Sidoarjo – Erni Susanti (56)penderita penyakit stroke yang hidupnya sebatang kara selama 5 tahun terakhir ini usai ditinggal meninggal oleh suaminya. Wanita paruh baya asal Surabaya ini kini tinggal diPerumtas 3 Blok H1 No.9.RT 43 RW 6 Desa Grabagan Kecamatan Tulangan (berdomisili berdasar surat keterangan), yang berproses kepindahan kependudukannya di Sidoarjo,Minggu (22/9/2024).
Perempuan paruh baya ini menderita penyakit stroke tanpa ditemani putranya yang tidak serumah dan tidak memiliki BPJS Kesehatan, dikarenakan sepeninggal suami dan tidak ada yang mengantar untuk berobat medis. Selama ini hanya mengonsumsi rempah-rempah selama dua tahun, dan akhirnya bisa menggerakkan kaki serta melanjutkan jualan kecil – kecilan. Itupun semua titipan tanpa modal yang dikeluarkan.
Saat ditemui awak media di kediamannya,Minggu (22/9/2024) Erni menceritakan,saya sudah dua tahun menderita stroke.Dua tahun saat awal sakit tidak ada yang tahu,tidak bisa bergerak dan sebagainya (seperti mati).Untuk makan saja pagi,sore dan malam dikirim tetangga yang akhirnya tahu sewaktu saya terbaring.
“Dulu pada 7 Oktober 2022 tidak ada yang tahu,begitu tetangga tahu, baru membantu saya untuk makan tiap pagi sore malam waktu sakit,”terang Bu Erni sembari meneteskan air mata mengingat masa itu.Dua tahun kena stroke dan Alhamdulillah atas Kebesaran Allah SWT (Tuhan)bisa gerak,tinggal jalannya agak susah.
“Sepeninggalan suami walau masih belum sembuh total dari stroke dengan jualan seperti ini tanpa saya kulak atau mengeluarkan modal. Ini semua dagangan yang ada disini dititipi sama para pemilik barang,”ungkapnya
Sudah dua tahun menderita stroke sejak ditinggal Bapak (suami) meninggal karena sakit stroke juga di Ujung Pangkah.Karena tidak punya BPJS sehingga tidak berobat dan bertahan hidup dari rempah,jahe dan bawang putih,”urai Erni.
“Tidak ada yang mengantar dan tidak pernah minum obat sama sekali,minta tolong tetangga malu,jadi tidak berobat,”kata Bu Erni.
Pemdes tidak ada yang tahu karena memang belum pindah KTP kependudukan disini.Tapi sudah punya domisili tinggal sudah ada dari lurah (Kepala Desa) yang saat ini.
“Saya berharap pemerintah melalui dinas terkait bisa membantu permasalahan saya,yakni kemudahan pengurusan adminduk dan BPJS Kesehatan, karena setelah suami meninggal saya tidak bisa keluar jauh karena tidak ada yang mengantar untuk pengurusan surat -surat tersebut,”terang wanita paruh baya tersebut.
Namun surat dari Surabaya sudah ada hanya tinggal masuk ke Sidoarjo tidak ada yang mengantar karena putra dua tidak serumah,sudah tinggal di Surabaya.
Sementara Yeni Pujiastutik sales Chiki (Snack ),sekaligus teman yang sedang menjeguk juga berharap semoga Bu Erni diberi kemudahan dalam segala urusan dan bantuan dari semua pihak.
“Saat ini saya juga sedang proses pengurusan kepindahan kependudukan di Sidoarjo semoga juga diberi kemudahan,karena setahu saya pengurusannya takutnya ribet,”pungkasnya.

