Sidoarjo – Suasana meriah dan antusiasme tinggi mewarnai aula Madrasah Aliyah NU Sidoarjo pada Kamis, 24 Oktober 2024, ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo mengadakan sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula Serentak 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula, khususnya generasi muda, dalam proses demokrasi dan pemilihan umum yang akan datang.
Dalam sambutannya, M. Iskak, mantan Ketua KPU dan narasumber kegiatan, menegaskan pentingnya pendidikan politik bagi pemilih pemula. “Proses pemilu bukan hanya sekadar memilih, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat,” ujar Iskak. Ia menekankan bahwa pemilih harus memahami isu-isu penting serta peran mereka dalam sistem politik.
Tingkatkan Partisipasi Pemilih
KPU menargetkan tingkat partisipasi masyarakat pada pemilu mendatang mencapai 80%, lebih tinggi dibandingkan pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2020 yang hanya mencapai 71%. Iskak menyoroti pentingnya memberikan pemahaman tentang hak pilih kepada masyarakat, khususnya pemilih pemula. “Jangan sampai mereka yang sudah sadar tentang demokrasi dan politik tidak tahu bagaimana menggunakan hak pilihnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat agar dapat menggunakan hak pilih mereka dengan tepat, sehingga diharapkan tingkat partisipasi di Kabupaten Sidoarjo akan meningkat. Peran aktif seluruh stakeholder dalam membantu KPU melakukan sosialisasi juga sangat diperlukan.

Pemilih Pemula dan Tantangan Apatisme
M. Iskak juga membahas tantangan yang dihadapi pemilih pemula. Menurutnya, pemilih muda cenderung rasional dan sering kali apatis karena ketidakpuasan terhadap pemimpin yang terpilih sebelumnya. “Melalui sosialisasi pendidikan politik ini, kami berharap pemilih pemula dapat memahami betul hak konstitusional mereka dalam memilih pemimpin,” tambahnya.
Senada dengan Iskak, Fery Kuswanto, mantan Komisioner Bawaslu Sidoarjo, menekankan pentingnya kegiatan pendidikan politik bagi pemilih pemula. “Pemilih pemula perlu mengetahui bagaimana proses demokratisasi berlangsung dan tidak menganggap politik sebagai hal negatif,” ujarnya.
Perangi Golput dan Pragmatisme Politik
Fery Kuswanto juga menyoroti masalah golput (golongan putih) atau tidak memilih, yang banyak terjadi akibat apatisme di masyarakat. “Banyak masyarakat yang berpikir bahwa siapa pun yang menjadi bupati atau gubernur, tidak akan ada perubahan signifikan dalam kehidupan mereka,” katanya. Untuk itu, sosialisasi dan pendidikan politik bagi pemilih pemula dinilai sangat strategis untuk mengatasi pragmatisme politik di kalangan masyarakat.
Ia pun mengimbau pemilih pemula agar tidak apatis dalam menggunakan hak pilih mereka pada Pilkada 2024. “Pilkada ini akan menentukan kepemimpinan Kabupaten Sidoarjo selama lima tahun ke depan. Jangan golput, karena setiap suara sangat berarti,” tegasnya.
Pendapat Pemilih Pemula
M. Azril Putra R, siswa kelas 12 MIPA 1 dari Madrasah Aliyah NU Sidoarjo, menyampaikan pandangannya terkait kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat penting dilakukan menjelang pemilu, karena sangat membantu pemilih pemula seperti kami untuk memahami berbagai hal terkait pilkada dan proses demokrasi,” ungkap Azril.
Ia berharap sosialisasi serupa dapat terus dilakukan setiap periode pemilu untuk memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada para pemilih pemula. “Ini sangat membantu kami memahami dasar-dasar demokrasi dan hak pilih kami,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis bagi KPU Kabupaten Sidoarjo dalam meningkatkan kesadaran politik dan partisipasi pemilih pemula dalam proses demokrasi, serta sebagai upaya untuk menciptakan pemilu yang lebih berkualitas dan inklusif. (ADV/Dian)

