Close Menu
Ewarta.idEwarta.id

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kurikulum OBE Dimulai dari Kompetensi Lulusan

    22 Agustus 2026

    Magister Manajemen UIA Benahi Kurikulum untuk Menuju Unggul

    22 Agustus 2026

    Di Atas Tali, Peserta Jamnas XII Belajar Saling Percaya

    17 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Ewarta.idEwarta.id
    • Beranda
    • Berita
      • Daerah
      • Nasional
      • Global
      • Figur
      • Info Haji
      • Obituari
    • Utama
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Lingkungan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Tokoh
    • Politik
    • Ekonomi
    • Indonesia
    Minggu, 23 Agustus 2026 Subscribe
    Ewarta.idEwarta.id
    Beranda » Di Atas Tali, Peserta Jamnas XII Belajar Saling Percaya

    Di Atas Tali, Peserta Jamnas XII Belajar Saling Percaya

    Peserta putra dari berbagai kontingen menaklukkan halang rintang dengan mengandalkan kekompakan, kepercayaan, dan komunikasi.
    Aisyah17 Agustus 2026 Pendidikan
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Di Atas Tali, Peserta Jamnas XII Belajar Saling Percaya
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Siang mulai terasa di bawah rimbun pepohonan ketika giliran peserta putra memasuki arena Halang Rintang Berpasangan Jambore Nasional XII 2026. Mereka datang dari berbagai kontingen, dipertemukan dalam satu lintasan, lalu diuji untuk bergerak bersama hingga mencapai garis akhir.

    Kloter kedua atau sesi siang kegiatan Petualangan Rimba di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (16/8/26), diikuti Pramuka Penggalang putra dari sejumlah daerah. Peserta menjalani permainan Halang Rintang Berpasangan dengan Kak Dega sebagai instruktur, bersama panitia pelaksana yang menjelaskan setiap tahapan permainan sebelum peserta memasuki lintasan.

    Salah satu peserta adalah Arya dari Jakarta. Bersama peserta lain dari berbagai kontingen, ia harus menyesuaikan langkah dengan pasangan yang ditemuinya dalam kegiatan tersebut.

    Rio dari Papua Barat juga mengikuti kloter putra pada sesi siang. Bagi Rio, rintangan yang dihadapi tidak bisa diselesaikan hanya dengan keberanian atau kekuatan fisik.

    “Seru banget, butuh kekompakan dan kepercayaan agar bisa sampai ke finish. Banyak teman, banyak pengetahuan,” kata Rio, peserta dari Papua Barat, saat mengikuti halang rintang berpasangan.

    Pernyataan itu menggambarkan inti permainan yang dihadapi peserta. Dalam Halang Rintang Berpasangan, setiap orang tidak bekerja sendirian, tetapi harus menyelaraskan gerak, mendengarkan aba-aba, dan menjaga keseimbangan pasangan.

    Peserta putra pada kloter siang berasal dari berbagai kontingen dan dicampur dalam kegiatan. Pola tersebut membuka kesempatan bagi mereka untuk berkenalan dengan peserta di luar daerah asal sekaligus belajar bekerja sama dengan orang yang sebelumnya belum tentu mereka kenal.

    Di lokasi kegiatan, spanduk bertuliskan “Halang Rintang Berpasangan” dengan pesan “Mengatasi Halang Rintang Bersama” terpasang di tengah kawasan pepohonan. Pesan itu terasa langsung ketika peserta mulai berhadapan dengan tali-tali yang membutuhkan koordinasi dua orang.

    Sebelum permainan dimulai, Kak Dega bersama panitia pelaksana memberikan penjelasan mengenai teknis setiap rintangan. Tahapan dijelaskan satu per satu agar peserta memahami posisi tubuh, arah gerakan, cara menjaga pegangan, serta komunikasi yang dibutuhkan selama permainan.

    Panitia juga mendampingi peserta ketika berpindah dari satu rintangan ke rintangan berikutnya. Pendampingan menjadi bagian penting karena permainan menggunakan tali, ketinggian tertentu, serta teknik keseimbangan yang tidak dapat dilakukan sembarangan.

    Halang Rintang Berpasangan membawa konsep “1 Nyawa 2 Badan”. Istilah itu menekankan bahwa dua peserta harus bergerak sebagai satu kesatuan dan menjaga pasangannya selama menyelesaikan lintasan.

    Pada rintangan Parallel Line atau “Kereta Manusia”, dua peserta berdiri berhadapan di atas tali sejajar. Kedua tali memiliki panjang sekitar 10 meter, berjarak sekitar satu meter, dan dipasang kurang lebih satu meter dari permukaan tanah.

    Keduanya harus berpegangan tangan dan melangkah dengan ritme yang sama. Kaki kanan bergerak bersama, kemudian kaki kiri, sementara satu peserta memberikan komando agar gerakan tetap teratur.

    Teknik ini disebut “Cermin”. Peserta harus membaca gerak pasangannya dan mengikuti aba-aba sederhana seperti “kanan”, “kiri”, atau “stop”.

    Sedikit ketidaksamaan ritme dapat memengaruhi keseimbangan keduanya. Karena itu, kepercayaan tidak hanya menjadi istilah dalam permainan, tetapi benar-benar menentukan apakah pasangan dapat terus bergerak atau harus kembali mengatur posisi.

    Rintangan berikutnya adalah V Wild Woosey atau “Tali Huruf V”. Dua tali membentuk huruf V dengan jarak yang semakin melebar menuju bagian atas.

    Peserta bergerak dari titik bawah bersama pasangan dengan posisi punggung saling bertemu. Mereka saling mendorong untuk mempertahankan keseimbangan sambil menggeser kaki sedikit demi sedikit.

    Pada bagian ini, peserta perlu terus berkomunikasi. Aba-aba seperti “naik”, “tahan”, atau “geser sedikit” membantu pasangan menjaga tempo ketika jarak tali semakin lebar.

    Semakin jauh bergerak, semakin sulit keseimbangan dipertahankan. Karena itu, kemampuan mendengar pasangan sama pentingnya dengan keberanian untuk terus maju.

    Peserta putra juga menghadapi Tarzan Swing atau “Ayun Maut”. Permainan ini menggunakan tali ayun dan menuntut peserta melepaskan pegangan pada waktu yang tepat sebelum mendarat di zona aman.

    Teknik yang digunakan adalah “3-2-1 lepas”. Dua ayunan pertama menjadi ancang-ancang, sementara ayunan ketiga digunakan untuk mencapai titik tertinggi sebelum peserta melepaskan tali.

    Ketika mendarat, peserta diminta menekuk lutut. Aturan itu menegaskan bahwa setiap tantangan tetap harus diselesaikan dengan teknik yang benar, bukan sekadar mengandalkan keberanian.

    Rintangan lain adalah Mohawk Bridge atau “Jembatan Indian”. Sebuah tali sepanjang sekitar 10 meter dipasang kurang lebih 50 sentimeter dari tanah.

    Satu peserta berjalan di atas tali, sementara pasangannya berada di tanah untuk membantu menjaga keseimbangan. Di tengah lintasan, keduanya harus bertukar peran.

    Pergantian peran membuat setiap peserta merasakan dua posisi sekaligus: menjadi orang yang membutuhkan dukungan dan menjadi orang yang bertanggung jawab memberi dukungan. Latihan tersebut sederhana, tetapi membuat nilai kerja sama terasa konkret.

    Bagi Arya dari Jakarta, Rio dari Papua Barat, dan peserta putra lainnya, kloter siang tidak hanya menghadirkan tantangan fisik. Mereka juga harus membangun komunikasi dengan peserta dari kontingen berbeda dalam waktu yang relatif singkat.

    Pertemuan lintas daerah menjadi salah satu pengalaman penting dalam Jambore Nasional. Anak-anak Pramuka tidak hanya membawa nama kontingen masing-masing, tetapi juga bertemu budaya, kebiasaan, dan cara berkomunikasi yang berbeda.

    Ucapan Rio tentang “banyak teman, banyak pengetahuan” memperlihatkan sisi pendidikan dari kegiatan tersebut. Pengetahuan tidak selalu datang dari penjelasan formal, tetapi juga dari cara peserta lain menyelesaikan masalah, memberi aba-aba, dan menjaga pasangannya.

    Halang rintang juga memberi pelajaran bahwa mencapai garis akhir tidak harus dilakukan dengan menjadi yang paling cepat. Dalam permainan berpasangan, bergerak terlalu jauh tanpa memperhatikan teman justru dapat membuat keduanya kehilangan keseimbangan.

    Karena itu, keberhasilan peserta diukur dari kemampuan menyelesaikan perjalanan bersama. Kekuatan fisik tetap diperlukan, tetapi harus ditopang dengan komunikasi, kesabaran, dan rasa percaya.

    Kloter putra pada sesi siang Petualangan Rimba akhirnya menjadi ruang pertemuan antara tantangan dan pertemanan. Dari Jakarta hingga Papua Barat, peserta datang membawa identitas daerah masing-masing, lalu belajar menyamakan langkah di atas lintasan yang sama.

    Bagi peserta, garis finish bukan hanya akhir sebuah permainan. Di baliknya ada pengalaman tentang bagaimana mempercayai orang lain, menerima bantuan, memberi dukungan, serta membangun pertemanan baru di tengah Jambore Nasional XII 2026.

    Halang Rintang Berpasangan Jambore Nasional XII Papua Barat Petualangan Rimba Pramuka Penggalang
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleHalang Rintang Berpasangan, Menaklukkan Rintangan dengan Saling Percaya
    Next Article Magister Manajemen UIA Benahi Kurikulum untuk Menuju Unggul

    Related Posts

    Pendidikan

    Kurikulum OBE Dimulai dari Kompetensi Lulusan

    22 Agustus 2026
    Pendidikan

    Magister Manajemen UIA Benahi Kurikulum untuk Menuju Unggul

    22 Agustus 2026
    Pendidikan

    Halang Rintang Berpasangan, Menaklukkan Rintangan dengan Saling Percaya

    15 Agustus 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Gempur Rokok Ilegal
    Top Story

    KPU Kaltim Resmi Tetapkan Rudy Mas’ud-Seno Aji sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih

    6 Februari 20251,319

    Tak Ada Berita Seharga Nyawa, Tapi Fakta Harus Tiba

    24 Juni 202678

    Inflasi Tasikmalaya Maret 2026 Tembus 0,44 Persen

    1 April 202653
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    KPU Kaltim Resmi Tetapkan Rudy Mas’ud-Seno Aji sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih

    6 Februari 20251,319

    Tak Ada Berita Seharga Nyawa, Tapi Fakta Harus Tiba

    24 Juni 202678

    Inflasi Tasikmalaya Maret 2026 Tembus 0,44 Persen

    1 April 202653
    Our Picks

    Kurikulum OBE Dimulai dari Kompetensi Lulusan

    22 Agustus 2026

    Magister Manajemen UIA Benahi Kurikulum untuk Menuju Unggul

    22 Agustus 2026

    Di Atas Tali, Peserta Jamnas XII Belajar Saling Percaya

    17 Agustus 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Ewarta.id
    Facebook Instagram WhatsApp YouTube
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Privasi
    • Disclaimer
    © 2026 Ewarta.id by Dexpert, Inc.
    Dikelola oleh PT Era Warta Idola

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.