Close Menu
Ewarta.idEwarta.id

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DKR Cineam Bekali Pramuka Muda Jiwa Kepemimpinan

    17 Oktober 2026

    Literasi Zakat Diperkuat, BAZNAS Kejar Rp70 Triliun

    14 Oktober 2026

    Makrab Politeknik Triguna Eratkan Mahasiswa Baru 2026

    11 Oktober 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Ewarta.idEwarta.id
    • Beranda
    • Berita
      • Daerah
      • Nasional
      • Global
      • Figur
      • Info Haji
      • Obituari
    • Utama
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Lingkungan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Tokoh
    • Politik
    • Ekonomi
    • Indonesia
    Senin, 19 Oktober 2026 Subscribe
    Ewarta.idEwarta.id
    Beranda » 10.000 Anak RA Ikuti Manasik Haji, Kenalkan Rukun Islam Sejak Dini

    10.000 Anak RA Ikuti Manasik Haji, Kenalkan Rukun Islam Sejak Dini

    Aisyah26 September 2026 Lingkungan
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Peserta manasik haji (.Ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Ciamis – Ribuan anak Raudhatul Athfal (RA) mengikuti peragaan manasik haji di halaman Islamic Center Kabupaten Ciamis, Sabtu (26/9/2026). Mengenakan pakaian ihram, para peserta mengikuti simulasi sejumlah tahapan ibadah haji yang dikemas sebagai pembelajaran agama sekaligus penguatan karakter sejak usia dini.

    Sekitar 10.000 anak dari berbagai RA di Kabupaten Ciamis mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Forum Pencinta Anak Sholeh Sholehah Kabupaten Ciamis tersebut. Pelaksanaan kegiatan melibatkan Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA), Kelompok Kerja Guru Raudhatul Athfal (KKGRA), Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis.

    Ketua Forum Pencinta Anak Sholeh Sholehah Kabupaten Ciamis, Hj. Lalis Lismaidah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi anak untuk mengenal rukun Islam kelima sekaligus memahami gambaran pelaksanaan ibadah haji melalui praktik secara langsung.

    “Ya, salah satunya untuk mengenalkan rukun Islam yang kelima kepada anak-anak. Selain itu juga menanamkan akidah anak-anak dari kecil dan mengenalkan bagaimana ibadah haji dilaksanakan,” kata Lalis.

    Menurutnya, meskipun seluruh rangkaian merupakan simulasi, konsep kegiatan dibuat menyerupai pelaksanaan ibadah haji. Panitia menyiapkan berbagai miniatur lokasi yang berkaitan dengan rangkaian haji agar anak-anak memperoleh pengalaman belajar secara langsung.

    Materi yang diberikan mencakup pengenalan rukun, wajib, dan sunah haji. Penyampaiannya disesuaikan dengan usia peserta dan dikemas melalui berbagai aktivitas, seperti video, lagu, permainan edukatif, serta tepuk-tepuk.

    “Jadi kita mengenalkan kepada anak-anak bagaimana ibadah haji itu dilaksanakan dan tata cara tentang rukun haji, wajib haji, juga sunah-sunah yang harus dilaksanakan ketika ibadah haji,” ujarnya.

    Dalam kegiatan tersebut, peserta mempraktikkan sejumlah tahapan manasik, di antaranya tawaf, sai, dan lempar jumrah. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi sarana untuk melatih kemampuan gerak dan motorik anak.

    “Setiap pagi itu seperti olahraga. Kita melakukan tawaf, melakukan sai, juga melempar jumrah. Itu sudah termasuk pengembangan potensi kinestetik anak,” kata Lalis.

    Selain pengenalan tata cara ibadah, kegiatan tersebut diarahkan untuk membentuk karakter anak. Peserta dibiasakan untuk mandiri, sabar, ikhlas, serta mampu mengikuti kegiatan bersama peserta lainnya.

    “Anak-anak diharapkan bisa mandiri, kemudian juga bersabar ketika berdesakan dengan orang lain, penuh dengan rasa sabar, rasa ikhlas dan berserah diri kepada Allah,” tuturnya.

    Untuk mendukung simulasi, panitia menyiapkan sejumlah miniatur lokasi yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji. Di antaranya Arafah, Muzdalifah, Mina, Terowongan Mina, serta tiga lokasi lempar jumrah, yakni Ula, Wusta, dan Aqabah.

    Peserta kemudian diarahkan menuju area Babussalam dan Masjidil Haram yang dilengkapi miniatur Ka’bah, Hijir Ismail, Maqam Ibrahim, lokasi sai, hingga area tahallul.

    “Miniatur Mekkah ini sudah komplet. Ada Arafah, Muzdalifah, Mina, Terowongan Mina, kemudian Jumrah Ula, Wusta, Aqabah. Kita masuk ke Babussalam dan Masjidil Haram, ada Ka’bah, Hijir Ismail, Maqam Ibrahim, sai dan tahallul,” jelas Lalis.

    Karena jumlah peserta mencapai sekitar 10.000 anak, kegiatan dilaksanakan dalam tiga kloter. Kloter pertama berlangsung pukul 07.00-10.00 WIB, kloter kedua pukul 10.00-13.00 WIB, sedangkan kloter ketiga berlangsung pukul 13.00-15.00 WIB.

    Peserta berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Ciamis. Sejumlah rombongan bahkan menempuh perjalanan cukup jauh menggunakan bus untuk mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Islamic Center Ciamis.

    “Dari Panumbangan, Panjalu, jauh-jauh itu menggunakan bus. Seluruh kecamatan ikut,” kata Lalis.

    Dalam pelaksanaannya, anak-anak diarahkan mengikuti rangkaian manasik secara mandiri tanpa didampingi orang tua. Orang tua tetap diperbolehkan berada di lokasi, tetapi menunggu di area penjemputan.

    “Anak-anak diharapkan mandiri. Jadi drop off di situ tanpa orang tua. Orang tua boleh hadir, tetapi menunggu di pintu penjemputan,” ujarnya.

    Menurut Lalis, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program pembelajaran di RA. Pengenalan rukun Islam melalui praktik manasik haji dinilai dapat menjadi pengalaman belajar yang berkaitan dengan perkembangan peserta didik.

    “Ini bukan sekadar kegiatan. Ini juga melaksanakan program yang ada dalam kurikulum dan tercantum dalam laporan kepada orang tua,” katanya.

    Kegiatan serupa sebelumnya pernah dilaksanakan pada 2024. Saat itu, penyelenggaraan masih berada di bawah KKRA dan Kementerian Agama. Setelah Forum Pencinta Anak Sholeh Sholehah Kabupaten Ciamis terbentuk, pelaksanaan kegiatan kemudian dikolaborasikan dengan KKRA, KKGRA, IGRA, dan Kementerian Agama.

    “Sekarang kepanitiaannya juga kolaborasi atau bergabung antara Kemenag, KKRA, KKGRA, dan IGRA,” ujar Lalis.

    Selain menjadi sarana pembelajaran keagamaan, Lalis berharap kegiatan tersebut dapat memperkenalkan RA kepada masyarakat sebagai lembaga pendidikan formal yang tidak hanya memberikan pembelajaran umum, tetapi juga mengenalkan nilai-nilai keislaman kepada anak sejak dini.

    “Harapannya untuk anak-anak, mudah-mudahan ini menjadi tempat untuk menanamkan dan menerapkan nilai-nilai ajaran agama Islam serta karakter,” pungkasnya.

    Kemenag Tekankan Pembelajaran dan Keselamatan Peserta

    Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, H. Jajang Jamaludin, mengatakan kegiatan manasik haji bagi murid RA merupakan bagian dari proses pendidikan untuk mengenalkan rukun Islam sejak usia dini.

    “Pelaksanaan kegiatan manasik haji murid RA merupakan bagian dari proses pendidikan pengenalan rukun Islam, di mana para murid RA dikenalkan dan dibimbing secara langsung bagaimana pelaksanaan rukun Islam kelima, sehingga para murid dapat merasakan langsung bagaimana gambaran pelaksanaan ibadah haji,” kata Jajang.

    Menurut Jajang, pengenalan manasik melalui praktik langsung diharapkan membuat anak lebih memahami gambaran pelaksanaan ibadah haji. Karena itu, tahapan manasik perlu diberikan secara berurutan sebagai miniatur pelaksanaan ibadah haji.

    “Kegiatan pengenalan manasik murid RA yang dilaksanakan diharapkan lebih kepada bimbingan dan pengenalan langsung, sehingga proses pengenalan manasik harus dilakukan secara benar sesuai urutan manasik sebagai miniatur pelaksanaan ibadah haji,” ujarnya.

    Jajang menambahkan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membentuk karakter peserta. Nilai yang diharapkan tumbuh melalui kegiatan tersebut antara lain disiplin, sabar, pantang menyerah, taat dan patuh terhadap arahan serta aturan, mempererat silaturahmi, dan saling menolong.

    “Karakter yang diharapkan dari kegiatan pengenalan manasik bagi murid RA di antaranya disiplin, sabar, pantang menyerah menghadapi keadaan, taat dan patuh pada arahan dan aturan, silaturahmi dan tolong-menolong,” katanya.

    Dari sisi penyelenggaraan, Jajang mengatakan Kementerian Agama berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung kelancaran dan keselamatan kegiatan. Koordinasi dilakukan dengan dinas kesehatan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, kepolisian, dinas yang menangani pertamanan dan kebersihan, serta pihak terkait lainnya.

    “Kami selalu menekankan koordinasi dengan berbagai pihak terkait mulai dari dinas kesehatan, Satpol PP, Dishub, kepolisian, dinas pertamanan dan kebersihan dan lain-lain yang dianggap perlu demi kelancaran, kenyamanan dan antisipasi keselamatan bagi para peserta kegiatan, orang tua dan panitia yang terlibat dalam acara tersebut,” tuturnya.

    Jajang juga berharap masyarakat semakin memahami keberadaan RA sebagai bagian dari pendidikan formal. Menurutnya, RA memiliki peran dalam memberikan dasar pendidikan agama dan pengetahuan umum kepada anak sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

    “Kami berharap kepada seluruh masyarakat bahwa lembaga pendidikan RA merupakan bagian dari pendidikan formal yang menjadi pondasi awal pengenalan dunia pendidikan formal yang menyediakan materi dasar syariat Islam dan materi umum lainnya sebagai bekal para murid untuk kehidupan dan pendidikan selanjutnya,” pungkas Jajang.

    Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan sejumlah perlengkapan dan bingkisan, di antaranya tas manasik, kurma, air minum, serta trofi.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleWarga Wahau-Kongbeng Bawa Persoalan Plasma 20 Persen PT Swakarsa Sinarsentosa ke Fraksi PKS Kaltim
    Next Article RUU Perampasan Aset: Harta Sah Bisa Jadi Pengganti
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Gempur Rokok Ilegal
    Top Story

    KPU Kaltim Resmi Tetapkan Rudy Mas’ud-Seno Aji sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih

    6 Februari 20251,333

    Makrab Politeknik Triguna Eratkan Mahasiswa Baru 2026

    11 Oktober 2026101

    Tak Ada Berita Seharga Nyawa, Tapi Fakta Harus Tiba

    24 Juni 202682
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    KPU Kaltim Resmi Tetapkan Rudy Mas’ud-Seno Aji sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih

    6 Februari 20251,333

    Makrab Politeknik Triguna Eratkan Mahasiswa Baru 2026

    11 Oktober 2026101

    Tak Ada Berita Seharga Nyawa, Tapi Fakta Harus Tiba

    24 Juni 202682
    Our Picks

    DKR Cineam Bekali Pramuka Muda Jiwa Kepemimpinan

    17 Oktober 2026

    Literasi Zakat Diperkuat, BAZNAS Kejar Rp70 Triliun

    14 Oktober 2026

    Makrab Politeknik Triguna Eratkan Mahasiswa Baru 2026

    11 Oktober 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Ewarta.id
    Facebook Instagram WhatsApp YouTube
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Privasi
    • Disclaimer
    © 2026 Ewarta.id by Dexpert, Inc.
    Dikelola oleh PT Era Warta Idola

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.