Tenggarong — Di tengah suasana khusyuk dan penuh makna, SMAN 1 Loa Kulu menggelar acara pengajian untuk menutup rangkaian milad ke-33 sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Jumat (20/9/2024). Acara yang diselenggarakan di halaman sekolah ini hanya diikuti oleh para guru, tenaga kependidikan, dan siswa, dengan tetap menghadirkan atmosfer spiritual yang mendalam.
Dr. Yessi Herlina, S.S., M.Pd, selaku Kepala SMAN 1 Loa Kulu, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sederhana namun bermakna. Menurutnya, perayaan milad sekolah menjadi momen yang tepat untuk juga memperingati Maulid Nabi, sebagai refleksi diri bagi seluruh warga sekolah.
“Acara ini adalah bagian dari rangkaian milad ke-33 yang kami tutup dengan pengajian sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Meski hanya dihadiri guru, tenaga kependidikan, dan siswa, esensi dari kegiatan ini adalah memupuk kecintaan kita, terutama kaum muda, terhadap Rasulullah SAW dan meneladani akhlak mulia beliau,” jelas Dr. Yessi dalam sambutannya.
Pengajian ini terasa istimewa dengan kehadiran Al Habib Alwy Balgois Ba’alawy sebagai penceramah utama. Dalam ceramahnya yang bertema Rasulullah sebagai Pemimpin Sejati, Al Habib Alwy mengajak para siswa untuk lebih memahami sosok Nabi Muhammad SAW sebagai panutan sempurna dalam kepemimpinan, baik di ranah keluarga, masyarakat, hingga kepemimpinan dunia.

“Rasulullah SAW adalah teladan pemimpin yang sempurna, penuh kasih sayang, keadilan, dan kebijaksanaan. Di tengah dunia yang semakin kompleks ini, meneladani beliau sangatlah penting, terutama bagi kaum muda yang akan menjadi pemimpin masa depan,” ungkap Al Habib Alwy dengan penuh semangat.
Ia juga menekankan bahwa cinta kepada Rasulullah haruslah diwujudkan dengan mencontoh perilaku dan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, di era digital yang penuh tantangan, anak muda sering kali menghadapi banyak distraksi yang bisa menjauhkan mereka dari nilai-nilai spiritual dan moral.
“Kaula muda perlu terus menambah kecintaan mereka kepada Rasulullah SAW dengan cara mengenal dan meneladani beliau. Rasulullah adalah cerminan akhlak terbaik, dan ini harus menjadi pedoman kita dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan,” lanjutnya.
Para siswa tampak menyimak ceramah tersebut dengan serius. Alunan shalawat yang dikumandangkan sepanjang acara pengajian membawa suasana yang penuh kekhusyukan. Para siswa, guru, dan tenaga kependidikan ikut larut dalam momen spiritual ini, mempererat hubungan mereka dalam satu bingkai keagamaan.
Di akhir acara, pengajian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Al Habib Alwy, memohon keberkahan bagi SMAN 1 Loa Kulu dan seluruh warga sekolah. Dr. Yessi berharap, melalui kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga dengan nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat.
“Dengan kecintaan kepada Rasulullah SAW, kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, yang mampu menjadi pemimpin di masa depan dengan membawa nilai-nilai keadilan dan kebenaran,” pungkas Dr. Yessi.
Meskipun acara ini hanya dihadiri oleh kalangan internal sekolah, maknanya terasa dalam bagi setiap peserta. Melalui pengajian ini, SMAN 1 Loa Kulu berhasil memadukan perayaan milad dengan peringatan Maulid Nabi, menghadirkan semangat kebersamaan yang tidak hanya merayakan usia sekolah yang semakin dewasa, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual di hati generasi muda.

