Close Menu
Ewarta.idEwarta.id

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Berawal dari Hobi, Fitri Khoirunnisa Sukses Kembangkan Usaha Buket di Jatinangor

    24 Juni 2026

    BPJPH Perkuat Tata Kelola Lewat Bimtek Manajemen Risiko

    24 Juni 2026

    Prabowo Sebut MBG Jadi Benteng Hadapi Kelaparan

    24 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Ewarta.idEwarta.id
    • Beranda
    • Berita
      • Daerah
      • Nasional
      • Global
      • Figur
      • Info Haji
      • Obituari
    • Utama
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Lingkungan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Tokoh
    • Politik
    • Ekonomi
    • Indonesia
    Rabu, 24 Juni 2026 Subscribe
    Ewarta.idEwarta.id
    Beranda » Berawal dari Hobi, Fitri Khoirunnisa Sukses Kembangkan Usaha Buket di Jatinangor

    Berawal dari Hobi, Fitri Khoirunnisa Sukses Kembangkan Usaha Buket di Jatinangor

    Fitri Khoirunnisa mengembangkan usaha buket sejak lulus SMA dan kini kebanjiran pesanan wisuda.
    Siti Aisyah24 Juni 2026 Bisnis
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Berawal dari Hobi, Fitri Khoirunnisa Sukses Kembangkan Usaha Buket di Jatinangor
    Fitri Khoirunnisa
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jatinangor – Musim kelulusan selalu menghadirkan cerita baru. Di tengah ramainya siswa dan mahasiswa yang merayakan wisuda, peluang itu dibaca dengan jeli oleh Fitri Khoirunnisa. Mahasiswi yang juga mengajar di sebuah sekolah swasta di Jatinangor tersebut berhasil mengembangkan usaha buket yang kini semakin diminati, terutama saat musim wisuda tiba.

    Usaha buket yang dijalankan Fitri bermula sejak dirinya lulus SMA pada 2021. Saat itu, ia melihat belum banyak pelaku usaha buket di daerahnya. Kondisi tersebut mendorongnya untuk mencoba membangun usaha kreatif yang memadukan keterampilan tangan, kreativitas, dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.

    Sebagai mahasiswa sekaligus guru, Fitri harus membagi waktu antara pendidikan, pekerjaan, dan usaha yang dirintisnya. Namun, konsistensi yang dibangun selama beberapa tahun terakhir membuat usahanya semakin dikenal masyarakat. Buket yang awalnya dibuat dalam jumlah terbatas kini menjadi salah satu pilihan hadiah favorit saat wisuda, ulang tahun, hingga berbagai perayaan lainnya.

    Menurut Fitri, buket bunga masih menjadi produk yang paling banyak diminati pelanggan. Ia secara rutin mengikuti perkembangan tren dan memperbarui desain agar tetap sesuai dengan selera pasar. Strategi tersebut membuat pelanggan memiliki banyak pilihan model yang selalu mengikuti perkembangan dari tahun ke tahun.

    “Waktu itu saya merasa usaha buket adalah peluang besar bagi saya karena di daerah saya masih jarang ada. Oleh karena itu saya berpikir saya bisa memulainya,” ujar Fitri Khoirunnisa saat menceritakan awal mula merintis usahanya di Jatinangor (24/6/26).

    Harga yang ditawarkan juga cukup beragam. Untuk buket bunga, Fitri mematok harga mulai sekitar Rp65 ribu, menyesuaikan ukuran, jenis bunga, dan tingkat kesulitan desain yang diinginkan pelanggan. Fleksibilitas harga tersebut membuat produknya dapat menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga mahasiswa.

    Momentum wisuda menjadi periode paling sibuk dalam usahanya. Pada hari-hari biasa, pesanan datang secara bertahap. Namun ketika musim kelulusan tiba, jumlah pesanan meningkat tajam dan berdampak langsung terhadap omzet usaha yang dijalankannya.

    “Jika musim wisuda, omzet sangat naik. Saya bisa membuat 40 sampai 50 buket,” kata Fitri.

    Tingginya permintaan tersebut menuntut kemampuan produksi yang lebih besar. Meski demikian, Fitri masih mengerjakan seluruh proses pembuatan buket seorang diri tanpa bantuan karyawan. Kemampuan produksi harian sangat bergantung pada ukuran buket yang dipesan pelanggan.

    Untuk buket berukuran kecil, ia mampu menyelesaikan sekitar 10 buket dalam sehari. Sementara untuk ukuran besar yang membutuhkan detail lebih banyak, jumlah produksi biasanya berkisar lima buket per hari. Seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan, perakitan, hingga pengemasan dilakukan sendiri.

    Media sosial menjadi sarana utama pemasaran yang digunakan Fitri. Ia memanfaatkan akun pribadi serta akun khusus usaha buket untuk menampilkan hasil karya terbaru. Selain promosi digital, rekomendasi pelanggan juga menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan pasar.

    Di era digital, pola pemasaran seperti ini semakin umum dilakukan oleh pelaku usaha muda. Konten visual yang menarik di media sosial mampu menjangkau calon pelanggan lebih luas tanpa harus mengeluarkan biaya promosi besar. Bagi usaha berbasis kreativitas seperti buket, foto dan video hasil karya sering kali menjadi daya tarik utama yang mendorong keputusan pembelian.

    “Saya share di media sosial pribadi dan akun usaha buket saya. Pelanggan juga sering merekomendasikan kepada orang lain,” ujar Fitri.

    Meski mengaku belum menghadapi tantangan besar, Fitri menyebut kesibukan saat musim wisuda terkadang membuatnya kewalahan. Banyaknya pesanan yang masuk dalam waktu bersamaan menuntut ketelitian dan manajemen waktu yang baik agar seluruh pesanan dapat selesai sesuai jadwal.

    Namun bagi Fitri, membuat buket bukan sekadar pekerjaan. Aktivitas tersebut sudah menjadi bagian dari hobinya dalam menuangkan kreativitas. Karena itu, proses produksi yang melelahkan tetap dapat dinikmati sebagai bentuk ekspresi diri sekaligus sumber penghasilan.

    Keunggulan lain dari usaha yang dijalankannya adalah kemampuan menerima desain sesuai permintaan pelanggan. Bahkan, Fitri mengaku lebih senang ketika pelanggan membawa konsep atau ide khusus karena hal tersebut menjadi tantangan baru yang memperkaya portofolio desain yang dimilikinya.

    “Sangat bisa. Saya lebih senang customer request sesuai yang mereka inginkan. Selain menguji adrenalin, saya juga mempunyai katalog terbaru,” kata Fitri.

    Ke depan, Fitri memiliki cita-cita yang lebih besar. Ia ingin memiliki toko sendiri serta merekrut karyawan untuk membantu proses produksi. Impian tersebut tidak hanya bertujuan mengembangkan usaha, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat yang memiliki minat dan bakat di bidang kreativitas.

    Menurutnya, keterampilan membuat buket dapat menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan apabila ditekuni dengan serius. Di tengah meningkatnya kebutuhan hadiah personal dan produk kreatif, usaha buket memiliki ruang pertumbuhan yang masih terbuka lebar.

    “Saya ingin mempunyai toko dan karyawan agar bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang senang dengan kreativitas, karena tidak semua orang bisa membuat buket,” ujar Fitri Khoirunnisa mengenai harapannya terhadap usaha yang sedang dikembangkannya.

    Kisah Fitri menunjukkan bahwa peluang usaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Kemampuan melihat kebutuhan pasar, keberanian memulai, serta konsistensi mengembangkan keterampilan dapat menjadi modal penting bagi generasi muda untuk membangun usaha mandiri.

    Bagi anak muda yang ingin terjun ke dunia usaha kreatif, Fitri berpesan agar tidak terlalu lama menunggu momen yang dianggap sempurna. Menurutnya, keberhasilan hanya dapat diketahui setelah seseorang berani mencoba dan bertahan menghadapi berbagai tantangan.

    “Mulailah dulu. Gagal atau tidaknya kita tidak akan tahu jika belum mencoba. Kita juga harus mencintai usaha yang dijalankan, karena usaha dari nol memiliki banyak tantangan. Jika tidak mencintai usaha sendiri, kita akan cepat lelah dan menyerah,” pesan Fitri.

    Perjalanan usaha buket yang dirintis sejak lulus SMA itu menjadi bukti bahwa kreativitas dapat tumbuh menjadi peluang ekonomi. Di tengah tren buket yang semakin populer saat musim kelulusan, semangat untuk memulai dan terus belajar menjadi modal yang tak kalah penting dibandingkan modal usaha itu sendiri.

    Buket Wisuda Fitri Khoirunnisa Jatinangor UMKM Kreatif Wirausaha Muda
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBPJPH Perkuat Tata Kelola Lewat Bimtek Manajemen Risiko
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Gempur Rokok Ilegal
    Top Story

    Inflasi Tasikmalaya Maret 2026 Tembus 0,44 Persen

    1 April 202640

    Yuliyani Handraeni, Ketekunan yang Menjadi Kekuatan

    21 April 202633

    Diresmikan: Kantor Bersama Biro, Diharapkan Media Bersinergi dan Jaga Kondusifitas

    8 September 202431
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    Inflasi Tasikmalaya Maret 2026 Tembus 0,44 Persen

    1 April 202640

    Yuliyani Handraeni, Ketekunan yang Menjadi Kekuatan

    21 April 202633

    Diresmikan: Kantor Bersama Biro, Diharapkan Media Bersinergi dan Jaga Kondusifitas

    8 September 202431
    Our Picks

    Berawal dari Hobi, Fitri Khoirunnisa Sukses Kembangkan Usaha Buket di Jatinangor

    24 Juni 2026

    BPJPH Perkuat Tata Kelola Lewat Bimtek Manajemen Risiko

    24 Juni 2026

    Prabowo Sebut MBG Jadi Benteng Hadapi Kelaparan

    24 Juni 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Ewarta.id
    Facebook Instagram WhatsApp YouTube
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Privasi
    • Disclaimer
    © 2026 Ewarta.id by Dexpert, Inc.
    Dikelola oleh PT Era Warta Idola

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.