Close Menu
Ewarta.idEwarta.id

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 2026

    Verifikasi Dapodik Rampung, Kemendikdasmen Bidik Guru S1/D4 yang Belum Ikut PPG Guru Tertentu

    8 April 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Ewarta.idEwarta.id
    • Beranda
    • Berita
      • Daerah
      • Nasional
      • Global
      • Figur
      • Info Haji
      • Obituari
    • Utama
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Lingkungan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Tokoh
    • Politik
    • Ekonomi
    • Indonesia
    Subscribe
    Ewarta.idEwarta.id
    Beranda » IMF Tak Ingin Indonesia Jadi Negara Maju!

    IMF Tak Ingin Indonesia Jadi Negara Maju!

    Dalam konferensi pers pada 21 Juli 2023, Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah tetap konsisten dalam melaksanakan kebijakan hilirisasi
    Adi Rizki Ramadhan21 Juli 2023 Ekonomi
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    IMF
    Dalam konferensi pers pada 21 Juli 2023, Bahlil Lahadalia (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Pemerintah Indonesia menerima rekomendasi dari Dana Moneter Internasional (IMF) terkait kebijakan hilirisasi nikel yang perlu ditinjau ulang. IMF juga menyatakan bahwa rencana untuk memperluas kebijakan tersebut ke komoditas lain harus dihapus. Namun, Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menanggapi rekomendasi tersebut dengan skeptis.(21/07/2023).

    Ia menyatakan bahwa lembaga internasional tersebut tidak ingin melihat Indonesia menjadi negara maju, sehingga mengadopsi pendekatan yang berbeda.

    Perbedaan Pendapat Mengenai Hilirisasi Nikel

    Dalam konferensi pers pada 21 Juli 2023, Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah tetap konsisten dalam melaksanakan kebijakan hilirisasi. Meskipun ada protes dari berbagai pihak terhadap kebijakan ini, pemerintah berkomitmen untuk mendorong insentif yang lebih baik lagi demi kemajuan industri dalam negeri.

    Namun, IMF tiba-tiba mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa Indonesia sebaiknya mempertimbangkan penghapusan secara bertahap larangan ekspor nikel dan tidak memperluasnya untuk komoditas lain. IMF juga menyarankan agar program hilirisasi di Indonesia dievaluasi ulang, terutama dalam hal analisis biaya dan manfaat.

    Rekomendasi Evaluasi Kebijakan Hilirisasi

    Lembaga internasional ini berpendapat bahwa kebijakan hilirisasi sejauh ini merugikan Indonesia.Pendekatan kebijakan industri juga menjadi perhatian IMF, yang menginginkan agar kebijakan tersebut didesain tanpa menghalangi persaingan dan inovasi. IMF juga menekankan pentingnya meminimalkan efek negatif dari lintas batas dalam upaya meningkatkan nilai tambah produksi.

    Untuk itu, IMF merekomendasikan adanya analisis rutin mengenai biaya dan manfaat hilirisasi. Analisis tersebut harus secara berkala disajikan dengan fokus pada keberhasilan hilirisasi dan apakah perluasan kebijakan ini diperlukan untuk komoditas mineral lain.

    Hilirisasi untuk Pertumbuhan Ekonomi

    Pemerintah diharapkan mempertimbangkan kebijakan hilirisasi yang lebih tepat untuk mencapai tujuan meningkatkan nilai tambah produksi. IMF berharap bahwa dengan pendekatan yang sesuai, Indonesia dapat memanfaatkan potensi sumber daya alamnya secara optimal, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan ekspor, dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

    Namun, tentu saja, rekomendasi IMF ini tetap menjadi bahan diskusi dan evaluasi lebih lanjut bagi pemerintah Indonesia. Kebijakan ekonomi adalah suatu hal yang kompleks dan harus dipertimbangkan dengan cermat untuk memastikan manfaat jangka panjang bagi rakyat dan perekonomian secara keseluruhan.

    Bahlil Lahadalia IMF Indonesia
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePembakaran Al-Qur’an: Irak Usir Dubes Swedia, Kedutaan Dibakar
    Next Article Mantan DJP Tersangka TPPU Aset Rp150M Disita

    Related Posts

    Ekonomi

    Kaltim Dukung Ekraf, Pemuda Didorong Kembangkan Potensi Daerah

    3 Juli 2025
    Ekonomi

    STQ Akan Ditata Ulang, Bangunan Permanen Dilarang

    11 April 2025
    Ekonomi

    ASKOPI Resmi Dideklarasikan, Babel Jadi Contoh Nasional

    23 Maret 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Demo
    Top Posts

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 20262

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Maret 20262

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 20261
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 20262

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Maret 20262

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 20261
    Our Picks

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 2026

    Verifikasi Dapodik Rampung, Kemendikdasmen Bidik Guru S1/D4 yang Belum Ikut PPG Guru Tertentu

    8 April 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Ewarta.id
    Facebook Instagram WhatsApp YouTube
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Privasi
    • Disclaimer
    © 2026 Ewarta.id by Dexpert, Inc.
    Dikelola oleh PT Era Warta Idola

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.