Bone – Upaya melawan narkotika di kalangan generasi muda diibaratkan “menjaga bara agar tak menjadi api besar.” Semangat itulah yang mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bone menggandeng Gerakan Pramuka dalam membentuk Satuan Karya (Saka) Anti Narkoba sebagai benteng edukasi sejak dini.
Kegiatan koordinasi ini berlangsung di Sekretariat Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Bone, Jalan Besse Kajuara No. 03, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, pada Senin (20/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, BNN Bone diwakili oleh Ns. Nurlaelah, S.Kep., M.Kes selaku Penyuluh Narkoba Ahli Muda bersama Waspar, SE sebagai Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama. Pertemuan ini bertujuan membahas langkah teknis pembentukan Saka Anti Narkoba di wilayah kerja Kwartir Cabang Bone.

Dalam keterangannya, Ns. Nurlaelah menjelaskan bahwa koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan BNN Bone yang disampaikan melalui rapat daring sebelumnya. Fokus utama pembahasan mencakup prosedur, mekanisme, hingga tahapan pelatihan dalam pembentukan Saka Anti Narkoba di lingkungan Pramuka.
“Kami ditugaskan untuk melakukan koordinasi dengan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Bone terkait pembentukan Saka Anti Narkoba serta membahas proses dan mekanisme pelaksanaannya,” ujar Ns. Nurlaelah.
Ia menambahkan bahwa Saka Anti Narkoba merupakan salah satu satuan karya yang dirintis oleh BNN sebagai wadah pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pandega. Melalui program ini, anggota Pramuka diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta peran aktif dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
“Hasil koordinasi dan komunikasi yang kami lakukan dengan pihak Kwartir Cabang Bone akan kami laporkan kepada pimpinan sebagai tindak lanjut. Kami juga memohon dukungan agar seluruh proses berjalan lancar sesuai harapan,” ungkapnya.
Pembentukan Saka Anti Narkoba ini dinilai strategis mengingat peran generasi muda yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan bebas narkoba. Pramuka sebagai organisasi kepemudaan dinilai memiliki jaringan kuat hingga ke tingkat akar rumput, sehingga efektif dalam menyebarkan edukasi dan kampanye anti narkotika.
Selain itu, sinergi antara BNN dan Gerakan Pramuka diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda yang tidak hanya sadar akan bahaya narkoba, tetapi juga menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Dengan pendekatan edukatif dan berbasis kegiatan kepramukaan, program ini diharapkan mampu menekan angka penyalahgunaan narkotika di wilayah Bone.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba, khususnya di kalangan pelajar dan pemuda.
Pada akhirnya, kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan generasi muda Bone yang sehat, produktif, dan bebas dari pengaruh narkotika.

