Bengalon – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur terpilih, Ardiansyah Sulaiman dan Mahyunadi (ARMY), menggelar tasyakuran dan silaturahmi bersama tim pemenangan, relawan, organisasi masyarakat (ormas), serta masyarakat Kecamatan Bengalon. Acara ini berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Sepaso Timur, Bengalon, Sabtu (7/12/2024).
Ketua tim pemenangan ARMY Bengalon, Tamrin Bujal, mengungkapkan rasa bangga atas perolehan suara yang luar biasa dari masyarakat Bengalon. “Bengalon menjadi salah satu penyumbang suara terbesar setelah Sangatta Utara, dengan total perolehan mencapai 9.998 suara,” katanya.
Tamrin menambahkan, kemenangan ini merupakan amanah besar yang harus diemban oleh ARMY. “Sekarang tidak ada lagi istilah 01 dan 02, melainkan kebersamaan menuju Kutim Hebat dan mencapai visi emas 2045. Kami siap mengawal pemerintahan ARMY untuk periode 2025-2029,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati terpilih Ardiansyah Sulaiman menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Bengalon, tim pemenangan, relawan, dan ormas yang telah memberikan dukungan luar biasa. “Bengalon telah menunjukkan kekuatannya, memberikan kontribusi besar dalam kemenangan kami. Kami menang mutlak di Bengalon, dan ini menjadi motivasi besar bagi kami,” ujar Ardiansyah.
Ia juga mengapresiasi kreativitas dan inovasi desa-desa di Bengalon, khususnya Desa Tepian Langsat. “Desa ini memiliki ekonomi kerakyatan yang luar biasa. Kepala desa di sana begitu inovatif dalam mengembangkan potensi lokal. Ke depan, dua desa lainnya, Tepian Langsat dan Tebangan Lembak, akan mendapat perhatian khusus dari kami,” jelasnya.
Ardiansyah juga menyampaikan sejumlah agenda pembangunan yang akan diwujudkan di Bengalon. Salah satunya adalah penyelesaian pembangunan Jembatan Sepaso Selatan yang dijadwalkan rampung tahun depan. “Selain itu, kami juga sedang mempersiapkan pengembangan wisata Sekrat dan jembatan Muara Bengalon yang melalui PT KIN. Bahkan, 15 hektar lahan di Bengalon telah disiapkan untuk penangkaran buaya,” tambahnya.
Ardiansyah menekankan pentingnya transformasi ekonomi Kutim, terutama dalam menghadapi tantangan pasca tambang. “Kami butuh strategi yang matang untuk mengantisipasi persoalan ini. Oleh karena itu, kami telah menyiapkan dua langkah utama: hilirisasi dan transformasi ekonomi kerakyatan,” jelasnya.
Dalam hal hilirisasi, Ardiansyah berencana mengembangkan industri berbasis potensi lokal di berbagai wilayah Kutim. “Di Desa Karangan Ilir, kami akan membangun industri pengolahan cokelat. Di Hamba Lestari, kami siapkan industri pengolahan nanas. Sementara itu, di Kaubun dan Kaliorang, akan dikembangkan industri pengolahan pisang,” paparnya.
Industri-industri ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja berbasis padat karya dan mendukung pertumbuhan ekonomi mikro masyarakat Kutim. “Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama dalam transformasi ini. Industri rakyat harus tumbuh sehingga ekonomi kerakyatan semakin meningkat,” tegasnya.
Dalam lima tahun ke depan, pasangan ARMY berkomitmen untuk membangun Kutim di semua sektor, mulai dari infrastruktur fisik, pendidikan, kesehatan, hingga pariwisata dan industri. “Kami akan memastikan pembangunan yang menyentuh semua lini, dengan tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Jika Kutim tumbuh, masyarakatlah yang akan menikmatinya,” kata Ardiansyah.
Di akhir acara, Ardiansyah meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kutim untuk menjalankan amanah yang telah diberikan. “Kami sadar, tanggung jawab ini tidak ringan. Namun, dengan doa, restu, dan kerja sama seluruh masyarakat, kami optimis mampu membawa Kutim ke arah yang lebih baik,” tutupnya.

