Close Menu
Ewarta.idEwarta.id

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Menag Dorong RI Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

    25 Mei 2026

    Tips Jaga Berat Badan Tetap Ideal Usai Lebaran

    23 Mei 2026

    BPOM Alarm Bahaya Vape, Indonesia Darurat Perokok Muda

    22 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Ewarta.idEwarta.id
    • Beranda
    • Berita
      • Daerah
      • Nasional
      • Global
      • Figur
      • Info Haji
      • Obituari
    • Utama
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Lingkungan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Tokoh
    • Politik
    • Ekonomi
    • Indonesia
    Selasa, 26 Mei 2026 Subscribe
    Ewarta.idEwarta.id
    Beranda ยป Aksi Mengejutkan: Rumah PM Inggris Ditutup Kain Hitam!

    Aksi Mengejutkan: Rumah PM Inggris Ditutup Kain Hitam!

    Kebijakan lingkungan di Inggris tengah menjadi sorotan, terutama karena negara tersebut telah mengadopsi target ambisius untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada tahun 2050
    Siti Aisyah5 Agustus 2023 Global
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Inggris
    Ilustrasi. Aksi Mengejutkan: Rumah PM Inggris Ditutup Kain Hitam! (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Sejumlah aktivis dari organisasi lingkungan Greenpeace melakukan aksi protes di rumah pribadi Perdana Menteri (PM) Inggris, Rishi Sunak, yang terletak di Yorkshire, Inggris. Dalam bentuk penolakan terhadap kebijakan perluasan pengeboran minyak yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris, aktivis-aktivis tersebut menutupi rumah PM Sunak dengan kain hitam pada (03/08/2023).

    Protes ini terkait dengan langkah-langkah yang diambil oleh PM Sunak untuk menekan taktik-taktik demonstrasi dari kelompok “eco-mob,” termasuk aksi berjalan lambat di jalan-jalan yang sibuk dan “mengunci” bangunan atau infrastruktur. Baru-baru ini, Sunak memperkenalkan undang-undang baru yang bertujuan untuk menghambat gerakan protes tersebut.

    Aksi Protes Greenpeace di Yorkshire

    Dalam aksi protes tersebut, empat orang aktivis menggunakan tangga untuk naik ke atap rumah PM Sunak, sementara dua orang lainnya membentangkan spanduk bertuliskan pesan bertanya, “Rishi Sunak, Keuntungan Minyak atau Masa Depan Kita?” Tindakan ini dilakukan dengan tujuan menyoroti peran penting dari kebijakan energi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pelestarian lingkungan.

    Walaupun PM Sunak tidak berada di rumah pada saat protes berlangsung, aksi tersebut berhasil menarik perhatian media dan masyarakat. Sehari sebelumnya, Sunak mengumumkan rencananya untuk meninggalkan Inggris dan berlibur ke California.

    Target Emisi Karbon Inggris 2050

    Kebijakan lingkungan di Inggris tengah menjadi sorotan, terutama karena negara tersebut telah mengadopsi target ambisius untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada tahun 2050. Langkah ini diprakarsai oleh mantan Perdana Menteri Theresa May pada tahun 2019, dan sejak itu, pemerintah Inggris telah berupaya membangun kapasitas energi terbarukan dengan cepat.

    Aksi protes Greenpeace ini menunjukkan ketegangan antara tujuan lingkungan yang ambisius dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang terkait dengan energi fosil. Konflik seperti ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat dan pemimpin politik untuk mencari keselarasan antara keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi.

    Protes Lingkungan Mendorong Kebijakan Berkelanjutan

    Dengan munculnya tindakan protes seperti ini, diharapkan pemerintah Inggris akan lebih mendengarkan aspirasi dan keprihatinan masyarakat terkait perubahan iklim dan perlunya transisi menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan.

    Semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan lingkungan dan dampak negatif dari pemanfaatan bahan bakar fosil diharapkan dapat mendorong terciptanya kebijakan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi masa depan Inggris dan dunia.

    Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak Yorkshire
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleAksi Pembakaran Al-Quran: Denmark & Swedia Ketar-ketir
    Next Article Festival Sambel Wader, Kuliner Khas Mojokerto

    Related Posts

    Global

    BPJPH-Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Halal

    14 Mei 2026
    Global

    PJS Tunjukkan Perkembangan Pesat Menuju Konstituen Dewan Pers

    20 Desember 2024
    Global

    Media Asing Sorot Anies dan Ganjar Berkoalisi

    17 Januari 2024
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Gempur Rokok Ilegal
    Top Story

    Inflasi Tasikmalaya Maret 2026 Tembus 0,44 Persen

    1 April 202638

    Yuliyani Handraeni, Ketekunan yang Menjadi Kekuatan

    21 April 202628

    Diresmikan: Kantor Bersama Biro, Diharapkan Media Bersinergi dan Jaga Kondusifitas

    8 September 202426
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    Inflasi Tasikmalaya Maret 2026 Tembus 0,44 Persen

    1 April 202638

    Yuliyani Handraeni, Ketekunan yang Menjadi Kekuatan

    21 April 202628

    Diresmikan: Kantor Bersama Biro, Diharapkan Media Bersinergi dan Jaga Kondusifitas

    8 September 202426
    Our Picks

    Menag Dorong RI Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

    25 Mei 2026

    Tips Jaga Berat Badan Tetap Ideal Usai Lebaran

    23 Mei 2026

    BPOM Alarm Bahaya Vape, Indonesia Darurat Perokok Muda

    22 Mei 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Ewarta.id
    Facebook Instagram WhatsApp YouTube
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Privasi
    • Disclaimer
    © 2026 Ewarta.id by Dexpert, Inc.
    Dikelola oleh PT Era Warta Idola

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.