Sangatta – Menutup lembaran tahun dengan hening doa dan perenungan, Ketua DPD Kabupaten Kutim Akhmad Wasrip mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk bermunajat bersama di penghujung tahun 2025. Ajakan tersebut bukan sekadar ritual spiritual, melainkan momentum evaluasi diri—ibarat menutup buku lama sebelum menulis bab baru kehidupan di Tahun 2026.
Seruan itu disampaikan Akhmad Wasrip pada rangkaian kegiatan refleksi akhir tahun yang diikuti kader, simpatisan, serta sejumlah tokoh masyarakat di Sangatta. Ia menekankan pentingnya melakukan introspeksi menyeluruh terhadap peran pribadi, keluarga, dan tanggung jawab sosial-politik. Menurutnya, setiap manusia tak luput dari khilaf dan kekurangan, sehingga akhir tahun menjadi waktu yang tepat untuk menilai apa yang telah diperbuat dan menata langkah demi masa depan yang lebih baik.
“Kita harus evaluasi diri. Semua manusia punya kekurangan dan khilaf. Saatnya di akhir penghujung 2025 ini berintrospeksi atas semua yang sudah diperbuat untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,” ujar Akhmad Wasrip dalam pernyataannya.
Ia juga menyoroti peran keluarga sebagai fondasi utama. Evaluasi, kata dia, perlu dimulai dari rumah tangga agar tercipta keharmonisan antara suami, istri, anak, dan seluruh anggota keluarga. Dengan keluarga yang harmonis, sinergi dalam aktivitas kemasyarakatan akan tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
“Keluarga kita perlu mengevaluasi diri untuk lebih harmonis terhadap anak-anak, istri, dan anggota keluarga. Dengan keluarga yang harmonis, kita akan lebih sinergi dalam kegiatan bermasyarakat,” lanjutnya.
Tak berhenti pada ranah personal, Akhmad Wasrip menegaskan perlunya evaluasi kinerja institusional. Ia menyebut evaluasi harus mencakup kinerja partai, para anggota legislatif yang mengemban amanah, mulai dari fraksi, komisi, hingga pimpinan dewan. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan amanah publik dijalankan secara maksimal dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Dalam konteks pemerintahan daerah, ia mengapresiasi capaian yang telah diraih, namun mengingatkan agar keberhasilan tidak menjelma menjadi zona nyaman. Menurutnya, kreativitas dan terobosan tetap dibutuhkan, terutama untuk mendukung pelaksanaan 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur hingga 2029 mendatang.
Ia juga menyinggung tantangan efisiensi anggaran di tengah berbagai bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Meski bersyukur Kutai Timur relatif aman, ia mengajak semua pihak tetap waspada dan memperkuat ikhtiar spiritual.
“Mari kita terus tingkatkan doa dan munajat kita kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” tuturnya.
Menutup pesannya, Akhmad Wasrip menyampaikan harapan di Tahun 2026 agar seluruh elemen—masyarakat, pemerintah, legislatif, Forkopimda, serta berbagai entitas di Kutai Timur—dapat terus membangun kebersamaan demi kesejahteraan bersama.
.

