Tuban — Dalam rangka mendorong budidaya perikanan yang berkelanjutan, tim dosen dari Universitas Brawijaya (UB) baru-baru ini melaksanakan program pengabdian masyarakat “Dokter Mengabdi” di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Program ini berfokus pada pengenalan teknologi terbaru di sektor perikanan, khususnya untuk tambak budidaya udang vaname milik Nusantara Agro Mandiri. Teknologi yang diperkenalkan bertujuan meningkatkan kualitas air tambak agar lingkungan tambak lebih kondusif bagi pertumbuhan udang.
Program pengabdian ini dilaksanakan pada Senin (4/11/2024), dengan mengusung solusi inovatif berupa kombinasi teknologi pompa Venturi dan protein skimmer. Kombinasi teknologi ini bertujuan untuk mengatasi tantangan kualitas air yang fluktuatif, masalah umum yang sering dihadapi dalam budidaya udang.
“Budidaya udang vaname adalah salah satu sektor ekonomi utama bagi masyarakat pesisir, namun masih ada kendala besar terkait kualitas air yang sering kali berubah-ubah. Ini dapat memicu stres pada udang dan menimbulkan berbagai penyakit,” jelas Fuad, ketua tim pengabdian dari UB. “Dengan teknologi ini, kami berharap dapat mendukung petambak dalam menciptakan ekosistem air yang lebih stabil dan bersih.”
Mekanisme Pompa Venturi dan Protein Skimmer
Pada budidaya udang, kandungan oksigen terlarut yang mencukupi sangat penting untuk menjaga kesehatan dan mendorong pertumbuhan udang. Teknologi pompa Venturi yang diperkenalkan oleh tim UB dirancang untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air tambak. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan aliran air yang masuk ke dalam pompa, yang kemudian melewati bagian penyempitan (Venturi). Aliran ini menghasilkan efek hisap yang menyebabkan udara terlarut masuk ke dalam air, sehingga kandungan oksigen meningkat.
“Teknologi ini mendukung metabolisme udang dengan mengurangi stres akibat rendahnya kadar oksigen, serta menghambat pertumbuhan bakteri patogen yang sering muncul di lingkungan dengan oksigen minim,” tambah Fuad. Menurutnya, kondisi ini memungkinkan udang tumbuh lebih optimal dan mengurangi risiko kematian akibat penyakit.
Selain pompa Venturi, teknologi lain yang diperkenalkan adalah protein skimmer. Alat ini bertujuan untuk membersihkan air dari partikel organik halus dan bahan tersuspensi. Protein skimmer bekerja dengan prinsip pemisahan partikel melalui gelembung mikro yang menarik kotoran dan zat organik ke permukaan air, kemudian mengumpulkannya untuk dibuang.
“Kombinasi kedua teknologi ini diyakini dapat menurunkan limbah organik, mencegah terbentuknya amonia, serta menjaga pH air agar tetap stabil. Ini adalah hal yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan sehat bagi udang,” ujar Fuad. Menurutnya, sistem ini akan memberikan dampak positif jangka panjang terhadap kualitas dan produktivitas tambak.
Dukungan bagi Budidaya yang Berkelanjutan
Penerapan teknologi ini diharapkan tidak hanya mendukung keberlanjutan operasional tambak, tetapi juga berperan besar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Fuad menekankan bahwa teknologi ini dirancang untuk mengatasi tantangan kualitas air secara efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan.
“Dengan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, teknologi ini memberikan alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan bagi udang dan lingkungan sekitar tambak,” jelas Fuad. Penggunaan bahan kimia untuk menjaga kualitas air kerap menjadi pilihan petambak, tetapi memiliki dampak negatif terhadap lingkungan air di sekitarnya. Dengan teknologi ini, penggunaan bahan kimia diharapkan dapat ditekan, sehingga dampak ekologis juga menjadi lebih minim.
Tambak bundar yang menggunakan kombinasi pompa Venturi dan protein skimmer juga memiliki keuntungan dari segi biaya operasional. Teknologi ini membantu mengurangi biaya dengan mengoptimalkan proses aerasi dan filtrasi dalam satu sistem terpadu. “Selain menghemat biaya, sistem ini juga mudah dioperasikan oleh petambak,” tambahnya.
Respon Positif dari Petambak Lokal
Para petambak di Tuban menyambut baik inovasi ini. Mereka berharap bahwa penggunaan teknologi ini akan memberikan manfaat nyata, terutama dalam meningkatkan produktivitas tambak dan kualitas hasil panen udang vaname. Salah satu petambak, Andi, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program ini. Menurutnya, masalah kualitas air kerap menjadi tantangan besar dalam budidaya udang, terutama ketika musim berganti.
“Dengan teknologi ini, kami merasa lebih optimis karena bisa menjaga kondisi air tetap stabil tanpa harus sering menambahkan bahan kimia. Semoga program ini terus berlanjut dan memberi dampak yang signifikan,” ujar Andi.

