Sangatta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi menetapkan jadwal dan lokasi debat pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kutim untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Sesuai jadwal, debat publik ini akan diselenggarakan pada dua kesempatan, yakni pada tanggal 2 dan 19 November 2024. Menariknya, debat tersebut akan dilaksanakan di luar wilayah Kutai Timur, yaitu di Kota Balikpapan dan Kota Samarinda.
Rincian Jadwal dan Lokasi Debat
Koordinator Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kutim, Abdul Manab, menyampaikan rincian jadwal debat pada sebuah pertemuan di Sangatta, Kutim, Senin (23/10). Ia menuturkan bahwa debat pertama dijadwalkan berlangsung pada tanggal 2 November 2024 di Hotel Novotel, Balikpapan, sementara debat kedua akan digelar pada 19 November 2024 di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda.
“Debat pasangan calon akan diadakan dua kali pada bulan November 2024, dengan lokasi pertama di Balikpapan dan lokasi kedua di Samarinda,” ungkap Abdul Manab kepada media ini, Jumat (25/10/2024).
Kuota untuk Pendukung Paslon
Dalam upaya mendukung transparansi dan keterlibatan masyarakat, KPU Kutim memberikan kuota khusus bagi pendukung paslon untuk hadir di acara debat. Abdul Manab menyebutkan bahwa setiap sesi debat akan menyediakan 100 tempat duduk untuk pendukung masing-masing paslon, dengan harapan mereka dapat memberikan dukungan langsung kepada kandidat yang mereka jagokan.
“Setiap paslon akan memiliki kuota 100 tempat duduk untuk pendukungnya di dalam ruangan. Kami berharap ini akan memberikan kesempatan bagi pendukung untuk terlibat langsung dan mendukung kandidat mereka secara positif dalam setiap tahapan debat,” ujarnya.
Alasan Pemilihan Lokasi di Luar Wilayah Kutim
Manab menjelaskan alasan pemilihan lokasi debat di luar wilayah Kutim, yakni karena keterbatasan jaringan dan perangkat media di daerah tersebut. Mengingat pentingnya kualitas siaran dan akses publik untuk menyaksikan acara debat, KPU Kutim memilih lokasi di Balikpapan dan Samarinda agar debat dapat disiarkan secara langsung melalui saluran televisi nasional.
“Kami sebenarnya menginginkan debat ini diselenggarakan di Kutim. Namun, keterbatasan jaringan dan perangkat media membuat kami memilih untuk melaksanakan debat di Balikpapan dan Samarinda. Ini untuk memastikan masyarakat di seluruh Kaltim dan Indonesia dapat menyaksikan debat secara langsung melalui TVRI Kaltim dan Kompas TV,” terang Abdul Manab.
Manab menegaskan bahwa langkah ini diambil demi memberikan akses terbaik bagi masyarakat untuk mengikuti tahapan Pilkada dengan transparan. Dengan menggunakan jaringan televisi nasional, diharapkan masyarakat luas dapat menyaksikan debat tanpa kendala teknis.
Persiapan Teknis dan Tim Perumus Debat
Terkait mekanisme debat, KPU Kutim masih menunggu keputusan dari tim perumus yang bertugas menyusun teknis pelaksanaan debat, termasuk penyusunan tema yang relevan untuk dua sesi debat. KPU Kutim telah menyiapkan sejumlah panelis yang berasal dari kalangan akademisi dan profesional, di mana untuk debat pertama akan melibatkan lima panelis. Pemilihan panelis dilakukan dengan mempertimbangkan kredibilitas dan objektivitas, sehingga dapat memastikan diskusi berjalan secara adil dan substansial.
“Panelis debat terdiri dari para akademisi dan profesional, dengan jumlah panelis untuk debat pertama sebanyak lima orang. Mereka akan membantu merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan isu-isu penting di Kutai Timur,” kata Abdul Manab.
Antusiasme Publik dan Harapan KPU Kutim
Debat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kutim ini menjadi salah satu acara yang dinantikan oleh masyarakat Kutai Timur, terutama dalam menentukan pilihan terbaik bagi masa depan daerah mereka. Selain untuk menyampaikan visi dan misi, sesi debat diharapkan menjadi ajang bagi paslon untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan isu-isu krusial di Kutim, seperti pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
KPU Kutim berharap melalui debat ini, masyarakat Kutai Timur dapat lebih memahami kualitas dan program kerja dari masing-masing pasangan calon. Menurut Abdul Manab, partisipasi publik dalam menyaksikan debat juga menjadi indikator penting dalam mendukung demokrasi yang sehat dan transparan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kutim untuk menyaksikan debat paslon ini sebagai bagian dari proses pemilihan yang jujur dan terbuka. Semoga dengan mengikuti debat, masyarakat dapat lebih mengetahui program yang ditawarkan oleh para calon dan memilih dengan bijak,” ujarnya.
Siaran Langsung Debat di TV Nasional
Salah satu poin penting dalam pelaksanaan debat kali ini adalah adanya siaran langsung yang disiarkan melalui dua saluran televisi nasional, yakni TVRI Kaltim dan Kompas TV. Dengan ini, masyarakat tidak hanya di Kutai Timur tetapi di seluruh Kalimantan Timur, bahkan Indonesia, dapat mengakses informasi dan menyaksikan langsung debat paslon tersebut.
Dengan ditetapkannya lokasi dan jadwal debat, KPU Kutim berharap seluruh tahapan debat dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Persiapan teknis telah dilakukan secara matang untuk memastikan bahwa acara berlangsung sesuai rencana dan protokol.
Debat sebagai Sarana Pendidikan Politik Masyarakat
Lebih jauh, KPU Kutim memandang debat ini sebagai sarana pendidikan politik bagi masyarakat, terutama dalam mengenali kandidat secara lebih mendalam. Dengan adanya debat yang diikuti secara terbuka, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton pasif, tetapi juga aktif dalam menilai kualitas dan kapasitas calon pemimpin daerah mereka.
“Ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk menilai calon pemimpin mereka secara langsung, melalui paparan visi, misi, dan program kerja yang akan diusung. Kami berharap debat ini bisa menjadi media pendidikan politik yang bermanfaat bagi masyarakat Kutim,” pungkas Abdul Manab.
Debat Pilkada Kutim yang diselenggarakan KPU ini diharapkan dapat berlangsung dengan penuh integritas, memberikan informasi yang objektif bagi pemilih, dan menciptakan suasana demokrasi yang damai di Kutai Timur.

