Tasikmalaya – Mahasiswa SALUT Tasikmalaya yang tergabung dalam komunitas Pesantren Pramuka Khalifa tampil mewakili Universitas Terbuka (UT) Bandung dalam konferensi internasional ICOMUS 2026. Empat mahasiswa perempuan mendapat kesempatan mempresentasikan hasil penelitian di hadapan peserta akademik dari berbagai daerah.
Keikutsertaan mereka berlangsung dalam The 5th International Conference on Multidisciplinary Studies (ICOMUS) 2026 yang diselenggarakan Universitas Terbuka di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Kamis (22/10/2026).
Sebanyak 12 mahasiswa dari Tasikmalaya bergabung bersama UT Bandung untuk mengikuti kegiatan ilmiah bertema Smart Innovations for Sustainable Development.
Perjalanan menuju konferensi tersebut tidak berlangsung mudah. Para mahasiswa harus menempuh perjalanan darat menggunakan sejumlah moda transportasi umum sebelum bergabung dengan rombongan UT Bandung.
Mereka berangkat dari lingkungan Pesantren Pramuka Khalifa di Citepus, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (21/10/2026).
Empat Mahasiswa Presentasikan Penelitian
Dalam konferensi ICOMUS 2026, empat mahasiswa SALUT Tasikmalaya tampil sebagai penulis pertama sekaligus pemakalah dalam sesi presentasi paralel.
Mereka adalah Alfi Salamah, Sriyanti Nurfadillah, Astri Nurfianti Suherman, dan Lisda Lisdiawati.
Keempatnya mengangkat persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, serta kebijakan publik yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
Alfi Salamah mempresentasikan penelitian berjudul The Role of Digital Education in Shaping University Students’ Entrepreneurial Intention in Culinary Businesses in Priangan Timur.
Penelitian tersebut membahas peran pendidikan digital dalam membentuk minat kewirausahaan mahasiswa, khususnya pada sektor usaha kuliner di wilayah Priangan Timur.
Sementara itu, Sriyanti Nurfadillah membawakan penelitian The Influence of Halal Lifestyle Awareness on the Culinary Preferences of Generation Z College Students in the Era of Culinary Globalization.
Kajian tersebut mengangkat hubungan kesadaran gaya hidup halal dengan preferensi kuliner mahasiswa Generasi Z di tengah perkembangan industri makanan global.
Astri Nurfianti Suherman tampil dengan penelitian The Dynamics of Live Shopping and Digital Payment on Impulse Buying among Generation Z Consumers.
Topik tersebut berkaitan dengan perkembangan perdagangan digital, terutama pengaruh siaran langsung penjualan dan metode pembayaran elektronik terhadap perilaku pembelian impulsif konsumen muda.
Adapun Lisda Lisdiawati mempresentasikan penelitian The Effect of Free Nutritious Meals Program Implementation on Changes in Students’ Consumption Behavior.
Penelitiannya mengangkat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kaitannya dengan perubahan perilaku konsumsi siswa.
Keempat penelitian tersebut memiliki keterkaitan dengan persoalan yang berkembang di masyarakat, mulai dari transformasi digital hingga pelaksanaan program pemerintah di bidang pendidikan dan gizi.
Tantangan Presentasi di Forum Internasional
Bagi mahasiswa asal Tasikmalaya, kesempatan mempresentasikan penelitian dalam konferensi internasional menjadi pengalaman akademik yang menantang.
Mereka harus menyampaikan materi menggunakan bahasa Inggris sekaligus menjelaskan gagasan penelitian secara sistematis di hadapan peserta konferensi.
Lisda Lisdiawati mengungkapkan bahwa kelelahan selama perjalanan tidak lagi terasa ketika tiba waktunya menyampaikan penelitian.
“Lelah estafet angkot dan panik tertinggal kereta di Cicalengka seketika menguap begitu kami berdiri di ruang paralel UTCC. Walaupun para pakar luar negeri sudah tidak ada di ruangan saat giliran kami tiba, atmosfer dan standar forum internasionalnya tetap sangat menantang,” ujar Lisda Lisdiawati seusai presentasi dalam ICOMUS 2026 di UTCC, Tangerang Selatan (22/10/26).
Menurut Lisda, kesempatan tersebut juga membuka ruang bagi mahasiswa yang berasal dari lingkungan pesantren dan daerah untuk terlibat dalam diskusi ilmiah.
“Bisa mempresentasikan evaluasi kebijakan makan bergizi gratis di ajang bergengsi ini adalah sebuah pembuktian bahwa gagasan santri dari pelosok desa juga berani diuji secara akademik,” kata Lisda dalam kegiatan ICOMUS 2026 di Tangerang Selatan (22/10/26).
Delapan Mahasiswa Terlibat dalam Tim Penelitian
Keberhasilan empat mahasiswa menyampaikan makalah tidak terlepas dari keterlibatan anggota tim penelitian lainnya.
Delapan mahasiswa yang turut mendukung kegiatan tersebut adalah Siti Aisyah, Mulki Sulaimaniyah, Intan Tarbiatul Wardah, Ericka Dania, Yuliyani Handraeni Utami, Richard Abdulloh Mundzir, Aditya Musthofa, dan Adi Dzhusni Fauzi.
Mereka menjadi bagian dari rombongan 12 mahasiswa yang mengikuti konferensi bersama kontingen UT Bandung.
Keterlibatan seluruh anggota tim memperlihatkan bahwa penyusunan karya ilmiah membutuhkan kerja sama, mulai dari pengumpulan data, pengembangan gagasan, hingga persiapan penyampaian materi.
Pengalaman tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan penelitian, komunikasi akademik, dan kerja sama kelompok.
ICOMUS 2026 Perkuat Kolaborasi Akademik
ICOMUS 2026 merupakan forum akademik internasional yang diselenggarakan Universitas Terbuka untuk mempertemukan peneliti, dosen, mahasiswa, dan akademisi dari berbagai bidang keilmuan.
Konferensi tahun ini mengangkat tema Smart Innovations for Sustainable Development yang menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi multidisiplin dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
Berdasarkan informasi Universitas Terbuka, konferensi tersebut melibatkan 11 perguruan tinggi dengan 65 peserta luring dan 36 peserta daring.
Pelaksanaan konferensi juga mencakup enam ruang diskusi tatap muka dan empat ruang virtual.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan Adziman, turut memberikan pandangan mengenai pentingnya kerja sama penelitian lintas disiplin untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai perspektif keilmuan, termasuk penelitian yang berkaitan dengan pendidikan, ekonomi digital, kebijakan publik, dan pembangunan berkelanjutan.
Bagi mahasiswa Universitas Terbuka, forum semacam ini memberikan kesempatan untuk memperluas pengalaman akademik di luar kegiatan perkuliahan reguler.
Peluang Mahasiswa Daerah dalam Penelitian Internasional
Keikutsertaan mahasiswa SALUT Tasikmalaya dalam ICOMUS 2026 memiliki arti penting bagi pengembangan budaya akademik mahasiswa di daerah.
Sistem pendidikan jarak jauh Universitas Terbuka memungkinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan tanpa harus meninggalkan lingkungan tempat tinggal maupun aktivitas kesehariannya.
Namun, pendidikan jarak jauh tidak membatasi kesempatan mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian dan kegiatan akademik secara langsung.
Pengalaman mahasiswa dari Pesantren Pramuka Khalifa menjadi salah satu contoh keterlibatan mahasiswa daerah dalam forum ilmiah yang mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang.
Selain memperluas pengalaman presentasi, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal standar komunikasi ilmiah dan bertukar gagasan dengan peserta lainnya.
Bagi lingkungan pesantren, keterlibatan santri dalam penelitian perguruan tinggi turut memperluas ruang pembelajaran yang selama ini dijalankan melalui pendidikan keagamaan, pembinaan karakter, dan kegiatan kepramukaan.
Disiplin belajar, kemampuan bekerja sama, serta keberanian menyampaikan pendapat menjadi bekal penting ketika mahasiswa memasuki forum akademik.
Pengalaman perjalanan dari Tasikmalaya menuju Tangerang Selatan juga memperlihatkan tantangan mobilitas yang masih dihadapi mahasiswa daerah ketika mengikuti kegiatan pendidikan di luar wilayahnya.
Keterbatasan transportasi dan kebutuhan biaya perjalanan merupakan persoalan nyata yang perlu diperhitungkan dalam memperluas akses mahasiswa terhadap kegiatan ilmiah.
Meski demikian, kesempatan mengikuti konferensi membuka peluang bagi mahasiswa untuk membangun jejaring akademik dan mengembangkan penelitian pada masa mendatang.
Partisipasi 12 mahasiswa SALUT Tasikmalaya bersama UT Bandung dalam ICOMUS 2026 menjadi pengalaman yang mempertemukan pembelajaran jarak jauh dengan praktik akademik secara langsung.
Dari lingkungan pesantren di Kabupaten Tasikmalaya, empat mahasiswa perempuan berhasil membawa gagasan penelitian mereka ke ruang diskusi konferensi internasional.
Keikutsertaan tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak mahasiswa daerah untuk mengembangkan kemampuan meneliti, menulis karya ilmiah, dan berpartisipasi dalam kegiatan akademik di tingkat nasional maupun internasional.

