Sangatta – “PWRI Kutim tidak hanya ingin menggelar UKW, tapi juga menjadi ruang pembinaan,” ujar Daniel Politius Sebayang, Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kutai Timur, saat membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan pertama di Hotel Royal Victoria, Kamis (10/7/2025).
Sebanyak 34 jurnalis dari berbagai media mengikuti UKW ini, terdiri dari 27 peserta jenjang muda, tiga peserta jenjang madya, dan empat peserta jenjang utama. Kegiatan ini menandai langkah awal PWRI Kutim dalam membangun profesionalisme wartawan lokal secara terstruktur dan berkelanjutan.
Daniel menegaskan bahwa UKW ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen serius organisasi untuk meningkatkan mutu jurnalisme di Kutim. Menurutnya, pembinaan berkelanjutan adalah kunci agar wartawan di daerah mampu menjalankan tugasnya secara etis dan bertanggung jawab.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme jurnalis di Kutim. Kami berharap ke depan UKW bisa menjadi agenda rutin tahunan,” tegas Daniel.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Kutai Timur, H. Ardiansyah Sulaiman, yang hadir langsung membuka pelaksanaan UKW. Dalam sambutannya, ia menyebut wartawan sebagai jembatan utama antara pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan informasi publik.
“Saya berterima kasih kepada PWRI yang telah melaksanakan UKW. Sebagai pejabat negara, kami tidak bisa menghindari wartawan, karena justru lewat mereka kami menyampaikan kebijakan kepada masyarakat,” kata Ardiansyah.
Ia menambahkan, keberadaan wartawan yang kompeten dan bersertifikat akan memperkuat kualitas informasi yang diterima masyarakat. Ardiansyah berharap, para peserta UKW mampu meningkatkan ketepatan dan tanggung jawab dalam menyampaikan berita.
“Semoga dengan UKW ini, setiap peserta mampu menjaga akurasi dalam pemberitaan dan bertanggung jawab atas apa yang disampaikan kepada masyarakat,” pungkasnya.
PWRI Kutim berencana menjadikan UKW sebagai kegiatan tahunan dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dewan Pers dan pemerintah daerah, guna memperkuat kapasitas wartawan di seluruh Kutai Timur.

