebuah kelompok. Kalian semua adalah pemimpin, setidaknya pemimpin bagi diri kalian sendiri. Maka, belajarlah memimpin diri dengan baik, bertanggung jawab atas setiap pilihan, dan jadilah pemimpin yang berpegang teguh pada Tri Satya dan Dasa Darma,” pesan pemateri Indra Setiawan kepada seluruh peserta Seminar Pramuka Penggalang dan Penegak tingkat Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (17/10/26).
Indra juga menempatkan Tri Satya dan Dasa Darma sebagai landasan pembentukan karakter kepemimpinan dalam Gerakan Pramuka. Kedua pedoman tersebut mengajarkan pentingnya kedisiplinan, kepedulian, kemandirian, tanggung jawab, dan pengabdian kepada sesama.
Nilai-nilai kepramukaan itu menjadi bekal bagi peserta untuk menerapkan kepemimpinan di luar kegiatan organisasi. Sikap jujur, kemampuan bekerja sama, dan keberanian bertanggung jawab juga dibutuhkan dalam kehidupan sekolah, keluarga, serta lingkungan masyarakat.
Selain penguatan kepemimpinan bagi Penggalang, seminar ini diarahkan untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah bagi Pramuka Penegak. Keterampilan tersebut diperlukan ketika anggota menghadapi perbedaan pendapat, menyusun program kerja, maupun menangani persoalan sosial.
Problem solving atau pemecahan masalah merupakan proses mengenali persoalan, mencari penyebab, mempertimbangkan alternatif penyelesaian, kemudian menentukan tindakan yang paling sesuai. Kemampuan ini berkaitan erat dengan berpikir kritis, pengendalian emosi, dan pengambilan keputusan.
Bagi anggota Penegak, keterampilan tersebut semakin relevan di tengah perkembangan teknologi digital. Arus informasi yang cepat, komunikasi melalui media sosial, dan beragam pandangan dalam kelompok menuntut remaja mampu memilah informasi serta merespons perbedaan secara bijaksana.
Melalui pembekalan ini, DKR Cineam berharap anggota Penegak tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika menghadapi persoalan organisasi. Mereka didorong membangun kebiasaan berdiskusi, mendengarkan pendapat, dan mempertimbangkan dampak keputusan terhadap anggota lainnya.
Kemampuan menyelesaikan masalah juga berhubungan dengan keberhasilan kegiatan kepramukaan. Ketika sebuah program menghadapi hambatan, anggota perlu mampu menentukan prioritas, membagi tanggung jawab, dan mencari jalan keluar tanpa memperbesar konflik.
Bagi DKR Cineam, seminar tersebut bukan hanya kegiatan penyampaian materi, melainkan bagian dari upaya memperbaiki kualitas pembinaan anggota Pramuka di tingkat kecamatan.
Penguatan karakter sejak tingkat Penggalang diharapkan menjadi bekal ketika anggota melanjutkan pembinaan ke tingkat Penegak. Dengan demikian, proses regenerasi tidak hanya menghasilkan anggota yang aktif mengikuti kegiatan, tetapi juga memiliki kesiapan memimpin dan menyelesaikan persoalan.
DKR Cineam menargetkan peserta Penggalang memperoleh pemahaman dasar mengenai kepemimpinan, pembagian tugas, komunikasi, dan kerja sama regu. Pembekalan tersebut diharapkan membantu mereka lebih percaya diri ketika mendapatkan kesempatan tampil atau memimpin anggota lainnya.
Sementara bagi Penegak, hasil yang diharapkan mencakup kemampuan berpikir kritis, mengendalikan emosi, serta menghadapi persoalan organisasi dan sosial secara lebih tenang. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, komunikasi, dan pertukaran pengalaman antaranggota Pramuka se-Kecamatan Cineam.
Faiz menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan tidak cukup diukur dari terselenggaranya seminar. Penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari menjadi tujuan yang lebih penting, terutama ketika peserta kembali menjalankan aktivitas di sekolah dan organisasi masing-masing.
“Harapan kami ke depan, ilmu kepemimpinan dan pemecahan masalah ini tidak berhenti di ruangan seminar, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, di sekolah, di ambalan, dan di masyarakat. Kami juga berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk meneruskan api Pramuka di Cineam dari generasi sebelumnya hingga seterusnya,” ujar Ketua DKR Cineam, Faiz Alfarizi, saat menyampaikan harapan terhadap keberlanjutan pembinaan Pramuka di Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (17/10/26).
Ia berharap generasi Pramuka berikutnya tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi berkarakter kuat, mandiri, mampu memberikan teladan, serta menghadirkan solusi bagi lingkungan sekitarnya.
Upaya DKR Cineam tersebut menempatkan pembinaan kepemimpinan dan kemampuan memecahkan masalah sebagai bagian penting dari pendidikan karakter. Keduanya tidak hanya dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan Pramuka, tetapi juga menjadi keterampilan yang berguna ketika remaja menghadapi persoalan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui seminar ini, DKR Cineam berupaya menjaga kesinambungan pembinaan Pramuka dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tantangan selanjutnya adalah memastikan pengetahuan yang diperoleh peserta benar-benar diterapkan dalam kegiatan regu, ambalan, dan kehidupan sehari-hari.

