Singapura – Diplomasi tidak selalu berlangsung di meja perundingan. Ruang kelas, bahasa, seni, dan pengalaman hidup mahasiswa asing juga menjadi jalan untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat negara lain.
Indonesia memasukkan program Darmasiswa dalam pembicaraan pembaruan kerja sama pendidikan dengan Tailan. Pertemuan bilateral berlangsung di sela Sidang Menteri Pendidikan ASEAN ke-14 dan membahas pertukaran murid, guru, pelatihan AI, serta publikasi akademis.
Darmasiswa memungkinkan peserta internasional mempelajari bahasa Indonesia, seni, dan kebudayaan melalui pengalaman pendidikan di Tanah Air. Dalam hubungan regional, model seperti itu membantu interaksi masyarakat tidak hanya terjadi melalui perdagangan atau urusan pemerintahan.
“Kolaborasi ini memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan potensi para murid,” demikian pandangan Menteri Pendidikan Tailan Prasert Jantararuangtong dalam pertemuan pendidikan Indonesia-Tailan di Singapura (22/7/26).
Pengalaman tinggal dan belajar memberi peserta pemahaman yang sulit diperoleh hanya melalui informasi daring. Mereka berinteraksi dengan kebiasaan lokal, bahasa sehari-hari, makanan, kesenian, dan lingkungan sosial.
Bagi lembaga pendidikan Indonesia, mahasiswa asing juga membawa perspektif baru. Pertemuan budaya berlangsung dua arah karena masyarakat kampus dan komunitas lokal ikut belajar memahami latar belakang peserta.
Diplomasi pendidikan memiliki efek jangka panjang. Alumni yang memiliki pengalaman positif dapat mempertahankan hubungan dengan Indonesia ketika mereka kembali bekerja sebagai akademisi, profesional, seniman, atau pejabat di negaranya.
Namun, keberhasilan program memerlukan kualitas pengalaman yang baik. Dukungan bahasa, pengurusan administrasi, pendampingan budaya, keamanan, dan kesempatan berinteraksi dengan masyarakat menjadi bagian penting dari pembelajaran.
Kerja sama Indonesia-Tailan juga relevan karena kedua negara merupakan bagian dari ASEAN. Hubungan antarmasyarakat dapat memperkuat pemahaman kawasan di saat mobilitas pendidikan dan tenaga kerja semakin terbuka.
Sekolah dapat mengambil pelajaran dari pendekatan tersebut. Pendidikan budaya akan lebih bermakna ketika tidak berhenti pada hafalan, tetapi memberi ruang perjumpaan langsung dengan orang yang memiliki pengalaman berbeda.
Darmasiswa dengan demikian bukan hanya beasiswa kebudayaan. Ia menjadi saluran agar bahasa dan kebudayaan Indonesia dipelajari melalui kehidupan sehari-hari, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat Indonesia memahami dunia dari tamu yang datang belajar.

