Samarinda – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyelenggarakan debat publik kedua dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kutim 2024. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Selasa (19/11/2024). Debat menghadirkan dua pasangan calon, yaitu Kasmidi Bulang-H. Kinsu (KB-Kinsu) dan Ardiansyah Sulaiman-Mahyunadi (ARMY), yang saling memaparkan gagasan dan program kerja sesuai tema “Optimalisasi Sumber Daya Non-Tambang Menuju Kutai Timur Makmur dan Merata.”
Ketua KPU Kutai Timur, Siti Akhlis Muaffin, menyampaikan bahwa debat publik ini merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk memahami konsep dan visi masing-masing pasangan calon. “Debat kedua ini diharapkan masyarakat Kutai Timur dapat mengetahui konsep dan gagasan kedua paslon. Dengan begitu, pemilih dapat menentukan pilihan dengan lebih bijak pada hari pemungutan suara,” ujarnya dalam sambutan pembuka acara.
Adu Gagasan yang Strategis
Debat publik kedua ini dirancang untuk menggali lebih dalam visi dan program kerja pasangan calon terkait pengelolaan sumber daya non-tambang. Tema ini diangkat untuk mendorong diskusi mengenai diversifikasi ekonomi di Kutai Timur, yang selama ini bergantung pada sektor tambang. KPU Kutim membagi debat menjadi enam segmen, dengan fokus pada berbagai isu strategis, termasuk:
- Infrastruktur dan Pariwisata
- Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Kreatif
- Lingkungan Hidup
- Disabilitas dan Perlindungan Anak
Kedua pasangan calon memanfaatkan waktu dengan maksimal untuk memaparkan program unggulan mereka. Pasangan KB-Kinsu menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai tulang punggung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Kasmidi Bulang, yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Kutai Timur, menyampaikan bahwa pengelolaan sumber daya non-tambang harus diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja baru, terutama bagi generasi muda.
“Kami akan mendorong pengembangan pariwisata lokal yang berkelanjutan serta pelatihan keterampilan bagi masyarakat. Ini adalah upaya nyata untuk menciptakan Kutai Timur yang mandiri secara ekonomi,” ujar Kasmidi.
Sementara itu, pasangan ARMY, yang dipimpin oleh Ardiansyah Sulaiman, mengedepankan program berbasis lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat. “Pengelolaan sumber daya non-tambang tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan. Kami akan memastikan semua kebijakan pembangunan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan,” tegas Ardiansyah, yang juga merupakan petahana.
Pesan untuk Masyarakat Kutai Timur
Ketua KPU Kutim, Siti Akhlis Muaffin, kembali mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas selama masa kampanye hingga pelaksanaan Pilkada. “Kami mengajak seluruh masyarakat Kutai Timur untuk tetap menjaga suasana aman dan damai. Pilkada adalah pesta demokrasi yang harus kita jalani dengan penuh kedewasaan,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa debat ini adalah bagian dari upaya KPU untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam menilai kualitas calon pemimpin mereka. “Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan momen ini untuk mengetahui lebih dalam siapa yang paling mampu membawa perubahan positif bagi Kutai Timur,” tambahnya.
Antusiasme dan Partisipasi Masyarakat
Debat publik kedua ini mendapatkan perhatian besar dari masyarakat Kutai Timur. Tidak hanya dihadiri oleh para pendukung masing-masing pasangan calon, acara ini juga disiarkan langsung melalui berbagai saluran media, termasuk televisi lokal dan platform daring, sehingga dapat diakses oleh masyarakat yang berada di pelosok daerah.
Salah seorang warga Kutai Timur, Arianto, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan debat ini. “Debat seperti ini sangat penting. Kami bisa melihat langsung bagaimana calon-calon pemimpin Kutai Timur menjelaskan program kerja mereka. Ini membantu kami untuk menentukan pilihan,” ujarnya.
Harapan untuk Masa Depan Kutai Timur
Melalui debat publik kedua ini, KPU Kutim berharap dapat mendorong pemahaman masyarakat mengenai pentingnya diversifikasi ekonomi. Dengan mengoptimalkan sumber daya non-tambang, Kutai Timur diharapkan mampu menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif dan merata, tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.
Kedua pasangan calon juga menyampaikan harapan mereka kepada masyarakat Kutai Timur agar dapat bersama-sama membangun daerah. “Pilkada bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga soal komitmen kita semua untuk berkontribusi bagi kemajuan Kutai Timur,” tutup Mahyunadi, calon Wakil Bupati dari pasangan ARMY.
Debat publik kedua Pilkada Kutim 2024 ini menjadi salah satu langkah penting dalam proses demokrasi di Kabupaten Kutai Timur. Dengan transparansi dan keterbukaan yang ditawarkan melalui debat, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dekat calon pemimpin mereka. Semoga Pilkada Kutai Timur 2024 berjalan dengan lancar, aman, dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa Kutai Timur menuju masa depan yang lebih baik.

