SIDOARJO – Dalam upaya meringankan beban masyarakat akibat lonjakan harga bahan pokok, Pjs. Bupati Sidoarjo, Muhammad Isa Anshori, memimpin langsung penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada 788 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di tiga desa pada Selasa pagi (8/10/2024). Bantuan ini merupakan bagian dari program distribusi beras tahap ketiga yang dialokasikan untuk bulan Oktober 2024.
Isa Anshori, didampingi oleh Dinas Pangan dan Pertanian serta Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, melakukan monitoring langsung di lapangan. Dengan agenda yang padat, ia mengunjungi tiga desa secara maraton, yaitu Desa Penambangan di Kecamatan Balongbendo, Desa Segodobancang di Kecamatan Tarik, dan Desa Gedangrowo di Kecamatan Prambon. Setiap KPM menerima bantuan berupa 10 kilogram beras dari Bulog.
Di Desa Penambangan, yang menjadi titik awal penyerahan bantuan, sebanyak 282 KPM tercatat menerima bantuan. Di Desa Segodobancang, jumlah penerima mencapai 229 KPM, sementara di Desa Gedangrowo, ada 267 KPM yang mendapat manfaat dari program ini. Data penerima disusun berdasarkan verifikasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, bekerja sama dengan Kementerian Sosial untuk memastikan distribusi yang tepat sasaran.
Dalam sambutannya di Desa Penambangan, Isa Anshori menegaskan pentingnya peran monitoring dan pengawasan agar program bantuan berjalan sesuai prosedur dan mencapai target masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Penyaluran bantuan pangan ini sangat krusial, terutama dalam menghadapi kenaikan harga beras yang kian tak terjangkau bagi sebagian besar masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan dan bisa meringankan beban ekonomi mereka,” ujarnya.
Proses distribusi bantuan ini melibatkan kerjasama erat antara pemerintah desa, Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, dan Bulog, dengan tujuan menciptakan transparansi dan akurasi dalam pendataan penerima bantuan. Isa Anshori juga menekankan pentingnya cermat dalam pendataan agar tidak ada warga yang terlewat dalam program ini.
“Kami tidak ingin ada warga yang terpinggirkan atau luput dari pendataan. Oleh karena itu, akurasi dalam pendataan menjadi kunci utama. Kami juga memastikan agar tidak ada penyelewengan dalam proses distribusi bantuan,” tegasnya.
Bantuan beras ini dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata dari pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan dan meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah situasi yang penuh tantangan. Selain itu, pemerintah juga berharap program ini dapat membantu menekan inflasi dan menjaga kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu.
“Bantuan ini diharapkan bisa menjadi angin segar bagi warga yang terdampak oleh kenaikan harga bahan pokok. Semoga dengan adanya program ini, beban ekonomi KPM bisa sedikit berkurang, dan mereka bisa melewati masa sulit ini dengan lebih baik,” pungkas Isa Anshori.
Program bantuan pangan ini menjadi langkah konkret dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal, sekaligus bukti komitmen pemerintah dalam menangani masalah-masalah yang timbul akibat kondisi ekonomi yang menantang.

