Samarinda – “Innalillahi wa innailaihi raji’un,” kabar duka itu menyebar cepat, membawa kehilangan besar bagi dunia pers di Kalimantan Timur. Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur, Mohammad Sukri, wafat pada Kamis siang, meninggalkan jejak kuat sebagai penggerak jurnalisme daerah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Mohammad Sukri mengembuskan napas terakhir pada Kamis (16/04/2026) sekitar pukul 11.30 WITA setelah sebelumnya menjalani perawatan. Jenazah almarhum saat ini masih berada di rumah sakit, menunggu proses lebih lanjut dari pihak keluarga. Kabar wafatnya menyebar luas melalui pesan berantai di kalangan jurnalis dan organisasi media di Kalimantan Timur.
“Innalillahi wa innailaihi raji’un. Bapak Mohammad Sukri dinyatakan dokter meninggal dunia siang ini pukul 11.30. Allahummaghfirlahu warhamhuu wa ‘aafihuu wa’fu ‘anhuu,” demikian pesan yang beredar di grup komunikasi wartawan, Kamis (16/04/2026).
Semasa hidupnya, Sukri dikenal sebagai salah satu tokoh media berpengaruh di Kalimantan Timur. Ia tidak hanya memimpin organisasi, tetapi juga aktif menggerakkan dan membina wartawan-wartawan muda agar terus berkembang di tengah dinamika industri media digital.
“Beliau banyak menggerakkan wartawan muda, mengantar kader-kader jurnalis untuk ikut berbagai pengembangan diri. Bahkan, beliau juga mengantar anak-anak untuk mengikuti uji kompetensi,” ungkap salah satu rekan sejawat yang mengenal dekat almarhum.
Dedikasi tersebut tercermin dari kiprahnya dalam mengelola sejumlah media, seperti infosatu.co, narasi.co, dan insidekaltim. Melalui platform-platform itu, Sukri tidak hanya menghadirkan informasi kepada publik, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi jurnalis muda untuk mengasah kemampuan dan profesionalisme.
Di bawah kepemimpinannya, banyak jurnalis muda mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan, seminar, hingga uji kompetensi yang menjadi standar penting dalam dunia pers. Ia dikenal sebagai sosok yang percaya bahwa kualitas jurnalisme harus dibangun melalui pembinaan berkelanjutan.
Kepergian Sukri menjadi kehilangan besar bagi ekosistem media di Kalimantan Timur. Sosoknya bukan hanya pemimpin, tetapi juga mentor yang telah melahirkan banyak kader jurnalis yang kini tersebar di berbagai media.
Ucapan duka dan doa terus mengalir dari berbagai pihak. Mereka berharap segala amal ibadah almarhum diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Warisan semangatnya dalam membina jurnalis muda diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

