Jakarta – Jembatan halal Indonesia dan Arab Saudi kembali diperkokoh melalui pertemuan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al-Amudi, di Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Pertemuan itu menjadi sinyal kuat bahwa kerja sama halal bukan sekadar urusan sertifikasi, melainkan bagian dari diplomasi ekonomi yang makin strategis.
Kunjungan tersebut membahas penguatan sinergi bilateral dalam penyelenggaraan jaminan produk halal (JPH). Ahmad Haikal Hasan dan Faisal Abdullah Al-Amudi membicarakan peluang peningkatan kerja sama yang telah berjalan, terutama dalam mendukung industri dan perdagangan produk halal. Kolaborasi ini dinilai penting karena sektor halal global terus tumbuh, semakin kompetitif, dan menjadi perhatian banyak negara.
“Indonesia dan Arab Saudi memiliki hubungan yang sangat baik dan historis. Pertemuan ini penting untuk semakin mempererat kerja sama kedua negara, khususnya dalam pengembangan ekonomi dan perdagangan produk halal yang kini menjadi perhatian dunia dengan nilai yang terus tumbuh semakin besar,” ujar Ahmad Haikal Hasan.
Haikal menegaskan, hubungan diplomatik Indonesia dan Arab Saudi yang telah berlangsung selama 76 tahun menjadi modal penting untuk memperkuat posisi kedua negara dalam pengembangan industri halal dunia. Menurutnya, sinergi di bidang halal tidak hanya berdampak pada produktivitas kerja sama bilateral, tetapi juga berpotensi memberi kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi halal global.
Penguatan kerja sama internasional di sektor halal juga disebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem halal yang modern, terpercaya, dan berdaya saing global. Hal ini sejalan dengan kerja sama yang telah ditandatangani antara BPJPH dan Saudi Halal Center (SHC), serta BPJPH dan Gulf Accreditation Countries (GAC).
“Indonesia terus mendorong penguatan penyelenggaraan jaminan produk halal sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional dan peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar internasional,” imbuhnya.
Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi Faisal Abdullah Al-Amudi menyambut positif gagasan penguatan kerja sama tersebut. Ia menilai Indonesia merupakan mitra strategis Arab Saudi, termasuk dalam pengembangan sektor halal dan perdagangan antarkedua negara.
Pertemuan ini mempertegas komitmen Indonesia dan Arab Saudi untuk menjaga komunikasi, koordinasi, serta kerja sama strategis di bidang halal. Penguatan sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong perdagangan produk halal, membuka peluang investasi, dan memperkokoh posisi kedua negara dalam ekosistem industri halal global.

