Sangatta – Letkol Inf Ginanjar Wahyutomo, Komandan Kodim 0909/Kutim, mengatakan sudah lama ingin berkumpul dengan wartawan di Kutim. Hal ia sampaikan saat silaturahmi bersama puluhan wartawan lokal di Rumah Makan Adinda, Jalan Pendidikan, Sangatta. Suasana yang awalnya formal berubah menjadi akrab saat Dandim membuka pertemuan dengan ajakan makan bersama: “Mari kita makan bersama, agar bisa saling mengenal lebih dekat.”
Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (11/4/2025), dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih dari Kodim 0909/Kutim kepada para insan pers atas kerja sama yang telah terjalin selama ini. Momen tersebut juga menjadi ruang untuk menyampaikan permohonan maaf serta apresiasi terhadap peran media dalam mendukung kinerja dan program sosial TNI di Kutai Timur.
“Sejak 27 Februari tahun lalu saya bertugas di Kutim. Kami sebenarnya ingin mengadakan pertemuan ini lebih awal, namun karena momen Pilkada, kegiatan harus ditunda,” ujar Letkol Ginanjar dalam sambutannya.
Dengan nada hangat, ia pun menyampaikan salam Lebaran kepada seluruh jurnalis yang hadir. “Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya, seraya mengajak hadirin menikmati sajian makan siang yang telah disiapkan.
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, Ginanjar menyampaikan apresiasi atas peran media dalam mendukung pemberitaan dan sosialisasi program TNI, termasuk kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan Kodim 0909/Kutim. Ia juga tidak segan meminta maaf atas hal-hal yang mungkin terjadi selama masa tugasnya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan dukungan rekan-rekan wartawan. Jika ada yang kurang dari kami, baik saya maupun anggota, kami mohon maaf,” ujarnya.
Pertemuan itu menjadi lebih dari sekadar acara formal. Momen makan bersama tersebut menjadi ruang untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan mengurangi sekat antara institusi militer dan media. Wartawan dari berbagai platform media tampak terlibat dalam perbincangan santai dengan para perwira Kodim, menunjukkan adanya hubungan yang harmonis.
Acara ditutup dengan ramah-tamah, yang menegaskan bahwa sinergi antara TNI dan media di Kutim bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari kerja kolaboratif untuk membangun daerah.

