Close Menu
Ewarta.idEwarta.id

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 2026

    Verifikasi Dapodik Rampung, Kemendikdasmen Bidik Guru S1/D4 yang Belum Ikut PPG Guru Tertentu

    8 April 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Ewarta.idEwarta.id
    • Beranda
    • Berita
      • Daerah
      • Nasional
      • Global
      • Figur
      • Info Haji
      • Obituari
    • Utama
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Lingkungan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Tokoh
    • Politik
    • Ekonomi
    • Indonesia
    Subscribe
    Ewarta.idEwarta.id
    Beranda » Tinggalkan Karier Demi Impian: Sukses Yuni SA dalam Dunia Kerajinan Rajut

    Tinggalkan Karier Demi Impian: Sukses Yuni SA dalam Dunia Kerajinan Rajut

    Siti Aisyah4 September 2024 Ekonomi
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Yuni Suwanti Asih atau yang akrab dipanggil June SA hijab biru tua berkacamata tengah, saat bersama pengerajin rajut di kediamannya Pondok Sidokare Indah, Sidoarjo,Rabu(4/9/2024)(Foto: Dian/Etara.id).
    Yuni Suwanti Asih atau yang akrab dipanggil June SA hijab biru tua berkacamata tengah, saat bersama pengerajin rajut di kediamannya Pondok Sidokare Indah, Sidoarjo,Rabu(4/9/2024)(Foto: Dian/Etara.id).
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Sidoarjo – Di sebuah rumah sederhana yang terletak di Pondok Sidokare Indah, Blok XX No. 8, Sidoarjo, terdengar suara mesin jahit yang berpadu dengan denting alat rajut. Rumah itu milik Yuni Suwanti Asih, seorang perempuan yang rela meninggalkan pekerjaannya sebagai tenaga administrasi di Dinas PU Cipta Karya demi mengejar impian masa kecilnya: merajut.

    Yuni, yang akrab disapa June SA di dunia rajut dan wirausaha, memulai perjalanan barunya pada 27 Desember 2018. Dengan hanya bermodalkan hobi dan kecintaannya pada benang dan hakpen, ia merintis usaha kerajinan rajut yang kini dikenal dengan nama June SA Crochet.

    “Sejak kecil, saya sudah suka merajut. Hobi itu terus saya lakukan selama bekerja. Akhirnya, saya berpikir, kenapa tidak mencoba mengembangkan hobi ini menjadi usaha?” ujar Yuni saat berbincang dengan tim Etara.id di kediamannya, Rabu (4/9/2024).

    Yuni Suwanti Asih atau yang akrab dipanggil June SA hijab biru tua berkacamata tengah, saat bersama pengerajin rajut di kediamannya Pondok Sidokare Indah, Sidoarjo,Rabu(4/9/2024)(Foto: Dian/Etara.id).

    Perjalanan Yuni dalam dunia rajut tidaklah mudah. Dengan peralatan sederhana seperti hakpen, benang rajut, jarum tapestry, stitch marker, dan gunting, Yuni mulai menghasilkan berbagai kreasi rajut. Dari tas, pakaian, hingga aksesoris rumah tangga, semua dihasilkan dari tangan kreatifnya. Karyanya tidak hanya dijual secara online melalui platform seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan Shopee, tetapi juga dipasarkan secara offline melalui pameran dan toko-toko di Sidoarjo.

    Namun, tantangan terbesar yang dihadapinya adalah pemasaran. Meski demikian, Yuni tidak menyerah. Ia berkolaborasi dengan para perajin rajut di Sidoarjo untuk mengerjakan proyek tas rajut yang diekspor ke luar negeri. “Berkat proyek ini, omzet saya meningkat hingga mencapai sekitar 7 juta rupiah,” ungkapnya dengan bangga.

    Pemerintah juga turut berperan dalam perkembangan usaha Yuni. Melalui fasilitas pelatihan kewirausahaan, bantuan permodalan Dagulir, dan penyediaan stand gratis di berbagai event, Yuni merasakan dukungan nyata untuk usahanya. Meski demikian, Yuni berharap ada penilaian yang lebih tinggi terhadap produk-produk rajut. “Saya berharap pemerintah dan masyarakat bisa melihat nilai dari setiap produk handmade, sehingga harganya bisa lebih dihargai,” tambahnya.

    Panda Mochamad Mufit, salah satu perajut laki-laki di Sidoarjo yang telah merajut sejak Agustus 2018, juga merasakan hal yang sama. “Saya merajut untuk mengasah keterampilan dan menambah penghasilan. Karya-karya saya sudah banyak diapresiasi oleh komunitas, dan ini membuat saya semakin percaya diri,” kata Panda.

    Ia pun berharap agar karya rajut bisa menjadi bagian dari fashion resmi di Indonesia, bahkan sebagai kelengkapan kerja di kantor-kantor pemerintah. “Rajut bukan hanya sekadar hobi, tapi juga seni yang memiliki nilai lebih. Saya berharap ada lebih banyak kesempatan untuk kami para perajin agar karya kami bisa lebih dikenal,” pungkas Panda.

    Di tangan Yuni dan Panda, rajut bukan hanya sebuah hobi, tetapi sebuah perjuangan untuk menjadikan karya lokal Indonesia lebih dihargai dan diakui. Dengan semangat dan ketekunan, mereka membuktikan bahwa impian masa kecil bisa menjadi kenyataan, bahkan menjadi sumber penghidupan yang membanggakan.

    June SA Crochet Kabar Sidoarjo
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleTes Kesehatan Jadi Tahap Krusial Pilkada 2024 di Kutai Timur
    Next Article Hari Pelanggan Nasional, BPJS Kesehatan Sidoarjo Siap Layani Peserta JKN dengan Sepenuh Hati

    Related Posts

    Ekonomi

    Kaltim Dukung Ekraf, Pemuda Didorong Kembangkan Potensi Daerah

    3 Juli 2025
    Ekonomi

    STQ Akan Ditata Ulang, Bangunan Permanen Dilarang

    11 April 2025
    Ekonomi

    ASKOPI Resmi Dideklarasikan, Babel Jadi Contoh Nasional

    23 Maret 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Demo
    Top Posts

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 20262

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Maret 20262

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 20261
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 20262

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Maret 20262

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 20261
    Our Picks

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 2026

    Verifikasi Dapodik Rampung, Kemendikdasmen Bidik Guru S1/D4 yang Belum Ikut PPG Guru Tertentu

    8 April 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Ewarta.id
    Facebook Instagram WhatsApp YouTube
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Privasi
    • Disclaimer
    © 2026 Ewarta.id by Dexpert, Inc.
    Dikelola oleh PT Era Warta Idola

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.