Sangatta – Seiring tuntutan data yang akurat dan pelayanan berkualitas, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur mengambil langkah konkret dengan menggelar pelatihan bagi 72 Tim Pendamping Keluarga (TPK) dari seluruh wilayah Kutim. Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai Rabu hingga Kamis (21–22/5/2025), di Hotel Royal Victoria Sangatta, dibuka langsung oleh Kepala DPPKB, Achmad Junaidi B.
Pelatihan ini menyoroti dua aspek utama: peningkatan kapasitas teknis dalam verifikasi dan pemutakhiran data keluarga, serta perhatian terhadap kesejahteraan para kader TPK. Junaidi mengakui masih adanya kendala pemahaman teknis pendataan di lapangan yang menyebabkan ketidaktepatan data keluarga.
“Kami menemukan masih ada kendala pemahaman teknis pendataan di lapangan. Pelatihan ini diharapkan memaksimalkan kemampuan TPK agar data lebih akurat dan terkini,” ujar Achmad Junaidi, yang didampingi Kepala Bidang Ketahanan Kesejahteraan Keluarga, Ani Saida.
Dalam kesempatan itu, Junaidi juga menyoroti kondisi kesejahteraan kader yang selama ini hanya bergantung pada tunjangan transportasi dan pulsa, yang dinilai belum memadai.
“Jumlahnya masih jauh dari memadai. Kami sedang mengkaji skema subsidi silang bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah untuk memastikan kesejahteraan yang setara,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa langkah strategis juga tengah disusun dalam bentuk Peraturan Bupati, yang akan menjadi payung hukum bagi pengangkatan dan kualifikasi TPK. Ini penting untuk memastikan standar yang jelas dalam perekrutan dan pelatihan kader.
Meski TPK idealnya berlatar belakang medis atau minimal lulusan SMA, Junaidi menyadari kenyataan di desa-desa terpencil sering kali tidak memungkinkan hal itu. Maka, solusi inovatif pun dikembangkan.
“Di daerah terluar, sulit mencari kader berpendidikan SMA. Solusinya, kami akan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan melalui pendidikan non-formal berbasis Learning Management System (LMS) agar standar minimal SMA tercapai,” papar Junaidi.
Lebih lanjut, DPPKB Kutim juga tengah merancang pelatihan tambahan bersama Dinas Pendidikan, seperti IT, public speaking, hingga kewirausahaan, yang bertujuan meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi kader melalui industri rumahan.
“Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis pendataan, tetapi juga membuka peluang home industry bagi kader,” tambahnya.
Junaidi menutup dengan menegaskan bahwa pelatihan kali ini hanyalah awal dari serangkaian program berkelanjutan demi penguatan peran TPK dalam meningkatkan kualitas pelayanan keluarga di Kutai Timur.
“Pelatihan hari ini adalah langkah awal. Kami optimis kolaborasi multidisiplin ini akan berdampak signifikan bagi kualitas layanan keluarga di Kutim,” pungkasnya.

