Samarinda – Demokrasi bukan sekadar ajang pemungutan suara, tetapi wadah untuk menjaga martabat bangsa. Gagasan ini ditegaskan oleh KH Aus Hidayat Nur, anggota MPR RI dari Fraksi PKS, saat memimpin kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan bertema “Penguatan Demokrasi Substansial Berdasarkan Pancasila” di Gedung STAIS Samarinda, Kamis (24/4/2025).
Dalam kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat tersebut, KH Aus mengingatkan bahwa demokrasi prosedural tidak cukup untuk membangun bangsa. Yang dibutuhkan adalah demokrasi yang menyentuh substansi—yakni demokrasi yang menjunjung keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hak asasi.
“Demokrasi bukan sekadar kotak suara, tapi cara kita menjaga martabat bangsa dan keadilan sosial dengan semangat Pancasila,” tegasnya.
Menurutnya, demokrasi yang hanya mementingkan suara mayoritas berisiko menyingkirkan nilai-nilai luhur. Jika tidak dilandasi prinsip substansial, demokrasi bisa kehilangan arah dan gagal mencapai cita-cita kesejahteraan rakyat.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat Samarinda, termasuk tokoh masyarakat, pemuda, dan kalangan ibu rumah tangga. Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta menyampaikan aspirasi seputar layanan publik, transparansi kebijakan, serta perlunya pendidikan politik yang merata dan inklusif.
“Partisipasi warga dalam demokrasi harus dibarengi pemahaman utuh tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara,” lanjut KH Aus.
Ia menekankan bahwa memperkuat kesadaran politik warga adalah langkah penting untuk memastikan proses demokrasi berjalan sehat, bermartabat, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tugas MPR RI dalam menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat, serta menampung suara rakyat agar dapat diterjemahkan dalam kebijakan yang adil dan berorientasi pada keadilan sosial.
KH Aus berharap, dialog seperti ini mampu mempererat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya, sekaligus mendorong warga untuk lebih aktif mengawal jalannya demokrasi di Indonesia.

