Sidoarjo – Di balik pertumbuhan Kota Sidoarjo yang pesat, tantangan dalam menyediakan air bersih tetap menjadi prioritas utama. Perumda Delta Tirta Sidoarjo, sebagai penyedia air bersih andalan kota ini, telah menetapkan target ambisius: cakupan layanan 100 persen. Saat ini, cakupan layanan air bersih baru mencapai 32 persen, dengan sekitar 185.000 pelanggan aktif dari populasi yang terus berkembang.
Direktur Utama Perumda Delta Tirta, Dwi Hary Soeryadi, memahami betul bahwa misi ini bukan perkara mudah. Menurutnya, saat ini kapasitas produksi air yang dimiliki hanya sekitar 2.315 liter per detik (lps), jauh dari kebutuhan ideal sebesar 7.220 lps untuk mencapai cakupan 100 persen. “Kita masih harus mengejar kekurangan yang besar, dan ini memerlukan langkah cepat dan strategis,” ujar Dwi, Senin (4/11/2024).
Langkah Jangka Pendek: Menambah Kapasitas Instan
Sebagai upaya jangka pendek, Delta Tirta berencana meningkatkan kapasitas di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Krian. Kapasitas IPA ini akan ditambah dari 70 lps menjadi 370 lps, dengan memanfaatkan sumber air baku dari Sungai Penambangan. Dwi optimistis bahwa penambahan ini akan memberikan peningkatan layanan yang cukup signifikan. “Dengan penambahan kapasitas di IPA Krian, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak pelanggan,” jelas Dwi.
Selain di IPA Krian, peningkatan kapasitas juga akan dilakukan di IPA Tawangsari, yang saat ini berkapasitas 850 lps. Delta Tirta berencana menaikkannya menjadi 1.000 lps untuk mencakup lebih banyak permintaan air di area tersebut.
Rencana Jangka Panjang: Membangun Masa Depan Bersama Investor
Di luar langkah jangka pendek, Dwi menjelaskan rencana jangka panjang yang tengah dipersiapkan, yaitu mengajak investor untuk meningkatkan kapasitas produksi di instalasi pengolahan air lainnya. Salah satu proyek besar yang kini berjalan adalah studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) di Lengkong, yang jika berhasil, dapat menambah pasokan hingga 2.500 lps dengan sumber air dari Sungai Brantas.
Selain itu, Perumda Delta Tirta juga berencana menggali potensi Sungai Kalimati di Kecamatan Tarik untuk menambah kapasitas 1.000 lps. Studi kelayakan di area ini sudah dilakukan sejak 2019, namun Dwi mengungkapkan bahwa koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih perlu dilakukan untuk merealisasikan proyek ini.
Untuk memperkuat akses air bersih di kawasan strategis, Delta Tirta akan membangun instalasi pengolahan air baru di Waru dengan kapasitas hingga 1.000 lps. Proyek ini akan memanfaatkan air baku dari Kali Surabaya, yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah padat penduduk.
Tantangan dan Optimisme Menuju 100 Persen Layanan
Tantangan dalam mengejar target ini tidak hanya soal menambah kapasitas, namun juga bagaimana mengelola sumber daya secara berkelanjutan di tengah pertumbuhan penduduk dan permintaan air bersih yang terus meningkat. “Kami sadar tantangan ini besar, namun dengan dukungan pemerintah dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait, kami optimis bisa melangkah menuju 100 persen cakupan layanan,” pungkas Dwi.
Dengan serangkaian langkah inovatif dan kolaborasi, Perumda Delta Tirta Sidoarjo menunjukkan komitmen kuat dalam memenuhi kebutuhan air bersih yang menjadi hak dasar bagi setiap warga. Harapan besar ini tak hanya berfokus pada infrastruktur, namun juga membawa Sidoarjo menuju masa depan yang lebih baik, di mana setiap sudut kota dapat menikmati akses air bersih yang layak.
