Sangatta – Musyawarah Daerah (Musda) ke-VIII Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Timur berhasil diselenggarakan pada malam kemarin di Gedung Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur. Acara yang dihadiri oleh empat ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kalimantan Timur ini menandai babak baru bagi organisasi kepemudaan di wilayah tersebut. Salah satu momen penting dalam Musda ini adalah terpilihnya Avivurahman Al-Ghazali (ABI) sebagai Ketua KNPI Kutai Timur yang baru, mengakhiri dualisme kepemimpinan yang sempat terjadi.
Avivurahman, yang akrab disapa Abi, terpilih sebagai calon tunggal setelah melalui proses penjaringan oleh Panitia Musda dan disahkan dalam rapat pleno keempat. Ia memperoleh dukungan penuh dari 79 Organisasi Kepemudaan (OKP) yang hadir sebagai peserta Musda. Dalam pidato kemenangannya, Abi menegaskan bahwa kemenangan ini bukan hanya miliknya atau timnya, melainkan kemenangan seluruh pemuda di Kutai Timur. Ia mengajak semua elemen kepemudaan untuk bersatu dan membangun solidaritas demi menjaga persatuan yang telah terjalin dengan baik.
“Prinsip dasarnya ke depan, kita akan terus membangun soliditas dan kekuatan bersama untuk memastikan bahwa suasana kebahagiaan yang kita rindukan selama ini, yaitu persatuan, tetap kita galakkan. Yang paling penting adalah memastikan program-program dan tujuan KNPI yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi dapat berjalan dengan baik,” ujar Avivurahman.
Abi juga menekankan bahwa KNPI adalah rumah bagi seluruh OKP di Kutai Timur. Ia berharap organisasi ini dapat terus menjadi laboratorium kaderisasi bagi pemuda di daerah tersebut. Selain itu, ia menyoroti pentingnya sinergi antara KNPI, pemerintah, dan organisasi masyarakat lainnya untuk mewujudkan kemajuan di Kutai Timur. “Kita harus bekerja sama dengan semua pihak, termasuk pemerintah dan organisasi masyarakat, untuk memastikan pembangunan di Kutai Timur berjalan sesuai dengan harapan,” tambahnya.
Meskipun Musda berjalan lancar, Avivurahman mengakui adanya dinamika di antara beberapa OKP yang mungkin memiliki pandangan berbeda. Namun, ia menegaskan bahwa KNPI tetap menjadi rumah bersama yang harus dijaga dan dibangun oleh semua pihak. “Ada saudara-saudara seperjuangan yang mungkin memiliki dinamika tersendiri. Yang jelas, KNPI adalah rumah bersama yang harus kita jaga, rawat, dan bangun bersama,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada OKP yang turut berpartisipasi dalam Musda, meskipun ada beberapa yang memilih untuk tidak hadir. “Kami menghargai teman-teman OKP yang absen. Musda ini sangat demokratis, dan hasilnya menunjukkan solidaritas dan soliditas yang kuat di antara kita semua,” ujar Abi.
Abi mengungkapkan bahwa suasana kebatinan yang sempat terpecah akibat dualisme kepemimpinan kini telah berakhir. “Pada prinsipnya, kita harus terus solid. Program pemerintah akan terus kita awasi, dan KNPI akan menjadi mitra pemerintah menuju Kutai Timur yang hebat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Abi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader OKP yang telah mendukung proses Musda. “Kemenangan ini bukan hanya kemenangan saya pribadi, melainkan kemenangan kita semua menuju Kutai Timur yang hebat,” ujarnya. Ia berharap bahwa dengan terpilihnya dirinya sebagai Ketua KNPI Kutai Timur, semangat persatuan dan kolaborasi di antara pemuda di daerah tersebut dapat semakin kuat.
Para peserta Musda juga memberikan apresiasi terhadap proses pemilihan yang dinilai demokratis dan transparan. Salah satu perwakilan OKP menyatakan, “Kami sangat mendukung terpilihnya Abi sebagai Ketua KNPI. Kami yakin kepemimpinannya akan membawa perubahan positif bagi pemuda di Kutai Timur.”
Dengan terpilihnya Avivurahman Al-Ghazali sebagai Ketua KNPI Kutai Timur, harapan besar tertumpu pada kepemimpinannya untuk membawa organisasi ini ke arah yang lebih baik. Abi menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa program-program KNPI dapat berjalan dengan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi pemuda di Kutai Timur.
“Kita harus memastikan bahwa KNPI tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga menjadi tempat bagi pemuda untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” ujar Abi. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi pemuda untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi mereka.
Selain itu, Abi berencana untuk memperkuat jaringan kerja sama antara KNPI dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan organisasi masyarakat. “Kita harus membangun sinergi yang kuat dengan semua pihak untuk memastikan bahwa program-program kita dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Musda VIII KNPI Kutai Timur telah menorehkan sejarah baru dengan terpilihnya Avivurahman Al-Ghazali sebagai Ketua KNPI yang baru. Dengan semangat persatuan dan kolaborasi, diharapkan kepemimpinan Abi dapat membawa KNPI Kutai Timur menuju masa depan yang lebih cerah, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan pemberdayaan pemuda. Semua pihak berharap bahwa langkah ini akan menjadi awal dari era baru yang penuh dengan inovasi dan kemajuan bagi pemuda di Kutai Timur.

