Di tengah derasnya perubahan zaman, masa depan sebuah daerah tak lagi hanya bergantung pada kebijakan pemerintah atau peran elite semata. Harapan besar justru tumbuh dari generasi muda yang kini mendominasi struktur penduduk usia produktif. Di Kabupaten Cianjur, potensi tersebut dinilai menjadi energi besar yang dapat mendorong kemajuan daerah jika diarahkan dengan tepat dan diberi ruang berkembang secara nyata.
Direktur Utama PT. Aruna Evara Utama, Yeni Nuraeni, memandang bahwa Cianjur memiliki modal sosial yang sangat kuat melalui jumlah penduduk mudanya. Menurutnya, keberadaan generasi muda bukan sekadar aset demografi, melainkan kekuatan strategis untuk membangun ekonomi, memperkuat budaya, dan menciptakan inovasi daerah. Hal itu disampaikan Yeni melalui pandangannya mengenai pentingnya kesadaran, partisipasi, serta kepemimpinan pemuda dalam pembangunan Kabupaten Cianjur.
Fenomena dominasi usia produktif saat ini dikenal sebagai bonus demografi, yaitu kondisi ketika jumlah penduduk produktif lebih besar dibanding usia nonproduktif. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi peluang besar apabila dikelola secara optimal melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, dan akses lapangan kerja yang memadai. Namun di sisi lain, jika tidak dimanfaatkan dengan baik, bonus demografi berpotensi memunculkan persoalan sosial seperti pengangguran, meningkatnya kriminalitas, hingga hilangnya arah pembangunan generasi muda.
“Generasi muda Cianjur bukan generasi yang lemah. Mereka hanya membutuhkan kesempatan, dukungan, dan kepercayaan agar mampu tumbuh menjadi kekuatan pembangunan daerah,” ujar Yeni Nuraeni.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi pemuda di Cianjur saat ini masih cukup kompleks. Mulai dari keterbatasan lapangan pekerjaan, belum meratanya akses pendidikan berkualitas, rendahnya literasi digital di sebagian wilayah, hingga minimnya ruang kreatif dan partisipasi publik bagi anak muda. Banyak pemuda memiliki gagasan dan semangat besar, namun belum memperoleh wadah yang memadai untuk mengembangkan potensinya.
Yeni menilai bahwa peningkatan kesadaran sosial generasi muda terhadap daerahnya menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar saat ini. Ia menyoroti fenomena sebagian anak muda yang lebih mengenal budaya luar dibanding potensi lokal di lingkungannya sendiri. Di tengah tingginya aktivitas digital, partisipasi dalam kegiatan sosial dan pembangunan masyarakat dinilai masih perlu diperkuat.
“Kesadaran tidak cukup dibangun melalui slogan atau motivasi semata. Anak muda harus dilibatkan langsung agar tumbuh rasa memiliki terhadap daerahnya,” katanya.
Sebagai langkah strategis, Yeni mendorong hadirnya lebih banyak ruang kreativitas bagi pemuda di Cianjur. Menurutnya, pusat pelatihan digital, ruang kerja kreatif, inkubator bisnis UMKM muda, hingga pelatihan teknologi dan pemasaran digital perlu diperluas, termasuk hingga tingkat desa dan kecamatan. Hal itu penting mengingat peluang ekonomi masa depan semakin banyak bertumpu pada sektor kreatif dan digital.
Selain itu, sistem pendidikan juga dinilai perlu menyesuaikan kebutuhan industri modern. Pelatihan seperti pemasaran digital, kecerdasan buatan (AI), desain grafis, pengelolaan UMKM, pertanian modern, hingga penguasaan bahasa asing dianggap perlu diperluas agar generasi muda lebih siap menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.
Tak hanya itu, keterlibatan pemuda dalam perencanaan pembangunan daerah juga dinilai perlu diperkuat. Pembentukan forum pemuda, musyawarah tingkat desa, hingga program kepemimpinan seperti pelatihan pemimpin muda menjadi salah satu gagasan yang dinilai mampu membangun rasa kepemilikan terhadap daerah.
Sebagai putri asli Desa Nagrak, Kabupaten Cianjur, Yeni mengaku terpanggil untuk ikut berkontribusi dalam proses pembentukan generasi muda yang tangguh, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Ia meyakini bahwa masa depan Cianjur sedang tumbuh di tangan generasi muda hari ini.
Pada akhirnya, pembangunan daerah dinilai tidak hanya berbicara soal infrastruktur atau investasi ekonomi semata, melainkan bagaimana sebuah daerah mampu menyiapkan generasi penerus yang berdaya saing, berkarakter, dan tetap berpijak pada identitas budaya lokal. Dengan dukungan yang tepat, generasi muda Cianjur diyakini dapat menjadi motor perubahan menuju daerah yang lebih maju dan mandiri.

