Close Menu
Ewarta.idEwarta.id

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 2026

    Verifikasi Dapodik Rampung, Kemendikdasmen Bidik Guru S1/D4 yang Belum Ikut PPG Guru Tertentu

    8 April 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Ewarta.idEwarta.id
    • Beranda
    • Berita
      • Daerah
      • Nasional
      • Global
      • Figur
      • Info Haji
      • Obituari
    • Utama
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Lingkungan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Tokoh
    • Politik
    • Ekonomi
    • Indonesia
    Subscribe
    Ewarta.idEwarta.id
    Beranda » Pembakaran Al-Qur’an: Irak Usir Dubes Swedia, Kedutaan Dibakar

    Pembakaran Al-Qur’an: Irak Usir Dubes Swedia, Kedutaan Dibakar

    Pengunjuk rasa anti-Islam, termasuk salah satunya adalah imigran Irak yang tinggal di Swedia, telah melakukan pembakaran Al-Qur'an di luar masjid di Stockholm pada akhir bulan sebelumnya
    Siti Aisyah21 Juli 2023 Global
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Pembakaran Al-Qur'an
    Ilustrasi. Protes Pembakaran Al-Qur'an di Swedia (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta -Irak mengusir duta besar Swedia sebagai bentuk protes terhadap rencana pembakaran Al-Qur’an di Stockholm. Insiden ini memicu kemarahan ratusan pengunjuk rasa yang menyerbu dan membakar kedutaan Swedia di Baghdad (20/07/2023).

    Dalam pernyataan pemerintahnya yang dikutip oleh Reuters, Irak menyatakan bahwa mereka juga menarik kembali duta besar mereka di Swedia. Selain itu, kantor berita negara Irak melaporkan bahwa mereka telah menangguhkan izin kerja perusahaan Ericsson Swedia di negara tersebut.

    Protes Pembakaran Al-Qur’an di Swedia

    Tindakan ini merupakan respons atas rencana pembakaran Al-Qur’an di Stockholm dan serangan terhadap kedutaan Swedia di Baghdad yang telah menimbulkan kemarahan di Irak.

    Pengunjuk rasa anti-Islam, termasuk salah satunya adalah imigran Irak yang tinggal di Swedia, telah melakukan pembakaran Al-Qur’an di luar masjid di Stockholm pada akhir bulan sebelumnya. Berita ini menyatakan bahwa mereka telah mengajukan permohonan dan mendapatkan izin dari polisi Swedia untuk melakukan aksi pembakaran kitab suci umat Muslim tersebut di luar kedutaan Irak.

    Tindakan ini tentu memicu kontroversi dan kemarahan di kalangan umat Muslim dan juga pihak-pihak yang mendukung kebebasan berekspresi.

    Serangan Brutal di Kedutaan Irak

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam peristiwa tersebut, para pengunjuk rasa melakukan tindakan brutal dengan menendang dan menghancurkan sebagian dari buku yang mereka klaim sebagai Al-Qur’an di luar kedutaan Irak di Swedia. Namun, meskipun telah diberikan izin untuk membakar kitab suci tersebut, mereka akhirnya meninggalkan area setelah satu jam tanpa melakukan pembakaran.

    Menteri Luar Negeri Swedia, Tobias Billstrom, menyatakan bahwa staf di kedutaan Swedia di Baghdad aman meskipun serangan terhadap kedutaan di sana. Namun, ia juga menyoroti kegagalan otoritas Irak dalam melindungi kedutaan dari serangan yang terjadi. Peristiwa ini menunjukkan ketegangan dan kekhawatiran atas aksi protes yang semakin meningkat di antara kedua negara.

    Billstrom mengatakan penyerbuan kedutaan “sama sekali tidak dapat diterima dan pemerintah mengutuk keras serangan ini”. Dia menambahkan pemerintah telah melakukan kontak dengan perwakilan tingkat tinggi Irak untuk mengungkapkan kekecewaanya.

    Reaksi Internasional atas Pembakaran Al-Qur’an di Swedia

    Menurut pernyataan dari kantor Perdana Menteri Irak, Mohammed Shia Al-Sudani, Pemerintah Irak dengan tegas mengutuk serangan terhadap kedutaan Swedia. Mereka menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran keamanan yang tidak dapat diterima dan berjanji untuk memberikan perlindungan penuh terhadap misi diplomatik di wilayahnya. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah Irak untuk menjaga keamanan dan integritas misi diplomatik dari negara lain di dalam wilayahnya.

    Tetapi Bagdad juga telah “memberi tahu pemerintah Swedia … bahwa terulangnya insiden yang melibatkan pembakaran Al-Qur’an di tanah Swedia akan memerlukan pemutusan hubungan diplomatik”, kata pernyataan itu.

    Pada Kamis malam, Kementerian Luar negeri Iran memanggil duta besar Swedia di Teheran untuk “memprotes keras penodaan kitab suci Al-Qur’an”, sementara Turki menyebut peristiwa di Stockholm sebagai “serangan tercela”.

    Reaksi Global Terhadap Pembakaran Al-Qur’an

    Seorang juru bicara dari kementerian luar negeri Swedia telah mengonfirmasi bahwa duta besar Swedia telah dipanggil kembali sebagai tanggapan atas peristiwa pembakaran Al-Qur’an di Stockholm. Namun, juru bicara tersebut menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut mengenai apa yang dikatakan selama pertemuan tersebut.

    Pemimpin kelompok bersenjata Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, telah mengeluarkan permintaan kepada negara-negara Arab dan Islam untuk mengikuti contoh Irak dengan mengusir duta besar Swedia dan menarik utusan mereka dari negara tersebut. Permintaan tersebut merupakan bagian dari reaksi lebih luas terhadap insiden pembakaran kitab suci Al-Qur’an di Stockholm dan mencerminkan meningkatnya ketegangan dalam hubungan diplomatik antara Swedia dan negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

    Di Washington, Departemen Luar Negeri mengutuk serangan terhadap kedutaan dan mengkritik pasukan keamanan Irak karena tidak mencegah pengunjuk rasa melanggar pos diplomatik.

    Uni Eropa mengatakan pihaknya menantikan “adopsi cepat dari langkah-langkah keamanan yang diperlukan” oleh Irak untuk mencegah insiden lebih lanjut.

    Protes Muqtada al-Sadr Terhadap Pembakaran Al-Qur’an

    Pada Kamis, demonstrasi berlangsung di Irak yang melibatkan para pendukung ulama Syiah Muqtada al-Sadr. Mereka melakukan protes sebagai reaksi terhadap rencana pembakaran Al-Qur’an yang kedua di Swedia dalam beberapa minggu terakhir.

    Muqtada al-Sadr, yang merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di Irak, memimpin ratusan ribu pengikutnya dalam demonstrasi ini. Dia sering kali memobilisasi pengikutnya untuk turun ke jalan-jalan, seperti yang terjadi pada musim panas sebelumnya ketika mereka menduduki Zona Hijau yang dijaga ketat di Baghdad dan terlibat dalam bentrokan berbahaya.

    Demonstrasi ini mencerminkan tingginya sensitivitas dan perasaan yang timbul di antara para pengikut Muqtada al-Sadr terhadap isu-isu agama, khususnya terkait dengan kitab suci Al-Qur’an. Peristiwa pembakaran di Swedia telah memicu reaksi kuat dari komunitas Muslim di Irak dan wilayah lainnya.

    Dia berdiri di dekat kedutaan, mengatakan pada konferensi pers bahwa AS “tidak memiliki hak untuk mengutuk pembakaran kedutaan Swedia, tetapi seharusnya mengutuk pembakaran Al-Qur’an”.

    Irak Pembakaran Alquran Sayyed Hassan Nasrallah Swedia
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKonflik Memanas antara MBS & MBZ di Timur Tengah
    Next Article IMF Tak Ingin Indonesia Jadi Negara Maju!

    Related Posts

    Global

    PJS Tunjukkan Perkembangan Pesat Menuju Konstituen Dewan Pers

    20 Desember 2024
    Global

    Media Asing Sorot Anies dan Ganjar Berkoalisi

    17 Januari 2024
    Global

    FAA AS Perpanjang Larangan Terbang Boeing 737 MAX 9

    15 Januari 2024
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Demo
    Top Posts

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 20262

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Maret 20262

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 20261
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 20262

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Maret 20262

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 20261
    Our Picks

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 2026

    Verifikasi Dapodik Rampung, Kemendikdasmen Bidik Guru S1/D4 yang Belum Ikut PPG Guru Tertentu

    8 April 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Ewarta.id
    Facebook Instagram WhatsApp YouTube
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Privasi
    • Disclaimer
    © 2026 Ewarta.id by Dexpert, Inc.
    Dikelola oleh PT Era Warta Idola

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.