Close Menu
Ewarta.idEwarta.id

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 2026

    Verifikasi Dapodik Rampung, Kemendikdasmen Bidik Guru S1/D4 yang Belum Ikut PPG Guru Tertentu

    8 April 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Ewarta.idEwarta.id
    • Beranda
    • Berita
      • Daerah
      • Nasional
      • Global
      • Figur
      • Info Haji
      • Obituari
    • Utama
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Lingkungan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Tokoh
    • Politik
    • Ekonomi
    • Indonesia
    Subscribe
    Ewarta.idEwarta.id
    Beranda » Gelombang Panas Membara: Krisis Iklim di Seluruh Dunia

    Gelombang Panas Membara: Krisis Iklim di Seluruh Dunia

    Gelombang panas ini dinamai "Cerberus" oleh Badan Meteorologi Italia, yang memperlihatkan betapa mengerikannya situasi cuaca saat ini
    Siti Aisyah16 Juli 2023 Global
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Iklim
    Ilustrasi. Gelombang Panas Membara: Krisis Iklim di Seluruh Dunia (.inet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Cuaca ekstrem dan gelombang panas yang melanda Eropa telah mencapai tingkat krisis iklim. Italia menjadi salah satu negara yang terparah terkena dampaknya, dengan 16 kota, termasuk Roma dan Florence, mengeluarkan risiko kesehatan ekstrim (16/07/2023).

    Suhu rekor melampaui batas normal, dan ilmuwan iklim dari Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) bahkan memperingatkan bahwa pulau Sisilia dan Sardinia berpotensi mencatat suhu ekstrem hingga 48 derajat Celcius – yang bisa menjadi rekor tertinggi dalam sejarah Eropa. Di Roma, suhu dapat mencapai 44 derajat Celcius.

    Peringatan Panas Menyeluruh di Eropa

    Italia mengeluarkan peringatan panas tertinggi kedua, dan Kementerian Kesehatan menyarankan masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan, seperti tetap terhidrasi, mengonsumsi makanan ringan, dan menghindari sinar matahari langsung di jam-jam terpanas.

    Namun, bahaya gelombang panas tidak hanya terbatas pada Italia, melainkan menyebar ke negara-negara lain seperti Spanyol, Prancis, Jerman, dan Polandia.

    Gelombang Panas Melanda Eropa

    Gelombang panas juga melanda Yunani, menyebabkan penutupan Akropolis Athena selama dua hari karena suhu yang ganas. Spanyol mengalami suhu ekstrem tidak hanya di wilayah selatan, tetapi juga di wilayah utara yang biasanya lebih dingin dari wilayah selatan.

    Di kota Seville, Cordoba, dan Granada, suhu mencapai 40 derajat Celcius, sementara wilayah utara seperti Navarra juga mengalami panas mencapai 40 derajat Celcius – sebuah fenomena luar biasa.

    Gelombang panas ini dinamai “Cerberus” oleh Badan Meteorologi Italia, yang memperlihatkan betapa mengerikannya situasi cuaca saat ini. Hal ini menjadi perhatian besar bagi kesehatan masyarakat, terutama karena bertepatan dengan periode ramai kunjungan turis selama musim panas di Eropa.

    Krisis Iklim dan Gelombang Panas

    Bukan hanya Eropa yang mengalami cuaca ekstrem, tetapi juga beberapa bagian barat Amerika Serikat. Lebih dari 90 juta orang di bawah peringatan panas karena gelombang panas yang berbahaya berlangsung selama berminggu-minggu. Bahkan, Australia juga merasakan dampaknya, dengan Sydney mengalami cuaca hangat yang di luar musim selama bulan musim dingin.

    Krisis iklim semakin nyata dan mempengaruhi banyak aspek kehidupan. Gelombang panas ekstrem ini menjadi peringatan bagi semua orang tentang pentingnya mengambil langkah-langkah untuk mengatasi perubahan iklim dan melindungi bumi kita. Saatnya bersatu dalam usaha bersama untuk melawan krisis iklim yang semakin mengancam keseimbangan alam dan kehidupan kita.

    Badan Antariksa Eropa Krisis Iklim
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKwarcab Tasikmalaya Gelar Pelatihan Jurnalistik Se Kwarran
    Next Article India Bujuk Negara G20 Naikkan Pajak Perusahaan Multinasional

    Related Posts

    Global

    PJS Tunjukkan Perkembangan Pesat Menuju Konstituen Dewan Pers

    20 Desember 2024
    Global

    Media Asing Sorot Anies dan Ganjar Berkoalisi

    17 Januari 2024
    Global

    FAA AS Perpanjang Larangan Terbang Boeing 737 MAX 9

    15 Januari 2024
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Demo
    Top Posts

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 20262

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Maret 20262

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 20261
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 20262

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Maret 20262

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 20261
    Our Picks

    Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

    8 April 2026

    Verifikasi Dapodik Rampung, Kemendikdasmen Bidik Guru S1/D4 yang Belum Ikut PPG Guru Tertentu

    8 April 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 April 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Ewarta.id
    Facebook Instagram WhatsApp YouTube
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Privasi
    • Disclaimer
    © 2026 Ewarta.id by Dexpert, Inc.
    Dikelola oleh PT Era Warta Idola

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.