Sangatta – Marhadyn, sosok di balik rancangan pembangunan Kutai Timur, telah menempuh perjalanan karier yang unik dan inspiratif. Berasal dari dunia kesehatan, pria kelahiran Makassar 28 Maret 1978 ini kini menjabat sebagai Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EP) Bappeda Kutai Timur, dan dikenal sebagai “arsitek perencana daerah” yang andal dan berprestasi.
Lulus dari jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Marhadyn memulai karier sebagai PNS di Kutai Barat pada tahun 2001. Kala itu, ia bertugas di bidang kesehatan dan sempat memimpin UPT Puskesmas Terapung. Dedikasinya membuahkan penghargaan pelayanan publik terbaik dari Wakil Presiden RI ke-11. Namun tak berhenti di situ, pada tahun 2016 ia berpindah ke Kutai Timur, menjajal bidang sosial sebelum akhirnya bergabung dengan Bappeda setahun kemudian.
“Mulai masuk di Bappeda Kutai Timur tahun 2017, saat itu saya menjabat Kasubid Kesra,” ujarnya, Rabu (23/7/2025).
Setelah empat tahun mengabdi di bidang kesejahteraan rakyat, pada Oktober 2021 Marhadyn dilantik menjadi Kabid P2EP. Di posisi inilah ia memanfaatkan wawasan kesehatan masyarakat dan ilmunya selama S2 di Universitas Gajah Mada pada jurusan Manajemen Pembiayaan dan Asuransi Kesehatan. Ia menekankan pentingnya membaca dinamika sosial sebagai bekal merancang program pembangunan daerah.
“Tantangannya adalah saya harus banyak membaca buku, regulasi, perkembangan sosial dan budaya. Ilmu kesehatan masyarakat sangat membantu memahami karakter masyarakat,” jelasnya.
Marhadyn bukan hanya pengumpul data, melainkan pemikir strategis. Ia menekankan bahwa seorang perencana tidak hanya menerima semua usulan program pembangunan dari OPD, tetapi juga harus mampu meramunya menjadi dokumen perencanaan terbaik, selaras dengan visi “Kutim Hebat 2029.”
Menurutnya, setiap perencana harus mengawal RPJMD dan rencana kerja pemerintah daerah tahunan, menyelaraskan kepentingan eksekutif, legislatif, hingga suara masyarakat. Hasil akhirnya adalah APBD yang rasional, terarah, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Di satu sisi kita harus memberikan pelayanan kepada masyarakat, di sisi lain harus mampu mengendalikan anggaran agar dimaksimalkan untuk kesejahteraan bersama,” tutupnya.
Dengan integritas dan visi strategis, Marhadyn menjadi gambaran nyata bagaimana latar belakang kesehatan pun bisa menjadi fondasi kuat dalam membangun daerah.

