Sangatta – Di tengah tantangan tingginya angka pengangguran, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutai Timur mengambil langkah proaktif dengan menggelar Job Fair yang berlangsung pada Jum’at (9/5/2025) di Gedung Serba Guna Kantor Bupati Kutim, kawasan Bukit Pelangi.
Acara ini digagas sebagai bentuk ikhtiar pemerintah daerah untuk mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan dari berbagai sektor. Mulai dari industri, pertambangan, perdagangan, hingga jasa, turut serta menawarkan kesempatan kerja dengan beragam kualifikasi pendidikan dan bidang keahlian.
“Job Fair ini dirancang untuk menjadi jembatan antara pencari kerja dan penyedia lapangan pekerjaan. Kami mengundang seluruh masyarakat Kutai Timur, khususnya para pencari kerja, untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ujar Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, dalam pidatonya di Sangatta.
Menurut Roma, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam menekan angka pengangguran di Kutim. Disnakertrans menargetkan partisipasi aktif dari kalangan muda, lulusan baru, hingga tenaga kerja berpengalaman yang tengah mencari peluang baru.
Puluhan perusahaan telah dikonfirmasi akan berpartisipasi dalam Job Fair ini. Mereka tidak hanya menawarkan posisi entry-level, tetapi juga sejumlah jabatan strategis bagi mereka yang memiliki pengalaman dan kompetensi khusus.
Selain membuka peluang kerja, Job Fair ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapan kerja, baik dari sisi keahlian teknis maupun soft skill. Beberapa perusahaan bahkan disebutkan akan mengadakan wawancara langsung di tempat bagi pelamar yang memenuhi kriteria.
Kegiatan ini juga menjadi wadah strategis untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Dengan demikian, pengembangan tenaga kerja lokal yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan industri dapat terus ditingkatkan.
Disnakertrans Kutim berharap, melalui Job Fair ini, angka penempatan kerja meningkat dan ketimpangan antara jumlah pencari kerja dan ketersediaan lapangan pekerjaan bisa berkurang secara signifikan.

