Sidoarjo – Kebakaran hebat yang melanda Pasar Sepanjang di Kecamatan Taman, Sidoarjo, Kamis sore (19/9/2024), menghanguskan satu blok pasar dan menelan kerugian besar bagi para pedagang. Sedikitnya 10 stan yang beroperasi di sana—termasuk kios penyembelihan ayam potong, toko sembako, penggilingan kopi, gudang sayur, dan warung nasi pecel—habis dilalap si jago merah. Tak hanya itu, sebuah rumah yang lokasinya dekat dengan pasar turut menjadi korban amukan api.
Jumat (20/9/2024), Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Sidoarjo, H. Subandi SH, M.Kn, bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo, Widiyantoro Basuki, langsung turun ke lokasi untuk meninjau dampak kebakaran. Garis polisi masih terlihat melintang di sekitar kawasan yang terbakar, sementara para pedagang berusaha menyelamatkan sisa-sisa barang dagangan yang selamat.
H. Subandi dalam kunjungannya menyampaikan belasungkawa kepada para pedagang yang menjadi korban. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Sidoarjo segera memberikan bantuan dan perbaikan kepada para pedagang yang terdampak, serupa dengan langkah-langkah yang diambil saat kebakaran melanda Pasar Krian beberapa waktu lalu.
“Insyaallah nanti akan ada pembenahan dan juga ada bantuan lagi, seperti yang kita berikan kepada pedagang pasar Krian yang kemarin juga mengalami musibah kebakaran,” kata H. Subandi.
Plt. Bupati tersebut mengungkapkan bahwa setiap pedagang yang kiosnya terbakar akan menerima bantuan sebesar Rp 5 juta. Jumlah ini sama seperti bantuan yang diberikan kepada pedagang Pasar Krian yang mengalami musibah serupa. Menurutnya, bantuan ini diharapkan bisa disalurkan secepatnya, paling lambat Minggu depan.
“Kita upayakan paling lambat Minggu depan, setiap kios akan kita bantu Rp 5 juta agar mereka bisa kembali berjualan lagi,” tambahnya.
Tak hanya kios, rumah warga yang ikut terbakar dalam peristiwa ini juga akan mendapat perhatian khusus. H. Subandi menyebutkan bahwa rumah tersebut akan segera diperbaiki menggunakan dana Bantuan Tidak Terduga (BTT).
“Kasihan juga beliau, ikut rumahnya terbakar. Kita akan membantu dan benahi sekalian,” ujarnya.
Di luar itu, H. Subandi juga menekankan pentingnya peningkatan antisipasi kebakaran di pasar-pasar tradisional. Ia mencatat bahwa penataan instalasi listrik yang semrawut di area pasar menjadi salah satu faktor yang perlu segera dibenahi. Kabel-kabel yang tidak teratur dianggap berpotensi menyebabkan kebakaran.
“Kita lihat ini kabel-kabelnya semrawut. Penataan instalasi listrik perlu dibenahi. Alat pemadam kebakaran juga akan disiapkan di beberapa titik agar bisa langsung digunakan jika terjadi kebakaran lagi,” pungkas H. Subandi.
Pasca peninjauan, pemerintah daerah segera melakukan rapat internal untuk membahas langkah-langkah selanjutnya dalam penanganan korban kebakaran, baik dalam hal bantuan finansial maupun perbaikan fasilitas pasar. Warga berharap dengan banyaknya perhatian pemerintah, para pedagang dapat segera bangkit dari musibah ini dan memulai kembali usaha mereka.

