Tangerang – Pemerintah tidak merancang Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai proyek satu tahun. Pengembangan dilakukan bertahap dengan target jangka menengah mencapai 500 layanan SNT hingga 2029.
Pada 2026, pembangunan disiapkan di 37 kabupaten/kota. Sebanyak 17 lokasi dijadwalkan mulai memberikan layanan pada Tahun Ajaran 2026/2027, sementara pemerintah pusat dan daerah melanjutkan penyediaan lahan serta pembangunan lokasi lainnya.
SNT menggabungkan jenjang SMP dan SMA dalam satu tata kelola. Kurikulum nasional akan dipadukan dengan Pembelajaran Mendalam berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sports atau STEAMS.
“SNT akan menjadi tempat tumbuh kembang murid dan guru sekaligus katalisator peningkatan mutu sekolah-sekolah di sekitarnya,” ujar Dirjen PAUD, Dikdas, PNFI Gogot Suharwoto di Tangerang (31/7/26).
Target 500 layanan membawa pertanyaan mengenai bagaimana kualitas dijaga ketika program berkembang besar. Standar bangunan relatif mudah diseragamkan, tetapi mutu pembelajaran membutuhkan penyesuaian dengan kebutuhan wilayah.
Ketersediaan guru menjadi salah satu unsur penting. Sekolah baru perlu pendidik yang menguasai bidangnya, mampu bekerja lintas jenjang, dan dapat memanfaatkan fasilitas modern tanpa kehilangan pendekatan yang sesuai dengan karakter anak.
Konsep STEAMS memberi ruang agar seni dan olahraga berjalan bersama sains dan teknologi. Bagi murid, pendekatan itu dapat membantu mengembangkan kemampuan yang lebih beragam daripada pembelajaran yang hanya terfokus pada satu kelompok mata pelajaran.
SNT juga direncanakan memiliki Teaching and Learning Center. Fasilitas ini penting bila benar-benar dibuka sebagai ruang pengembangan guru dan kolaborasi bagi sekolah-sekolah sekitar.
Pemerintah daerah perlu menjaga keterhubungan antara SNT dengan perencanaan pendidikan lokal. Proyeksi penduduk, akses transportasi, kondisi sekolah eksisting, dan kebutuhan masyarakat harus menjadi bagian dari evaluasi.
Target hingga 2029 memberi waktu untuk belajar dari lokasi pertama. Pengalaman 17 SNT yang lebih awal beroperasi dapat digunakan untuk memperbaiki desain, sistem rekrutmen, pembelajaran, dan hubungan dengan komunitas.
Dengan demikian, angka 500 bukan sekadar sasaran pembangunan. Nilainya akan ditentukan oleh konsistensi mutu pada setiap lokasi dan kemampuan SNT memperluas manfaat ke sekolah lain, bukan hanya menjadi institusi baru di peta pendidikan.

