Sidoarjo — Bakat memang tak mengenal usia. Ichirou Oka Yurai Mamorou, atau yang akrab disapa Chio, sudah menunjukkan talenta luar biasa di dunia fashion sejak usia sangat muda. Bermula dari sekadar hobi berfoto saat usianya baru menginjak tiga tahun, kini Chio, siswa kelas 1 SDN 3 Petung Asri, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, sukses mencuri perhatian publik dalam ajang International Kids n Teen Fashion Festive (IKFF) 2024. Acara ini berlangsung pada 30 Agustus hingga 1 September 2024 di Home Pro, Pakuwon Mall, Surabaya.
Dalam festival fashion anak-anak dan remaja yang bertema “Negeri Sakura Jepang”, Chio tampil penuh percaya diri di atas panggung runway, memukau ratusan penonton yang hadir. Dengan busana bernuansa sakura, ia berhasil memadukan keanggunan tradisi Jepang dengan sentuhan fashion modern yang elegan. Ajang ini diikuti lebih dari 700 model cilik dan remaja dari berbagai daerah di Indonesia.
Mila Kurnia (33), ibunda Chio, bercerita bahwa perjalanan karier sang anak di dunia modeling dimulai sejak usia empat tahun. “Awalnya sih sekadar hobi dan iseng ikut lomba foto, eh ternyata juara 1,” ujar Mila saat ditemui di Sidoarjo, Selasa (10/9/2024). Sejak itu, Chio mulai serius menekuni dunia modeling dan fashion show, hingga menjadi salah satu peserta tetap dalam berbagai kompetisi dan acara fashion anak.

Ajang IKFF 2024 kali ini diselenggarakan oleh Andima Management, dengan misi mempersembahkan karya-karya dari desainer muda berbakat di seluruh Indonesia. Melalui parade fashion ini, para model cilik seperti Chio mendapatkan kesempatan untuk menampilkan busana hasil karya para desainer tersebut di atas panggung yang megah.
Mila berharap agar pemerintah lebih memperhatikan anak-anak berbakat di bidang fashion show. “Semoga anak-anak yang memiliki bakat seperti Chio mendapatkan lebih banyak dukungan, dan diadakan lebih banyak lagi ajang pemilihan yang bisa mengembangkan talenta mereka. Ini bisa menjadi peluang besar bagi mereka untuk sukses di masa depan,” ujar Mila penuh harapan.
Chio, yang dijuluki “Cowok Jepang” karena wajahnya yang oriental, mengaku sudah terbiasa tampil di panggung meski awalnya merasa gugup. “Awalnya sih deg-degan waktu pertama kali tampil. Tapi sekarang tidak, karena sudah sering tampil. Senang bisa dikenal banyak orang dan para fashion designer,” ungkap Chio dengan ceria. Meski gemilang di dunia fashion, Chio tetap memiliki cita-cita mulia. Ia bercita-cita menjadi seorang dokter sukarelawan untuk membantu orang-orang yang kurang mampu.
Dengan bakat yang terus diasah dan dukungan penuh dari orang tua serta lingkungan, Chio tampaknya siap melangkah lebih jauh lagi di dunia fashion. Siapa tahu, kelak namanya tak hanya dikenal di ranah lokal, tetapi juga di kancah internasional.

