Close Menu
Ewarta.idEwarta.id

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 2026

    Verifikasi Dapodik Rampung, Kemendikdasmen Bidik Guru S1/D4 yang Belum Ikut PPG Guru Tertentu

    8 April 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Ewarta.idEwarta.id
    • Beranda
    • Berita
      • Daerah
      • Nasional
      • Global
      • Figur
      • Info Haji
      • Obituari
    • Utama
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Lingkungan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Tokoh
    • Politik
    • Ekonomi
    • Indonesia
    Subscribe
    Ewarta.idEwarta.id
    Beranda » Jokowi: ‘Raja’ Tol, Soeharto dan SBY Minggir!

    Jokowi: ‘Raja’ Tol, Soeharto dan SBY Minggir!

    Selama lima tahun pertama pemerintahan Jokowi, yaitu periode 2015-2019, pendanaan penyelenggaraan jalan mencapai Rp278 triliun
    Adi Rizki Ramadhan26 Juli 2023 Nasional
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Jalan Tol
    Ilustrasi. Presiden Joko Widodo 'Raja' Jalan Tol (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mencatatkan prestasi yang mengesankan dalam pembangunan jalan tol di Indonesia. Data menunjukkan bahwa jumlah jalan tol yang dibangun di era Jokowi mengalami peningkatan yang signifikan, menempatkannya sebagai salah satu pemimpin yang paling berjasa dalam pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia, setara dengan seorang “raja” jalan tol.

    Selama masa pemerintahan Presiden Soekarno, pembangunan infrastruktur menghadapi banyak kendala karena negara masih terlibat dalam konflik fisik dan perang. Begitu juga, pada periode awal reformasi, Indonesia mengalami kesulitan dalam mengembangkan infrastruktur karena situasi politik yang tidak stabil dan penuh gejolak.

    Ini Dia Proyek Jalan Tol Jagorawi!

    Proyek pembangunan jalan tol di Indonesia dimulai pada masa pemerintahan Presiden Soeharto melalui Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi). Konstruksi jalan tol ini dimulai pada tahun 1973 dan resmi dioperasikan pada tahun 1978. Pemerintah membentuk PT Jasa Marga sebagai BUMN yang bertugas mengelola jalan tol Jagorawi.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Proyek jalan tol Jagorawi memiliki panjang ruas sekitar 52 kilometer dan memerlukan anggaran sebesar Rp16 miliar.

    Perkembangan Jalan Tol di Indonesia

    Selama lebih dari 30 tahun pemerintahan Soeharto, total panjang jalan tol yang beroperasi adalah 564,88 Kilometer (Km), di antaranya:

      • Jalan Tol Prof. Sedyatmo di Jakarta-Tangerang
      • Jalan Tol Cawang-Tomang
      • Jalan Tol Semarang
      • Jalan Tol Surabaya-Gempol
      • Jalan Tol Jakarta-Cikampek
      • Jalan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera), dan
      • Jalan Tol Palikanci (Palimanan-Kanci) di Cirebon

    Pada masa pemerintahan Presiden BJ Habibie, terdapat jalan tol dengan panjang sekitar 12,79 km. Namun, pembangunan jalan tol mengalami hambatan karena situasi politik yang tidak stabil dan masalah pendanaan.

    Pada era Presiden Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri, tidak ada jalan tol baru yang beroperasi. Namun, stabilitas politik dan booming komoditas, seperti batu bara dan kelapa sawit membantu pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam membangun infrastruktur.

    Pembangunan Infrastruktur di Era Jokowi

    Pemerintahan SBY melahirkan Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. UU ini penting dalam proses pembangunan jalan karena sebelumnya, pembebasan lahan merupakan proses tersulit dalam pembangunan jalan.

    Tercatat, sepanjang 355,72 Km jalan tol beroperasi selama dua periode pemerintahan SBY. Jalan tol yang dibangun pada era SBY adalah jalan tol Sadang-Cikamuning dan jalan tol Benoa di Bali. Tol Benoa merupakan jalan tol di atas air kedua yang dibangun oleh pemerintah Indonesia setelah Suramadu.

    Presiden Jokowi adalah Presiden Indonesia yang giat dalam pembangunan infrastruktur secara besar-besaran. Anggaran infrastruktur juga dialokasikan secara masif, yakni dari sekitar Rp177,9 triliun rupiah di era akhir presiden SBY menjadi Rp 391,7 triliun pada era Jokowi (2023).

    Pembangunan Jalan Tol Luar Jawa

    Pemerintahan Jokowi juga merumuskan proyek strategis nasional (PSN) sebagai dokumen penting untuk memandu pembangunan proyek infrastruktur penting dan strategis, yaitu mulai dari Trans Papua hingga jalan tol di luar Jawa.

    Pada era Jokowi, Indonesia semakin gencar membangun jalan tol di luar Pulau Jawa, termasuk jalan tol pertama di Kalimantan, Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam).

    Sejak awal pemerintahan pada Oktober 2014 hingga tahun ini, panjang jalan tol yang beroperasi di era Jokowi mencapai 1.713,83 km. Jumlah tersebut setara dengan 64,74 persen atau hampir 70 persen dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

    Alokasi Anggaran Infrastruktur Jalan Jokowi

    Dalam era kepemimpinan Presiden Jokowi, panjang jalan tol yang dibangun tidak terlepas dari alokasi anggaran besar untuk infrastruktur, termasuk jalan. Data Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) mencatat total pendanaan penyelenggaraan jalan selama masa jabatan Jokowi (2015-2023) sebesar Rp489,31 triliun.

    Dana tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pemeliharaan jalan, pembangunan jembatan, peningkatan kapasitas jalan, dan pembangunan jalan tol.

    Selama lima tahun pertama pemerintahan Jokowi, yaitu periode 2015-2019, pendanaan penyelenggaraan jalan mencapai Rp278 triliun. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 65,34 persen dibandingkan lima tahun terakhir pemerintahan Presiden SBY (2010-2014) yang sebesar sekitar Rp168,24 triliun.

    Jalan Tol Presiden Joko Widodo Soeharto
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleHarga Daging Sapi Australia Turun, DKI Rp170.000/Kg
    Next Article Diam-Diam Taliban Kunjungi Jakarta, Apa Tujuannya?

    Related Posts

    Nasional

    Judul:Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

    9 Februari 2026
    Nasional

    Rakernas PJS Tetapkan Tiga Pedoman Strategis Organisasi

    29 Desember 2025
    Nasional

    Kodim 0909 Kutim Torehkan Prestasi Nasional Kampung Pancasila

    19 Desember 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Demo
    Top Posts

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 20262

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Maret 20262

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 20261
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 20262

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Maret 20262

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 20261
    Our Picks

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 2026

    Verifikasi Dapodik Rampung, Kemendikdasmen Bidik Guru S1/D4 yang Belum Ikut PPG Guru Tertentu

    8 April 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Ewarta.id
    Facebook Instagram WhatsApp YouTube
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Privasi
    • Disclaimer
    © 2026 Ewarta.id by Dexpert, Inc.
    Dikelola oleh PT Era Warta Idola

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.