Kutim – Suasana hangat buka puasa bersama di Sekretariat DPC Partai Hanura, Jalan Pendidikan, menjadi panggung refleksi politik dan ekonomi daerah. Di tengah hidangan sederhana, Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, mengingatkan bahwa kekuasaan dan jabatan hanyalah titipan Tuhan yang sewaktu-waktu bisa diberikan dan dicabut.
Kegiatan buka puasa bersama DPC Partai Hanura Kutai Timur digelar pada Sabtu (28/2/2026) dan dihadiri jajaran pengurus partai, tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat daerah. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPC Hanura Kutim Sumarno dan jajaran pengurus atas dukungan politik yang selama ini terjalin. Ia juga menyinggung peran para tokoh partai yang dinilainya turut berkontribusi dalam perjalanan politiknya.
“Saat beliau mengatakan bupati yang akan datang, kita berharap seperti itu. Tapi tentunya kita tawakalkan, kembalikan kepada Allah. Kita berjuang, sekarang yang terpenting sudah menang, saatnya sekarang berjuang untuk membangun masyarakat Kutai Timur sesuai dengan harapan,” ujarnya.
Mahyunadi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kini menghadapi tantangan fiskal yang cukup berat. Jika sebelumnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sempat berada di atas Rp10 triliun, saat ini nilainya turun menjadi sekitar Rp5,1 triliun. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penyesuaian belanja, termasuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
“Belanja pegawai tidak boleh lebih dari 30 persen dari total anggaran yang ada. Karena itu TPP terpaksa kita turunkan. Ini harus dimaklumi bersama,” tegasnya.

Ia mengakui penurunan TPP hingga sekitar 65 persen memicu keluhan di kalangan aparatur sipil negara. Namun, menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan demi menjaga keseimbangan antara belanja pegawai dan belanja modal agar pembangunan tetap berjalan.
Mahyunadi juga menyinggung kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang turut memengaruhi kemampuan fiskal daerah. Meski sempat muncul keinginan untuk menyuarakan protes, ia menyatakan pemerintah daerah memilih memahami situasi nasional dan global.
“Kita juga ingin protes, tetapi kita mendengar bahwa kondisi dunia tidak sedang baik-baik saja. Negara harus siap dalam pertahanan, pangan, dan sumber daya manusia,” katanya.
Menurutnya, ketegangan geopolitik global dan ancaman krisis menjadi alasan pemerintah pusat memperkuat sektor pertahanan dan ketahanan pangan. Oleh karena itu, daerah diminta menyesuaikan diri dengan kebijakan efisiensi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Mahyunadi juga mengajak kader Hanura untuk tetap solid dan optimistis menghadapi agenda politik mendatang. Ia menilai kolaborasi antara pengurus partai dan tokoh masyarakat menjadi modal penting untuk memperkuat basis dukungan di Kutai Timur.
“Hanura insya Allah akan sukses. Tinggal bagaimana kita mengorganisasi kekuatan dan menjaga kekompakan,” ucapnya.
Meski diwarnai candaan politik, Mahyunadi menegaskan fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran. Ia berharap masyarakat dapat bersabar menghadapi perlambatan ekonomi sementara, seraya berdoa agar kondisi fiskal daerah kembali membaik.
Acara buka puasa bersama tersebut ditutup dengan tausiyah singkat dan doa bersama, menandai komitmen kebersamaan antara pemerintah daerah dan kader partai dalam menghadapi dinamika politik serta tantangan ekonomi ke depan.

