Sangatta – Polres Kutai Timur menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Mahakam 2025 di halaman Mapolres Kutai Timur pada Senin pagi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Kutai Timur.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Kutai Timur KOMPOL Ahmad Abdullah, S.H., M.H. dan dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, di antaranya Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si., Kejari Kutai Timur Reopan Saragih, S.H., M.H. yang diwakili oleh Kasubsi Prapenuntutan Irwansyah, S.H., serta Kasatpol PP Kutai Timur M. Fata Hidayat. Selain itu, sejumlah pejabat utama Polres Kutai Timur, anggota TNI, dan Dinas Perhubungan juga turut hadir dalam apel ini.
Sinergi Lintas Instansi untuk Keselamatan Lalu Lintas
Dalam amanat yang dibacakan oleh Wakapolres Kutai Timur, Kapolda Kaltim menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menciptakan ketertiban dan keamanan lalu lintas, terutama menjelang sejumlah agenda besar di Kutai Timur tahun ini.
“Operasi ini lebih menekankan upaya preventif dan edukatif kepada masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya keselamatan berkendara. Namun demikian, tindakan represif tetap akan dilakukan terhadap pelanggaran yang membahayakan pengguna jalan lain,” ujar KOMPOL Ahmad Abdullah dalam amanatnya.
Operasi Keselamatan Mahakam 2025 mengangkat tema “Dengan Semangat Malaqbi Kita Budayakan Tertib Berlalu Lintas Guna Terwujudnya Asta Cita.” Tema ini menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas sebagai bagian dari budaya keselamatan di masyarakat.
Fokus Penindakan dan Edukasi Pengendara
Wakapolres Kutai Timur menjelaskan bahwa operasi ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan fokus pada berbagai jenis pelanggaran yang sering terjadi di jalan raya. Beberapa prioritas pelanggaran yang akan ditindak dalam Operasi Keselamatan Mahakam 2025 meliputi:
- Penggunaan ponsel saat berkendara yang dapat mengurangi konsentrasi pengemudi.
- Pelanggaran batas kecepatan yang berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan.
- Tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pengendara sepeda motor.
- Pengemudi di bawah umur yang belum memiliki kompetensi berkendara yang memadai.
- Melawan arus dan pelanggaran lainnya yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Selain penindakan, operasi ini juga menitikberatkan pada edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Berbagai kegiatan penyuluhan akan dilakukan, termasuk pemasangan spanduk keselamatan di titik-titik strategis, pembagian brosur edukasi, serta imbauan melalui media sosial dan media massa.
Mendorong Kesadaran Masyarakat
Tujuan utama dari Operasi Keselamatan Mahakam 2025 adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di wilayah Kutai Timur.
“Kami berharap dengan adanya operasi ini, masyarakat lebih memahami pentingnya tertib berlalu lintas. Keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga tanggung jawab kita bersama,” tambah Wakapolres Kutai Timur.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk mendukung operasi ini dengan mematuhi aturan lalu lintas dan menjadi pelopor keselamatan di jalan raya.
Harapan untuk Keamanan Berlalu Lintas
Dengan digelarnya Operasi Keselamatan Mahakam 2025, diharapkan masyarakat Kutai Timur semakin disiplin dalam berlalu lintas. Keamanan dan kenyamanan di jalan raya tidak hanya bermanfaat bagi pengendara, tetapi juga bagi seluruh pengguna jalan lainnya.
Polres Kutai Timur bersama instansi terkait akan terus mengawasi dan mengedukasi masyarakat guna menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan tertib. Seluruh pengendara diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan, menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai standar, serta menaati rambu-rambu lalu lintas.
Operasi Keselamatan Mahakam 2025 bukan sekadar kegiatan penegakan hukum, tetapi juga upaya nyata dalam membangun kesadaran dan budaya keselamatan berlalu lintas di Kutai Timur.

