Close Menu
Ewarta.idEwarta.id

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Phubbing: Saat Ponsel Mengalahkan Kehangatan Sosial

    12 April 2026

    Penyetan 234 Ekspansi, Kini Hadir di Tasikmalaya

    12 April 2026

    Pemerintah Ratakan Antrean Haji, Skema War Ticket Tuai Pro dan Kontra

    12 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Ewarta.idEwarta.id
    • Beranda
    • Berita
      • Daerah
      • Nasional
      • Global
      • Figur
      • Info Haji
      • Obituari
    • Utama
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Lingkungan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Tokoh
    • Politik
    • Ekonomi
    • Indonesia
    Minggu, 12 April 2026 Subscribe
    Ewarta.idEwarta.id
    Beranda ยป Phubbing: Saat Ponsel Mengalahkan Kehangatan Sosial

    Phubbing: Saat Ponsel Mengalahkan Kehangatan Sosial

    Kehadiran yang utuh lebih berharga daripada sekadar online.
    Siti Aisyah12 April 2026 Tips
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Phubbing: Saat Ponsel Mengalahkan Kehangatan Sosial
    Ilustrasi seseorang sedang bermain handphone
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Hening terasa aneh ketika dua orang duduk bersama, namun sibuk dengan ponsel masing-masing. Fenomena ini dikenal sebagai phubbing, yaitu perilaku mengabaikan orang di sekitar karena terlalu fokus pada layar. Tanpa disadari, kebiasaan ini semakin sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

    Phubbing berasal dari gabungan kata phone dan snubbing. Artinya, seseorang lebih memilih berinteraksi dengan ponsel dibandingkan dengan orang di sekitarnya. Dalam berbagai studi, fenomena ini terus meningkat seiring penggunaan media sosial. Bahkan, sekitar 74 persen orang pernah merasa diabaikan oleh teman atau pasangan karena ponsel. Angka ini menunjukkan bahwa phubbing bukan masalah kecil.

    Perilaku ini dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kecanduan media sosial. Notifikasi yang terus muncul membuat seseorang sulit lepas dari ponsel. Selain itu, rasa FOMO juga memperparah kondisi ini. Seseorang takut ketinggalan informasi sehingga terus memeriksa layar. Kurangnya kesadaran sosial juga menjadi penyebab penting. Banyak orang tidak menyadari bahwa tindakan mereka bisa melukai orang lain.

    Dampak phubbing sangat nyata dalam hubungan sosial. Kualitas komunikasi menjadi menurun. Percakapan terasa tidak lagi hangat dan penuh perhatian. Bahkan, empati terhadap orang lain bisa berkurang. Ketika seseorang tidak merasa didengar, hubungan menjadi renggang. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu konflik dalam pertemanan maupun hubungan keluarga.

    Selain itu, phubbing juga berdampak pada kesehatan mental. Seseorang bisa menjadi lebih bergantung pada gawai. Ketika jauh dari ponsel, muncul rasa cemas. Ini menunjukkan adanya ketergantungan yang perlu diwaspadai. Tidak hanya itu, kemampuan untuk fokus dalam interaksi nyata juga menurun.

    Ada beberapa tanda seseorang terjebak dalam phubbing. Misalnya, merasa gelisah saat tidak memegang ponsel. Kurang melakukan kontak mata saat berbicara. Lebih nyaman berkomunikasi secara virtual dibanding langsung. Sering mengecek ponsel meski sedang bersama orang lain. Jika tanda-tanda ini muncul, penting untuk segera melakukan perubahan.

    Mengatasi phubbing bisa dimulai dari langkah sederhana. Biasakan untuk tidak menggunakan ponsel saat sedang berbicara dengan orang lain. Letakkan ponsel di tempat yang tidak mudah dijangkau. Fokus pada percakapan yang sedang berlangsung.

    Selain itu, penting untuk mengutamakan komunikasi langsung. Interaksi tatap muka memiliki nilai emosional yang lebih kuat. Dengan hadir secara utuh, hubungan akan terasa lebih hangat dan bermakna. Mengatur waktu penggunaan ponsel juga menjadi langkah penting agar tidak berlebihan.

    Pada akhirnya, teknologi seharusnya mendekatkan, bukan menjauhkan. Dengan mengurangi phubbing, kita bisa membangun hubungan yang lebih sehat dan berkualitas. Kehadiran nyata tetap menjadi hal yang tidak tergantikan.

    Hubungan sosial Kesehatan Mental Media sosial Phubbing
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePenyetan 234 Ekspansi, Kini Hadir di Tasikmalaya
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Gempur Rokok Ilegal
    Top Story

    Inflasi Tasikmalaya Maret 2026 Tembus 0,44 Persen

    1 April 202626

    Stasiun Rajapolah Kembali Layani Penumpang

    17 Maret 20266

    Penyetan 234 Ekspansi, Kini Hadir di Tasikmalaya

    12 April 20265
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    Inflasi Tasikmalaya Maret 2026 Tembus 0,44 Persen

    1 April 202626

    Stasiun Rajapolah Kembali Layani Penumpang

    17 Maret 20266

    Penyetan 234 Ekspansi, Kini Hadir di Tasikmalaya

    12 April 20265
    Our Picks

    Phubbing: Saat Ponsel Mengalahkan Kehangatan Sosial

    12 April 2026

    Penyetan 234 Ekspansi, Kini Hadir di Tasikmalaya

    12 April 2026

    Pemerintah Ratakan Antrean Haji, Skema War Ticket Tuai Pro dan Kontra

    12 April 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Ewarta.id
    Facebook Instagram WhatsApp YouTube
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Privasi
    • Disclaimer
    © 2026 Ewarta.id by Dexpert, Inc.
    Dikelola oleh PT Era Warta Idola

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.