Jakarta – Sebuah sekolah baru biasanya dinilai dari prestasi murid yang belajar di dalamnya. Dalam rancangan Sekolah Nasional Terintegrasi, ukuran keberhasilan diperluas: sekolah di sekelilingnya juga diharapkan ikut tumbuh.
Kemendikdasmen menyebut SNT tidak dirancang berjalan sebagai satuan pendidikan yang terpisah dari lingkungannya. Sekolah tersebut diharapkan menjadi pusat pengembangan kompetensi guru, laboratorium pembelajaran, pemanfaatan fasilitas bersama, serta pengimbasan praktik baik.
Sebanyak 17 lokasi ditargetkan memberikan layanan pada Tahun Ajaran 2026/2027 dan 20 lokasi lain memasuki pembangunan. Model SNT mengintegrasikan SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan.
“Keberhasilan SNT tidak hanya diukur dari capaian murid yang belajar di dalamnya,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat menjelaskan rancangan SNT di Jakarta (20/7/26).
Gagasan pusat mutu menjadi penting karena pembangunan sekolah unggulan dapat menimbulkan kesenjangan baru bila sumber daya hanya terkonsentrasi di satu tempat. Berbagi fasilitas dan pelatihan menjadi cara agar investasi pendidikan mempunyai jangkauan lebih luas.
Laboratorium, ruang pelatihan, perpustakaan, atau sumber belajar dapat digunakan untuk kegiatan bersama ketika pengelolaannya memungkinkan. Guru dari sekolah sekitar juga dapat bertemu untuk mengembangkan metode dan mengevaluasi pembelajaran.
Kolaborasi tersebut tidak berarti semua sekolah harus menjadi sama. Setiap satuan pendidikan tetap mempunyai karakter, peserta didik, dan kebutuhan sendiri, tetapi dapat mengakses pengetahuan dan sumber daya yang lebih luas.
Bagi guru, Teaching and Learning Center yang direncanakan dalam pengembangan SNT dapat menjadi ruang belajar profesional. Peningkatan kompetensi tidak hanya berlangsung melalui pelatihan singkat, tetapi melalui komunitas yang terus bertukar pengalaman.
Murid sekolah lain juga dapat memperoleh manfaat secara tidak langsung ketika kualitas pendidik meningkat. Praktik yang terbukti efektif dapat diterapkan dengan penyesuaian sesuai keadaan sekolah masing-masing.
Pemerintah daerah memegang peran menjaga agar kolaborasi tersebut benar-benar terjadi. Tanpa mekanisme yang jelas, fasilitas yang baik berisiko hanya digunakan oleh sekolah yang memilikinya.
SNT karena itu membawa pertanyaan yang lebih besar mengenai pemerataan. Sekolah bermutu bukan hanya soal membangun satu institusi yang menonjol, tetapi tentang bagaimana keunggulan sebuah sekolah dapat mengangkat kualitas pendidikan di lingkungan sekitarnya.

